"Pada kenyataanya, aku tidak membenci mu. Aku hanya menahan perasaan agar tidak terjebak cinta sebelum halal. Jatuh cinta itu indah namun aku tak ingin merasakan sakit saat tahu bahwa kita memang tidak berjodoh."
~Aisyah Syakila
1
2
3
Drrrtttt trunengneng drrttt
"Astaghfirullah, bikin kaget aja nih hp," ucap Aisyah terkejut hingga melempar novel yang sedang ia baca.
"ALLAHU AKBAR," entah apalagi kali ini hingga membuat wanita itu berteriak dan menjatuhkan handphonenya padahal ia belum sama sekali mengangkat panggilan masuk di handphonenya.
Aisyah menggigit jari telunjuknya ia seperti orang panik hanya karena satu panggilan, apa jangan-jangan lebih pada ketakutan? apa itu sebuah telepon ancaman atau teror? karena hingga panggilan itu berhenti dengan sendirinya ia tetap diam dan hanya menatap layar handphone yang tergeletak di lantai.
Drrrtttt trunengneng drrttt
Sekali lagi telepon itu berbunyi, entah mengapa membuat Aisyah terkejut kembali. Wanita itu terlihat mengatur nafasnya pelan-pelan lalu mengambil handphone yang tadi terjatuh.
"Ishhh nih Hasbi ngapain sih telepon mulu setiap malem, dia ga tau aja nih jantung gue setiap dia telepon rasanya jedag jedug," cerocos Aisyah namun setelahnya tetap menerima panggilan itu.
"Hallo," ucap Aisyah dengan nada ketusnya.
"Assalamu'alaikum, seng," salam Hasbi di balik telepon dengan nada cengengesan.
"Wa'alaikumussalam. seng seng lu kira gue atap rumah."
"Hahaha, seng itu artinya 'yang sayang, ga gaul nih anak."
Tidak, dia tidak boleh salting hanya karena perkataan laki-laki tukang gombal yang nyebelin itu, Aisyah melihat wajahnya di cermin lalu memegang pipinya yang terasa memanas, ia sedikit membuka mulutnya mungkin terkejut karena ia melihat pipinya bersemu merah.
"Heh, lu kenapa diem aja syah? ketiduran apa nih anak, ayo cepetan kesini!"
"Kemana ege!?" tanya Aisyah dengan nada kesal.
"Sini ke taman depan rumah, gue mau kasih lo hadiah," jawab Hasbi disebrang sana.
"Hadiah apa?" tanya Aisyah sembari bangkit dari duduknya ia melangkah ke arah jendela besarnya yang langsung nampak pada taman yang dimaksud oleh Hasbi. Laki-laki itu sudah berada disana, Aisyah melihatnya seolah-olah mengetahui Aisyah melihatnya, Hasbi melambai-lambaikan tangannya lalu berkata ditelepon.
"Udah kesini aja, nanti lo juga tau hadiahnya. Kemaren gue belum kasih lo kado ultah," ujar Hasbi membuat senyum terbit dibibir Aisyah. "Iya gue kesana."
Yaa begitulah Aisyah mencoba menahan perasaanya namun ternyata godaan setan lebih lebih, ada saja momen kebersamaan dengan Hasbi, mengapa? mengapa perlakuan Hasbi selalu manis padanya, padahal ia sudah mencoba membenci pria itu karena prilakunya banyak yang menyebalkan namun entah kenapa dan kapan ia malah mulai jatuh cinta pada sosok sahabat kecilnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HASSYAH (END)
Espiritual- Zona teka-teki 2 - Spin off Gus Duda Is My Husband "Dari banyaknya cowok di muka bumi ini, Kenapa harus kamu sih yang pertama melamar aku?" Aisyah Syakila "Itu artinya kita jodoh neng Aisyah." Muhammad Hasbi Ar-rasyid. Aisyah mempunyai prinsip:...
