Coretan Yuta (4)

15 2 1
                                        

"Gue gak salah denger kan? Lo beneran suka sama Aira?" tanya Rama ingin memastikan sekali lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue gak salah denger kan? Lo beneran suka sama Aira?" tanya Rama ingin memastikan sekali lagi.

"Beneran lah. Masa iya gue bercanda. Soal perasaan mah gak bisa dibercandain."

Rama menatapku dengan tatapan yang menyelidik. "Apa yang lo suka dari Aira?"

Mendapat pertanyaan seperti itu membuatku terdiam sesaat. Apa yang ku suka dari gadis itu? Aku sendiri tidak tahu kenapa. Perasaan ini muncul begitu saja dan itu sudah bertahun-tahun lamanya.

"Untuk saat ini gue belum tahu kenapa gue bisa suka sama Aira. Tapi nanti gue akan mencari tahu," jawabku.

"Berarti lo cuma penasaran aja sama Aira." tuduh Rama.

Tidak! Bukan itu! Bagaimana aku menjelaskannya, ya? Aku suka tapi aku tidak tahu kenapa? Tapi aku bisa merasakan bahwa ini bukan perasaan yang biasa.

Sementara aku berpikir, Rama lebih dulu bercerita.

"Selama ini gak ada cowok yang pernah deketin, apalagi secara terang-terangan suka sama dia. Kebanyakan dari mereka memandang rendah Aira. Makanya gue agak skeptis pas denger lo suka sama dia. Sebagai sepupunya, gue harus melindungi Aira," jelas Rama panjang lebar. Dia benar-benar menyayangi Aira. Beruntung sekali gadis itu memiliki sepupu yang menjaganya dengan baik.

"Gue janji gak akan nyakitin dia. Kalau lo izinin gue buat deket sama Aira, gue bakal gantiin lo buat jagain dia."

Rama menatapku dalam diam. Kayaknya dia masih meragukanku.

"Kenapa sih? Lo masih gak percaya sama gue?"

"Iya."

"Kenapa lo ga percaya sama gue?"

"Tampang lo kayak player sih," celetuk Rama blak-blakan.

Andi yang berada di sampingku tak bisa menahan tawanya. Ia tertawa seakan apa yang dikatakan Rama itu tepat sasaran. Ku lempar tatapan sinis padanya. Asem! Bukannya bantuin temennya malah ikutan ngeledek.

"Sorry, Bro," ucap Andi sambil berusaha menghentikan tawanya.

Setelah itu Andi berpindah duduk di sebelah Rama. Ia merangkul pundak kapten kami itu. "Ram, kayaknya lo harus dengerin dulu cerita ini deh."

Aku menatap Andi penuh tanda tanya. Apa yang akan dia ceritakan pada Rama? Andi mengedipkan sebelah matanya ke arahku. Seakan berkata, 'percaya aja sama gue.'

Andi mulai bercerita. Dia menceritakan pertemuan pertamaku bersama Aira. Namun, ada satu hal yang Andi rahasiakan yaitu tentang alasan kenapa kami bisa bertemu.

"Nah, sekarang lo tahu kan seberapa sukanya Yuta sama Aira?" tanya Andi usai selesai bercerita. "Lo bayangin deh, empat tahun Yuta nyimpan rasa sama Aira dan akhirnya Tuhan mempersatukan kembali mereka berdua. Masa iya lo mau misahin mereka?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 16, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Anyelir Twenty-sixCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang