Zara duduk di ruang tamu rumah orang tuanya di Turki, ditemani segelas teh hangat yang mengepul di depannya. Mamanya, dengan senyum lembutnya, duduk di sebelahnya sambil merajut, sementara Dada-nya bersandar di kursi favoritnya, membaca koran. Zara merasa hangat, seperti sudah lama sekali tidak merasakan suasana ini.
Tapi pikirannya terusik oleh sesuatu yang sudah beberapa hari ingin ia bicarakan. Akhirnya, setelah meneguk teh dan menghela napas panjang, ia membuka pembicaraan.
"Dada, Mama," panggilnya dengan nada pelan.
Keduanya menoleh ke arahnya hampir bersamaan. "Ada apa, sayang?" tanya Mamanya lembut.
"Ada seseorang..." Zara berhenti sejenak, mencari kata-kata yang tepat. "Seseorang yang... bagaimana ya, mendekati aku. Tapi dia punya cara yang sedikit... tidak biasa."
Dada menurunkan korannya, menatap Zara dengan pandangan penuh perhatian. "Tidak biasa? Apa maksudmu, Zara?"
Zara menggigit bibirnya, merasa ragu sejenak. Tapi ia tahu ia bisa mempercayai mereka. "Dia sangat keras kepala, Dada. Dia terus mendekatiku meskipun aku sudah menunjukkan kalau aku tidak tertarik. Dia tidak menyerah, seolah-olah aku adalah sesuatu yang harus dia dapatkan."
Mamanya meletakkan rajutannya di pangkuannya. "Kedengarannya seperti pria yang sangat percaya diri. Tapi bagaimana perasaanmu tentang dia, Zara?"
Zara terdiam sejenak, memutar cangkir teh di tangannya. "Aku... tidak tahu. Dia membuatku marah, jujur saja. Tapi di sisi lain, ada sesuatu tentang caranya yang... sulit dijelaskan."
Dada menyilangkan tangannya, pandangannya serius tapi tidak menghakimi. "Apa dia pernah melakukan sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman atau terancam?"
"Tidak, Dada. Dia tidak seperti itu. Dia hanya... sangat menyebalkan. Dia berbicara seolah-olah dia tahu tentangku, apa yang terbaik untukku. Dia sangat sok tahu."
Mamanya tersenyum kecil, "Zara, kau tahu, kadang-kadang pria menunjukkan ketertarikan dengan cara yang aneh. Tapi penting untuk kau ingat, jika kau merasa tidak nyaman, kau harus tegas. Jangan biarkan siapa pun memaksamu untuk sesuatu yang tidak kau inginkan."
Dada mengangguk setuju. "Mama benar. Tapi aku juga ingin tahu, sayang, apa ada bagian dari dirimu yang mempertimbangkan apa yang dia katakan? Atau ini hanya soal menolak caranya?"
Zara menggigit bibirnya lagi, merasa sedikit terpojok. "Aku tidak tahu, Dada. Kadang-kadang aku merasa dia tulus, tapi caranya mendekatiku terlalu mendesak. Itu membuatku bingung."
Mamanya tertawa pelan, mengambil tangan Zara dengan lembut. "Sayang, pria yang keras kepala sering kali seperti itu karena mereka pikir mereka tahu apa yang mereka inginkan. Tapi itu bukan berarti kau harus mengikuti permainan mereka. Kau punya hak untuk menentukan sendiri apa yang terbaik untukmu."
Dada menatap Zara dengan penuh perhatian. "Jika dia benar-benar serius tentangmu, dia harus belajar menghormati batasanmu. Itu adalah tanda pria sejati."
Zara mengangguk, merasa sedikit lega telah membicarakan ini dengan mereka. "Aku hanya ingin tahu pendapat kalian. Kadang aku merasa caranya itu aneh, tapi dia tidak terlihat seperti orang yang jahat. Dia hanya... terlalu yakin. Dan itu membuatku sebal."
Mamanya tertawa lagi, kali ini lebih hangat. "Pria seperti itu sering berpikir mereka bisa menaklukkan dunia, termasuk hati wanita. Tapi ingat, Zara, hati seorang wanita bukan sesuatu yang bisa ditaklukkan—itu harus diberikan dengan sukarela."
Dada kembali mengambil korannya. "Kalau dia memang orang yang baik, dia akan mengerti, Zara sayang. Kalau tidak, kau tahu apa yang harus kau lakukan."
Zara menatap mereka berdua, merasa sedikit lebih ringan. "Ya. Kalian benar."
Mereka melanjutkan obrolan ringan, tapi kata-kata orang tuanya terus terngiang di kepala Zara. Mungkin, hanya mungkin, ia harus menghadapi situasi ini dengan cara yang berbeda. Tapi untuk saat ini, ia memilih untuk menikmati waktu bersama mereka, jauh dari kekacauan yang ditinggalkan French.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE LOVE ME ✓ (COMPLETED)
Storie brevi"Kau pikir aku akan menyerah? No.." French mengepalkan tangannya emosi ketika melihat Zara sedang bersama mantannya. "Gadis kecil.. kau harus bertanggung jawab. Kau sudah membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya." Start : 27 Juni 2022 End : 7 November 2025
