25. Ketemu Mama

14 1 0
                                        

Bumi tersenyum lebar melihat kedua wanita yang dicintainya tengah asyik membuat kue bersama. Mereka tampak sangat akrab hingga membuat Bumi bahagia bukan main. Tadi ia sedikit khawatir, takut-takut Thara akan merasa canggung untuk berkenalan dengan mama. Tapi kekhawatirannya itu ternyata sama sekali tidak terjadi, yang ada Thara malah terlihat dangat cerewet di hadapan mama. Beberapa kali ia juga tertawa lepas kala mama membuat lelucon.

"Lo nggak mau ikut, kak?" Thara bertanya setelah melihat Bumi yang tengah menatapnya tanpa berkedip. Beberapa saat cowok itu terdiam, belum sadar jika Thara tengah mengajaknya berbicara, namun setelah mama melemparinya cetakan kecil, barulah Bumi menjawab.

"Ah, lo sama mama aja deh, gue tinggal nunggu hasilnya." Jawabnya sedikit gelagapan. Mama tertawa melihat anaknya yang tengah kasmaran itu. Sudah lama sekali beliau menunggu hal seperti ini terjadi, dan akhirnya hari inilah semua itu dimulai. Mama dibuat kagum dengan Thara. Selain wajahnya yang cantik, lembut tutur katanya membuat mama merasa nyaman. Sangat berbeda jika Thara bersama Bumi.

Thara memandangi kue buatannya dengan mata berbinar. Belum dipanggang saja adonan kue itu terlihat sangat lezat, apalagi saat sudah matang nanti, ia jadi tidak sabar. "Seneng banget kayanya." Ucap Bumi kemudian mendekat ke arah sang gadis. Hatinya menghangat melihat Thara yang mengangguk antusias sembari tersenyum lebar.

"Gue belum pernah bikin kue sebelumnya, jadi gue seneng banget karena ini pertama kalinya." Lagi-lagi jawaban Thara membuat Bumi bahagia bukan main. Padahal baru hal kecil seperti itu, tapi Bumi sudah merasakan bahwa Thara mulai menerima dirinya. Seharusnya dari dulu saja ia kenalkan Thara dengan mama, pasti Thara sudah menjadi pacarnya sekarang.

"Makasih tante!" Ucap Thara kepada mama. Mama tentu ikut senang, ternyata sangat membahagiakan jika memiliki anak gadis, apalagi yang bisa diajak membuat kue seperti ini.

Beberapa kali Thara terlihat menyingkirkan rambutnya yang menutupi wajah, ia lupa untuk menguncir rambutnya tadi. Lalu dengan peka, Bumi segera merapikan rambut cewek itu dengan ia ikat dengan sebuah karet yang kebetulan ada di meja. Thara sempat tertegun beberapa saat namun setelahnya ia tersenyum tipis sembari mengucapkan terimakasih.

Ternyata tindakan yang baru saja Bumi lakukan tidak luput dari pandangan Angkasa yang berdiri di depan pintu. Iya, keduanya sama-sama tidak menyadari akan kehadiran Angkasa, berbeda dengan mama yang sedikit kebingungan lantaran melihat wajah Angkasa yang sedikit masam itu. Tidak biasanya, Angkasa yang selalu ceria itu terlihat begitu kusut wajahnya. Mama yang penasaran akan hal tersebut akhirnya memutuskan untuk bertanya.

"Kenapa mukanya ditekuk gitu, dek?" Tanya mama hingga menyadarkan Bumi dan Thara akan kehadiran Angkasa. Senyum yang semulanya ada di bibir mereka perlahan memudar. Ada perasaan cemas dalam hati Thara, begitupula dengan Bumi. Ia takut Angkasa akan mengatakan hal yang tidak-tidak kepada mama.

Angkasa tidak menjawab. Ia mendekat ke arah mama untuk mencium tangannya. Hal itu ia lakukan juga kepada Bumi, kemudian setelahnya ia sunggingkan senyum sapaan ke arah Thara. "Udah lama, Tha?" Angkasa berbasa-basi. Mama tidak heran, karena keduanya memang mengenakan seragam yang sama dan Bumi juga pernah bercerita bahwa Thara memang satu angkatan dengan Angkasa.

"Lumayan, Sa." Ucap Thara seadanya. Diliriknya Bumi yang ternyata juga tengah menatap dirinya. Laki-laki itu memberikan kode untuk tetap bersikap biasa saja di hadapan Angkasa dan mama. Thara mengerti, namun entah mengapa suasana di dalam ruangan itu tiba-tiba terasa tidak nyaman. Angkasa mengerti dan paham gerak-gerik keduanya, lalu segera ia berpamitan pulang daripada harus menahan rasa cemburunya lebih lama.

"Angkasa mau pulang, ada tugas." Pamitnya kepada orang yang ada di dalam dapur itu. Mama mengangguk dan segera mengantarkan Angkasa ke depan.

"Nanti gue bicarain semuanya sama Angkasa, lo tenang aja, Tha."

ELBITHARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang