JACK Part 27 ~End

753 12 0
                                        

Kami mandi bersama dan bercinta lagi didalam kamar mandi, bukan hanya di kamar mandi tetapi di depan lemari pakaianku juga, Elena begitu ketat dan nikmat.

Hari sudah siang dan kami memesan makanan lalu makan di ruang kerjaku. "Setelah makan, aku akan membawamu pulang ke apartemen." Ucapku sambil mengunyah.

Elena mengangguk dan tersenyum, aku merasa sangat lega melihat wajahnya yang tersenyum. Dengan pakaian rumah sakitnya itu aku membawanya kembali ke apartemen, kulihat ia mengganti pakaiannya dan merias wajahnya sedikit, beberapa kali ia tersenyum menatapku. Elena menghampiriku dan kembali memelukku, kucium keningnya lama.

"Ayo kita makan es krim setelah pekerjaanku selesai." Bisikku.

Elena mengangguk lalu aku kembali ke rumah sakit, ia tidak apa-apakan aku tinggal? Aku berhenti di depan gedung apartemennya, tidak, ia masih belum sembuh, aku harus mengawasinya.

Akhirnya aku kembali ke apartemennya dan kulihat ia berdiri di depan balkon apartemennya. Dengan segera aku menghampirinya lalu menarik tangannya.

"Jack? Ada apa kembali? Ada yang ketinggalan?" Tanya Elena.

Aku menghela nafas berat karena sangat khawatir, "apa yang kamu lakukan disini?" Tanyaku pelan.

"Aku hanya melihat ke bawah..."

"Ikut aku kembali ke rumah sakit, aku ingin kamu tetap berada dalam pandanganku." Ucapku lalu menarik tangannya dan kami kembali ke rumah sakit.

□□□□□□□□□□

Elena duduk di depanku sambil membaca buku-buku yang ada di ruanganku sedangkan aku mengerjakan kerjaanku sambil sesekali meliriknya.

Setelah beberapa jam aku merenggangkan badanku yang masih nyeri dan melihat Elena yang masih membaca buku. Aku mendekatinya lalu berlutut didepannya, wanita itu menutup bukunya lalu menatapku.

"Ada apa?" Tanya Elena, "kamu ingin kita bercinta lagi?"

Aku tersenyum lebar menatapnya, "kamu menginginkannya lagi? Ayo kita lakukan." Bisikku.

"Disini?"

"Dimana pun tempat yang kamu mau."

"Kamu harus bertanggung jawab, aku merasa candu sekarang karena setelah bercinta rasanya sangat bahagia."

Aku mengelus pipinya, "ayo kita lakukan kegiatan yang mulai kamu sukai."

Kami bercinta lagi, disofa, dikursi kerjaku, dan dimeja kerjaku tanpa peduli suara desahan dan teriakan kami terdengar sampai diluar. Aku benar-benar memenuhi perut Elena dengan spermaku.

□□□□□□□□□□

Satu minggu setelah itu, Elena mendatangi ruanganku dan menangis. Apakah ia bermimpi buruk lagi? Apakah ia mendengar suara bisikan itu lagi? Tetapi beberapa hari ini ia tampak baik-baik saja dan aku juga sudah bisa meninggalkannya sendirian. Aku buru-buru memeluknya dengan erat dan mengecup bibirnya untuk menenangkannya.

"Jack! Aku hamil!" Teriaknya. Ia mengeluarkan testpack dan terlihat ada dua garis disana.

Aku menghela nafas lega, aku mengira ia mimpi buruk lagi atau mendengar bisikan itu lagi, ternyata...
Tentu saja aku sudah tahu ia pasti akan hamil karena aku tidak pernah sekalipun memakai pengaman saat bercinta dengannya.

"Aku hamil..."

"Mengapa kamu menangis hanya karena ini? Kamu membuatku takut." Ucapku.

"Apa yang harus aku lakukan?" Bisiknya sambil terisak.

"Jangan khawatirkan itu, tidak apa-apa"

"Aku, aku hamil sebelum menikah dan mereka, mereka pasti akan..."

"Elena!" Seruku, aku langsung memotong ucapannya dan menatap tajam wanita itu. "Bukankah sudah kukatakan, aku tidak mau mendengar kata itu keluar dari mulutmu."

Elena langsung memelukku dengan sangat erat, "Jack, jangan pernah meninggalkanku. Aku akan mati jika tidak bersamamu."

"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Elena, sekalipun tidak akan pernah."

Dan dengan perlahan Rose menghilang dari benakku dan pikiranku tetapi ia masih tersimpan di dasar paling dalam hatiku. Kini hanya Elena yang memenuhi semua pikiran, otak, dan hatiku bahkan jantungku kini berdebar karena Elena. Suaranya, senyumnya, semuanya, aku merindukan wanita ini bahkan baru beberapa menit kutinggalkan dan aku sudah siap untuk mengucapkan empat kata ini.

"Maukah kamu menikah denganku?."

Elena tiba-tiba melompat dan mengalungkan kakinya ke pinggangku, ia juga mengecup leherku dan melumat habis bibirku. Wanitaku menginginkan diriku lagi. Aku membawanya ke kamarku dan kami bercinta lagi sepanjang hari disana.

□□□□□□□□□□

Satu bulan kemudian, aku dan Elena menikah. Bukan pernikahan yang amat mewah seperti Jade dan Josh. Kami hanya mengundang orang yang paling dekat saja, kulakukan itu untuk menjaga mental Elena. Aku tidak ingin orang-orang dari masa lalunya datang dan ia akan kembali mengingat mereka.

□□□□□□□□□□

"Jaacckkhh! Jaackhh! Akhh! Akh! Akh!"
Dari semalam setelah selesai pesta pernikahan kami, hanya suara itu yang dikeluarkan Elena dan aku tidak pernah bosan mendengarnya.

Aku sudah pindah dari rumah Jade dan membeli sebuah apartemen mewah di dekat rumah sakitku. Kini kamar tidurku di rumah Jade ditempati oleh Sasha dan gadis kecil itu sangat menyukai kamarnya.

Aku terus menghujamkan milikku dengan cepat dan kuusap wajah Elena yang sangat kacau, "akuuh mencintaiih mu Elenaaa..." ucapku, suaraku terdengar serak karena aku akan mencapai puncak sebentar lagi.

"Akh! Akh! Akh! Akh! Akh! Jack! Jackh! Jackhh!" Teriak Elena. Kami mencapai puncak bersama.

Aku membiarkan Elena beristirahat sebentar dan aku akan memenuhi dirinya dengan spermaku lagi meski saat ini ia sudah hamil anakku.

"Aku mencintaimu Jack selamanya sampai akhir hidupku..." bisik Elena.

END...
Terima kasih sudah membaca dan memberi bintang Xavier Brothers. Tunggu karya Tarra selanjutnya dan dukung terus para penulis Wattpad. Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan kata-kata dan terima kasih banyak para pembaca. 🫶🏻

THE END...

Xavier BrothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang