French melangkah masuk ke bandara dengan langkah mantap, koper hitamnya bergulir di belakang. Matanya menyapu setiap sudut, mencari papan informasi penerbangan. Tiket elektronik ke Istanbul sudah tersimpan di ponselnya, tapi pikirannya tidak tenang. Keputusan gila ini terasa seperti taruhan, namun hatinya penuh keyakinan.
Setelah melewati pemeriksaan tiket, ia berdiri di dekat jendela besar, memandangi landasan pacu yang sibuk. Pesawat-pesawat datang dan pergi, dan dalam pikirannya, bayangan Zara terus terlintas. "Apa kau benar-benar di sana?" gumamnya pelan.
Namun, langkah kakinya tiba-tiba terhenti ketika matanya menangkap sosok yang sangat dikenalnya. Seorang gadis, dengan langkah cepat dan tergesa-gesa, berjalan keluar dari pintu kedatangan bandara. Rambutnya yang panjang tergerai, wajahnya tegang seolah-olah ia sedang dikejar waktu. French tidak perlu memastikan lebih jauh. Itu Zara.
Napasku tertahan, dan tanpa berpikir panjang, French meninggalkan kopernya di dekat konter check-in, berlari menuju pintu keluar. "Zara!" teriaknya, tapi suara hiruk pikuk bandara membuat panggilannya tenggelam.
Dari jauh, ia melihat Zara mengenakan jaket hitam panjang yang membingkai tubuhnya dengan sempurna. Wanita itu membawa tas kecil di bahunya, sesekali melirik ponselnya sebelum mempercepat langkahnya. Wajahnya tampak serius, jelas sedang terburu-buru.
French mempercepat langkahnya, melewati kerumunan penumpang dan koper-koper yang bertebaran. "Zara!" panggilnya lagi, kali ini lebih keras. Tapi Zara tidak menoleh.
Pria itu tidak menyerah. Ia terus mengejar, hingga akhirnya berhenti di pintu utama bandara. Zara masuk ke sebuah taksi yang sudah menunggunya. French hanya bisa berdiri terpaku, melihat kendaraan itu melaju pergi.
"Apa ini kebetulan, atau kau benar-benar mencoba lari dariku?" gumamnya sambil menghela napas panjang. Napasnya berat, tapi ia tidak bisa menahan senyuman kecil yang penuh makna. Zara jelas berada di kota ini. Dan jika dia ada di sini, French tahu dia tidak akan membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja.
Ia kembali ke kopernya yang ditinggalkan, menariknya dengan langkah lebih tenang. Penerbangan ke Istanbul yang direncanakannya kini tidak lagi relevan. Tujuannya sekarang berubah menemukan Zara di kota yang sama, di tempat yang entah di mana.
Sambil melangkah keluar dari terminal, ia berhenti sejenak, memejamkan mata, dan menarik napas dalam-dalam. "Baiklah, Zara," katanya dengan suara pelan namun penuh tekad. "Jika ini permainan yang ingin kau mainkan, aku akan menang. Cepat atau lambat, aku akan menemukannya."
French mengangkat ponselnya, mencoba melacak apa pun yang mungkin bisa membantunya menemukan wanita itu. Tapi ia tahu satu hal pasti pertemuan singkat ini adalah pertanda bahwa semesta belum selesai dengan kisah mereka.
Langit senja di atas bandara mulai berubah gelap, namun hati French justru menyala lebih terang dari sebelumnya. Ia tidak tahu apa yang menunggunya, tapi ia yakin satu hal—ia tidak akan berhenti sebelum bertatap muka dengan Zara sekali lagi.
French bersiap untuk memulai pencarian barunya. Tak ada yang tahu berapa lama ini akan berlangsung atau ke mana ini akan membawanya, tapi satu hal yang pasti ia tidak akan berhenti sebelum bertemu Zara lagi—dan kali ini, ia akan memastikan wanita itu mendengar semua yang ada di hatinya.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE LOVE ME ✓ (COMPLETED)
Short Story"Kau pikir aku akan menyerah? No.." French mengepalkan tangannya emosi ketika melihat Zara sedang bersama mantannya. "Gadis kecil.. kau harus bertanggung jawab. Kau sudah membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya." Start : 27 Juni 2022 End : 7 November 2025
