45

312 16 0
                                        

"Kupikir kau akan marah padaku karena aku membuntutimu," ucap French sambil menatap genggaman tangan mereka. Hatinya membuncah bahagia gadis cantik ini tak menolak digandeng.

Mereka berjalan menyusuri danau dengan bergandengan tangan. Zara tak menepis ketika tangan besar itu yang terus menggandengnya erat seakan tak pernah ingin dilepaskan.

"Karena situasinya berbeda, French. Kini aku sangat menghargai usahamu. Tak perlu berkorban apapun lagi. Tak perlu terus mengikutiku kemanapun ku pergi. Kau akan kehilangan pekerjaanmu nanti. Itu akan merugikan hidupmu."

"Tak masalah jika akhirnya kau bersamaku."

Zara menatap French dalam, "Tapi aku tak mau dengan pria pengangguran."

Sudut bibir pria itu bergetar menahan tawanya, "Aku pria yang pintar. Jangan khawatirkan itu. Pekerjaan apapun akan aku lakukan jika bisa berada di dekatmu."

"French.. kau tak bisa selamanya seperti ini. Kau harus memikirkan dirimu sendiri juga."

French menghela napas pelan, matanya tetap terkunci pada Zara yang berjalan di sampingnya. Keduanya berjalan di sepanjang danau yang airnya berkilau memantulkan cahaya matahari yang perlahan mulai meredup. Suara angin yang menyapu permukaan air memberikan kedamaian yang kontras dengan kekhawatiran yang menghantui pikiran Zara.

“Aku tahu kau khawatir, Zara. Tapi aku tak ingin kehilanganmu. Bahkan jika itu berarti aku harus merubah banyak hal dalam hidupku. Aku rela melakukan apapun demi itu,” kata French dengan suara yang dalam, namun penuh keyakinan.

Zara menghela napas, hatinya terasa berat. “Tapi aku juga tak ingin melihatmu tersesat. Aku tak ingin melihatmu mengorbankan dirimu demi aku. Kita semua punya impian, dan aku ingin kamu tetap mengejar impianmu, bukan hanya mengikuti aku tanpa arah."

French berhenti berjalan, memutar tubuhnya sehingga kini mereka berhadap-hadapan. Ia menggenggam kedua tangan Zara dengan lembut, menatap mata Zara yang mulai dipenuhi kekhawatiran. “Kau pikir aku tak punya impian sendiri, Zara? Kau pikir aku hanya mengikutimu tanpa tujuan? Aku punya mimpi, dan mimpi itu adalah bisa bersama denganmu. Tak ada yang lebih penting bagiku saat ini selain itu.”

Zara merasakan getaran pada setiap kata yang keluar dari mulut French. Ia tahu, cinta yang dimiliki pria itu begitu besar.

“French, jangan jadi bodoh. Kau punya banyak kesempatan. Jangan biarkan cintamu kepadaku menghalangimu untuk menemukan jalan hidupmu sendiri. Aku tahu itu sulit untukmu, tapi kita harus berpikir lebih jauh,” kata Zara.

French memandang Zara dengan tatapan lembut. “Dan jika aku tak bisa mendapatkan semua itu tanpa kau di sisiku? Apa yang harus aku lakukan, Zara? Aku tak peduli tentang pekerjaan atau masa depan jika itu berarti aku harus kehilanganmu. Aku lebih memilih hidup dengan sedikit, asal bisa bersamamu.”

"Tapi aku tak ingin kau terjebak dalam situasi yang tak baik untukmu hanya karena aku.”

French menarik Zara lebih dekat, menatapnya dalam-dalam. “Zara, aku sudah memutuskan. Aku tidak akan terjebak dalam situasi apapun. Aku tahu aku harus berusaha, dan aku akan melakukannya. Tapi kau harus tahu satu hal, tidak ada yang lebih penting bagiku selain melihat senyummu, mendengar tawamu, dan merasakan hadirmu di sampingku.”

Zara menatapnya, mata mereka saling bertaut.

“Aku hanya ingin kau juga bahagia, French,” ucap Zara, hampir berbisik.

“Dan aku akan bahagia jika bisa bersamamu,” jawab French dengan tegas. “Itulah yang kuinginkan.”

Zara menatapnya, rasa hangat mengalir di dadanya.

Mereka melanjutkan langkah mereka menyusuri danau, tangan mereka tetap erat menggenggam, seolah tak ada yang bisa memisahkan mereka.

Satu hal yang pasti Zara, gadis itu sudah sepenuhnya membuka hati untuk French.

***

PLEASE LOVE ME  ✓ (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang