ROSE Part 21

698 11 0
                                        

Sore itu aku dan Jack tiba di kediaman orang tua Jade. Chris keluar menyambut kami, melihat wajah pria itu aku kembali merindukan Jade.

"Ohh... Kekasih tercinta kembaranku tidak kusangka kamu kembali padanya." Ucap Chris dengan nada mengejek.

Saat masuk ke dalam, seorang wanita dan pria tua berambut putih menyambut kami, wanita itu duduk di kursi roda dan dibelakangnya ada pria tua yang wajahnya seperti Chris dan Jade.

"Apakah ini Rose?" Tanya pria tua itu.
Aku menyapa kedua orang tua Jade, saudara kembar itu ternyata memiliki mata biru seperti ibunya.

"Ada apa datang kemari sayang? Sejak dulu kami selalu ingin bertemu denganmu tetapi kami dengar kamu meninggalkan anak itu?" Ucap ibu Jade, ia mengenggam erat tanganku.

"Kami kembali bersama setelah banyak hal yang terjadi dan aku datang untuk melihat kalian, untuk menyapa, dan memperkenalkan diri." Ucapku, kulihat ibu Jade meneteskan air matanya.

"Terima kasih sudah menerimanya, aku tahu kami orang tua yang payah dan egois. Kamu sudah seperti obat untuknya, kumohon jangan meninggalkannya." Ucap ibu Jade sambil terisak.

Aku mengusap air matanya yang jatuh di wajah keriputnya, "tidak, aku tidak akan pernah meninggalkannya."

"Jangan salah sangka pada kami, kami semua menyayanginya tetapi aku tidak ingin dia didekatku," lanjut ibu Jade.

Aku juga ikut menangis dan memeluk ibunya, Jack serta Chris hanya diam menatap kami begitu juga dengan ayahnya.

"Kamu wanita yang cantik dan baik, aku berterima kasih dan meminta maaf karena Jade pria yang seperti itu." Ucap ibu Jade lagi.

Aku tersenyum dalam pelukannya, "aku mencintainya, aku mencintai pria yang seperti itu."

Kami semua berbincang-bincang di ruang tamu, kulihat Jack begitu terlena dalam perbincangan bisnis dan medis dengan sepasang orang tua itu.

"Ikut aku!" Bisik Chris tiba-tiba, ia menarik tanganku dan kami menuju ke lantai dua lalu memasuki sebuah kamar. Ia menutup pintunya dengan keras lalu membuka bajunya dan melempar kacamatanya.

"Apa yang kamu lakukan?" Tanyaku takut. Ia membanting tubuhku dengan keras ke ranjang.

Chris menyeringai lalu ia menindih tubuhku, aku berusaha untuk memberontak. Tunggu! Ini pemerkosaan! Aku berteriak tetapi dengan segera ia membungkam mulutku dengan lumatan yang kasar.

Tidak! Ini tidak benar! Bukan hanya lumatan, ia bahkan menyodorkan salivanya padaku. Aku tidak bisa bergerak karena kedua tanganku digenggamnya dengan erat.

Air mataku jatuh saat lidahnya bermain dengan lidahku, aku sudah pasrah dengan semuanya, maafkan aku Jade, maafkan aku.

Melihat aku tidak memberontak lagi, Chris menjauhkan kepalanya dan dengan segera aku memalingkan wajahku.

"Aku sudah memberikan semuanya pada adik tercintaku dan mungkin ia tidak keberatan jika aku mencicipi kekasih cantiknya sebentar." Bisik Chris.
Ia mencium leherku, "lihat semua bercak-bercak merah ini, kalian pasti melakukannya setiap hari."

Aku menangis keras, ini salah, aku tidak sanggup menatap wajah Chris karena ia sangat mirip Jade bahkan suaranya, hanya tatapan mata mereka saja yang berbeda.

Pintu dibuka dengan keras dan Jack muncul dengan wajah terkejut melihat keadaanku, ia menarik Chris dengan keras lalu menunjang wajahnya.

"Apa yang kamu lakukan Chris! Sadarlah!" Seru Jack dengan berbisik.

"Aku hanya mengambil bayaranku setelah memberikan semuanya pada Jade." Ucap Chris sambil menyeringai.

Aku yang bodoh masih menangis menatap mereka berdua. "Kamu tidak memberikan semuanya, kamu hanya memberinya sebagian!" Ucap Jack dengan ketus.

Xavier BrothersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang