Saat ini kelas Thara tengah bertanding futsal dengan kelas lain yang memang telah ditentukan. Thara yang biasanya sangat excited untuk melihat Bara, kini terlihat biasa saja. Pikirannya masih saja terus tertuju pada Bumi yang mengabaikan pesannya. Sesaat setelah Bumi meninggalkan sekolah tadi, Thara mengirimkan beberapa pesan permintaan maaf pada laki-laki itu. Tidak seperti biasanya yang selalu menjawab pesan Thara dengan cepat, Bumi justru hanya membaca saja pesan itu tanpa membalasnya sama sekali. Hal itu tentu membuat Thara semakin yakin bahwa laki-laki itu kecewa kepadanya.
Winna yang berdiri di samping Thara sadar dan tahu apa yang terjadi pada cewek itu. Beberapa kali ia melihat Thara yang membuka ponselnya dan membuka room chat Bumi. Winna hanya mendiamkannya saja, toh itu juga bukan urusannya. Namun yang mengherankan, cewek itu nampak tidak peduli dengan pemandangan di depannya, dimana Bara tengah bertanding futsal di sana. Sampai pada akhirnya Winna melihat Bara yang terjatuh akibat tersandung oleh kaki dari lawan mainnya. Hal itu seketika membuat Winna menepuk pundak Thara untuk memberitahunya.
"Tha, Bara jatoh!" Ucap Winna dengan nada yang ikut panik. Di depan sana, terlihat Bara yang kesakitan akibat kakinya yang tersandung itu. Thara yang mulanya melihat ponsel, seketika menoleh dan terkejut dengan apa yang terjadi. Buru-buru dirinya berlari menghampiri laki-laki itu untuk memastikan keadaannya.
Oleh teman-temannya, Bara dipapah menuju pinggir lapangan untuk mendapat pertolongan dari anak-anak PMR. Thara mengambil alih tempat salah satu anak PMR yang berniat memberi pertolongan pertama pada Bara. Saking paniknya, Thara tiba-tiba saja merebut ice bag yang dipegang salah satu anak PMR tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
"Kak, lo nggak apa-apa, kan?" Tanya Thara dengan raut wajahnya yang panik dan juga khawatir. Bara menggeleng pelan menjawab pertanyaan itu. Ia yakin bahwa kakinya hanya terkilir sedikit yang menyebabkan sedikit rasa nyeri.
"Nggak perlu khawatir, Tha, lo bisa balik ke tempat lo lagi sekarang." Kata Bara menenangkan. Perkataan Bara itu membuat Thara sedikit tersinggung. Ia merasa diusir dengan cara yang halus. Memilih tidak menanggapi, Thara justru meminta salah satu temannya yang ada di sana untuk memberikan minum kepada Bara. Tidak perlu menunggu lama karena memang beberapa botol air mineral sudah disediakan di sana.
"Minum dulu, kak." Ucap Thara masih dengan kegiatannya mengompres kaki Bara. Bara menerima minuman itu kemudian segera meneguknya hingga tersisa setengah.
"Gue nggak apa-apa, lo balik ke sana aja, nggak enak diliat yang lain." Bara mengambil alih kompresan yang ada di tangan Thara kemudian meminta gadis itu untuk pergi. Ia bisa dalam bahaya jika Thara berada di dekatnya seperti ini, apalagi banyak pasang mata yang melihatnya.
Thara paham dengan hal itu, hingga membuatnya mau tidak mau harus menurut. Ia kembali ke tempatnya semula dengan wajah lesu. Winna sedikit menahan tawanya, bukan maksud tertawa di atas penderitaan teman sendiri, namun, wajah lesu Thara itulah yang membuatnya tidak tahan.
Sadar jika dirinya hampir ditertawakan, Thara merubah raut wajahnya menjadi kesal. "Tega banget lo, Win."
"Makanya satu-satu sedihnya. Kalo Bumi ya Bumi dulu, kalo Bara ya Bara dulu."
"Kalo bisa mah nggak dua-duanya." Balas Thara dengan nada sewot. Moodnya yang tiba-tiba rusak itu membuatnya segera ingin kembali ke kelas. Ia kembali membuka ponselnya dan melihat berapa jam lagi ia akan pulang. Hingga tiba-tiba ada pesan masuk membuat jantung Thara berdebar cukup kencang. Nama Bumi terpampang di sana hingga tanpa sadar membuat ujung bibir Thara sedikit tertarik.
'Gue sibuk tha.'
Pesan yang dikirimkan Bumi ternyata tidak sesuai harapannya. Ia semakin merasa kesal entah apa penyebabnya. "Gue mau bolos aja, Win." Ujar Thara lalu pergi meninggalkan Winna yang masih berdiri di lapangan. Winna hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya yang unik itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBITHARA
Fiksi Remaja"Tha, kata temen-temen gue kita sedikit mirip tau. Katanya kalo pasangan terus mirip itu bakalan jodoh sih." "Mukanya emang mirip, agamanya aja yang enggak." 🌺🌺🌺 "Gue udah lupa, gue udah nyaman jalanin hari-hari tanpa dia. Jadi, nggak perlu lagi...
