Malam hari. Setelah kembali ke apartemennya, French duduk di sofa dengan laptop menyala di meja kopi. Namun, ia tidak bekerja. Pikirannya sepenuhnya pada Zara-dan interaksi dengan orang tuanya pagi tadi. Dada mungkin masih bersikap tegas, tetapi responsnya terhadap diskusi pajak membuktikan bahwa ia melihat French sebagai sosok yang kompeten. Sementara Mama, dengan keramahan hangatnya, seolah menjadi sekutu tak terduga.
Dengan senyum kecil, French mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan.
French:
"Zara, aku rasa Dada mulai menyukaiku. Mama jelas sudah berpihak padaku. Lampu hijau sudah menyala 😉"
Ia menunggu, membayangkan ekspresi kesal Zara saat membaca pesan itu. Tidak butuh waktu lama, balasan datang.
Zara:
"Kau terlalu percaya diri, French. Mama hanya terlalu baik, dan Dada tidak ingin membuat drama di depan Mama. Jangan terlalu berharap."
French terkekeh pelan. Ia tahu Zara akan mencoba meremehkan situasi. Mengetik dengan hati-hati, ia membalas.
French:
"Oh, jadi kau mengakui kalau aku cukup pantas untuk dihormati? Itu kemajuan, sayang. Aku akan menganggap ini sebagai awal yang baik."
Zara:
"Jangan terlalu ge-er. Jangan pikir ini berarti aku memberikanmu kesempatan lebih."
French tersenyum lebar, menikmati percakapan ini meskipun Zara terus menunjukkan sikap defensif. Bagi French, setiap balasan Zara adalah tanda bahwa dia tidak sepenuhnya menutup diri.
French:
"Aku tak peduli berapa banyak alasan yang kau buat, Zara. Aku takkan pernah menyerah. Kalau Dada sudah memberikan lampu hijau, kau tidak punya pilihan lagi untuk menjauh dariku."
Balasan Zara datang cepat, kali ini dengan nada lebih tajam.
Zara:
"Dada hanya menghormatimu karena kau menjawab pertanyaannya dengan baik, bukan karena dia ingin kau terus mendekatiku."
French menghela napas pendek, jari-jarinya mengetik dengan mantap.
French:
"Dada tahu apa yang ia lihat. Dia melihat pria yang bisa diandalkan. Mama juga bilang aku pintar. Kau tahu apa artinya itu?"
Zara:
"Apa?"
French:
"Itu artinya mereka tahu aku bisa menjadi seseorang yang selalu ada untukmu, Zara. Bahkan ketika kau mencoba mendorongku pergi, aku tidak akan kemana-mana."
Zara tidak langsung membalas kali ini. French menatap layar ponselnya dengan sabar, tahu bahwa kata-katanya mungkin membutuhkan waktu untuk dicerna. Sementara itu, di apartemennya, Zara menatap layar ponselnya dengan perasaan bercampur aduk. Pesan French membuat dadanya sesak.
Ia akhirnya mengetik balasan, meskipun dengan perasaan yang masih kesal.
Zara:
"Aku tidak pernah meminta siapa pun untuk bertahan, French. Jangan membuat dirimu seperti pahlawan atas keputusan yang bahkan bukan milikku."
French membaca balasan itu dengan senyum kecil, matanya serius saat mengetik kembali.
French:
"Aku bertahan karena aku melihat sesuatu yang berharga dalam dirimu Zara. Aku tidak peduli seberapa keras kau mencoba menolaknya. Kau penting bagiku."
Zara membaca pesan itu, jantungnya berdebar kencang. Ia ingin membalas dengan sesuatu yang tajam, tetapi kata-kata itu tidak datang. Sebaliknya, ia memilih untuk meletakkan ponselnya di meja dan mengambil napas panjang.
French, di sisi lain, meletakkan ponselnya sambil tersenyum tipis. Ia tahu Zara sedang berjuang dengan perasaannya sendiri, dan baginya, itu adalah tanda bahwa ia telah membuat kemajuan.
***
Di apartemennya, Zara berbaring di sofa, menatap langit-langit dengan perasaan campur aduk. Pesan French terus berputar di kepalanya, dan ia tidak bisa mengabaikan satu hal-French memang selalu ada, tidak peduli betapa kerasnya ia mencoba mengusir pria itu.
Di sisi lain, French menatap keluar jendela apartemennya, tersenyum dengan keyakinan penuh. Zara mungkin belum sepenuhnya percaya, tetapi ia tahu satu hal pasti ia tidak akan menyerah. Baginya, Zara adalah seseorang yang layak diperjuangkan, bahkan jika itu berarti menghadapi seluruh dunia-termasuk Zara sendiri.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE LOVE ME ✓ (COMPLETED)
Nouvelles"Kau pikir aku akan menyerah? No.." French mengepalkan tangannya emosi ketika melihat Zara sedang bersama mantannya. "Gadis kecil.. kau harus bertanggung jawab. Kau sudah membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya." Start : 27 Juni 2022 End : 7 November 2025
