Hari pertama Zara di Boston terasa penuh dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia merasa antusias menjalani hidup baru, jauh dari rumah, penuh dengan kemungkinan baru. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran yang menggelayuti hati, terutama tentang bagaimana ia bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus yang baru.
Hari itu, ia memasuki ruang kuliah besar di salah satu gedung kampus yang terlihat modern dan ramai. Dosen sudah mulai memberikan penjelasan mengenai topik pertama, dan Zara segera menemukan tempat duduk di bangku tengah. Ia membuka laptopnya, mulai mencatat dengan cepat, berusaha agar fokus.
Disisi lain, jauh di belakang, di luar ruang kuliah, seseorang berdiri di balik pintu kaca, menatapnya dengan seksama.
French. Ia datang tanpa memberitahunya, memutuskan untuk memindahkan pekerjaannya ke Boston tanpa sepengetahuan Zara. Ia ingin memastikan bahwa Zara baik-baik saja, tidak merasa kesepian atau terabaikan. Meski sudah membuat keputusan besar untuk tidak memberitahunya tentang kehadirannya, ia tetap merasa penting untuk berada di dekatnya, meskipun hanya dalam diam.
"Aku ingin memastikan kau tidak merasa sendirian, Zara," gumamnya pelan, masih di luar jangkauan mata Zara. Ia tak ingin mengganggu, cukup melihatnya dari kejauhan, memastikan semuanya berjalan lancar.
Zara tidak menyadari keberadaan French yang tersembunyi, meskipun kadang ia merasa seolah ada yang mengawasi. Entah kenapa, perasaan itu terus muncul dalam beberapa minggu pertama. Terkadang, saat ia melangkah ke luar kampus, ada seseorang yang menatapnya dari kejauhan. Kadang, saat ia duduk di kafe kampus, pelayan akan memberinya secarik kertas dengan pesan singkat yang kadang membuatnya merasa aneh.
"Zara, kau terlihat sibuk," begitulah isi pesan itu, dikirimkan tanpa nama.
Zara memandang sekeliling setiap kali menerima pesan itu, tapi tak pernah menemukan siapa pun yang bisa ia kaitkan dengan pengirimnya. Pesan-pesan itu selalu mengingatkannya pada seseorang yang sepertinya tahu betul apa yang ia rasakan. Namun, siapa itu? Dia tidak tahu.
Sementara itu, French terus mengamati dengan sabar. Di luar kafe tempat Zara sering datang, ia berdiri di seberang jalan dengan secangkir kopi di tangan, memandangi Zara melalui kaca jendela. Ia melihatnya bekerja, terkadang senyum kecil muncul di wajah Zara saat ia membaca buku atau bekerja di laptop. French merasa puas hanya dengan melihatnya bahagia, meskipun ia tahu dirinya masih harus menjaga jarak.
"Suatu hari nanti, aku akan muncul di hadapanmu," pikir French, menatap Zara yang tampak begitu tenggelam dalam pekerjaannya. "Tapi untuk sekarang, biar aku tetap di sini, aku akan menjagamu dari kejauhan."
Suatu hari, setelah seminggu penuh dengan aktivitas kampus dan kuliah yang melelahkan, Zara memutuskan untuk pergi ke kafe favoritnya. Ia merasa sedikit cemas, tetapi juga ingin menikmati secangkir kopi hangat di tengah udara dingin Boston. Masuk ke kafe, ia segera menemukan tempat duduk di sudut yang nyaman dan memesan latte panas.
Ketika ia sedang menikmati buku yang ia baca, tiba-tiba pelayan datang membawa secarik kertas kecil di atas nampan. Zara mengernyit, lalu mengambil kertas itu dengan bingung. Di atas kertas itu tertulis pesan singkat:
"Kau selalu tampak fokus, seperti biasanya. Jangan lupa istirahat, Zara."
Zara membaca pesan itu dengan hati-hati, lalu memandang sekeliling kafe. Tidak ada yang tampak mencurigakan, hanya pelanggan yang sibuk dengan aktivitas mereka. Ia merasa seakan ada yang mengawasinya, meskipun ia tidak melihat siapa pun yang mungkin bisa menjadi pengirim pesan itu.
Di luar jendela kafe, French berdiri di seberang jalan. Ia tersenyum kecil, memandangi Zara yang kembali fokus pada bukunya. "Aku di sini," bisiknya dalam hati, "dan aku akan selalu ada di sini, tak peduli seberapa jauh kita terpisah."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE LOVE ME ✓ (COMPLETED)
Short Story"Kau pikir aku akan menyerah? No.." French mengepalkan tangannya emosi ketika melihat Zara sedang bersama mantannya. "Gadis kecil.. kau harus bertanggung jawab. Kau sudah membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya." Start : 27 Juni 2022 End : 7 November 2025
