"WOI GENDUT!!"
Teriakan itu membuat seorang gadis cantik menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Saat melihat siapa yang berteriak, gadis itu ketakutan dan berbalik arah untuk kembali berjalan.
"Selangkah lo pergi, gue pastiin siksaan buat lo bakal lebih parah!"
Mendengar itu ia mengurungkan niatnya dan hanya diam berdiri membelakangi hingga ada tarikan kasar yang membuatnya membentur dinding dan dikelilingi oleh 4 orang siswi. Salah satu dari mereka memandang dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia menarik blazernya untuk melihat nama yang tertempel di sana.
"Jeslyn Aerin.. gue rasa gue udah ingetin lo buat jauhin If, tapi ternyata lo gak dengerin omongan gue!! Beraninya lo deketin If! Di sini gak ada yang boleh deketin If kecuali gue!"
Jeslyn, gadis cantik yang harus mengawali harinya dengan bullyan yang dilakukan oleh kakak kelas terhadapnya.
"Udah Cindy langsung aja keburu rame". Ujar salah satu dari mereka setelah melihat beberapa guru dan murid mulai berdatangan.
Cindy mencengkeram pipi Jeslyn dan mulai memakinya lagi.
"Ini baru permulaan buat lo. Kalau sampai gue liat lo deket If, gue gak segan buat nyakitin lo!". Ujar Cindy yang diakhiri dengan menampar pelan pipi Jeslyn.
Setelah melakukan itu mereka berjalan santai seperti tidak terjadi apa-apa. Sedangkan sang korban masih terdiam di tempatnya sambil mengusap air mata yang menetes. Kemudian ia berlari menuju kamar mandi. Hingga bel berbunyi ia baru keluar dari kamar mandi dengan mata yang terlihat merah.
"Jeslyn duduk sini!". Teriak Cia sambil melambaikan tangan kanannya saat melihat Jeslyn hanya berdiri diam di depan pintu.
Mendengar Cia memanggilnya, Jeslyn segera menghampiri dan duduk di samping Cia.
"Aku duduk sama kamu Cia?". Tanya Jeslyn.
"Iya dong. Ipin duduk di belakang jadi kita duduk bareng, gapapa kan? Apa kamu mau duduk sama yang lain?". Tanya Cia.
"Oh nggak Cia, sama kamu aja". Jawab Jeslyn.
Ini adalah hari pertama mereka mulai pembelajaran. Kelas sangat damai dan kondusif, tidak ada murid yang terlambat atau membuat onar. 2 jam mereka memperhatikan guru dan mengerjakan tugas, sekarang waktunya mereka istirahat.
"Jeslyn kamu bawa bekal gak?". Tanya Cia.
"Gak bawa Cia". Jawab Jeslyn.
"Ya udah kita beli di kantin aja ya". Ucap Cia.
Mereka bertiga keluar dari kelas dan akan langsung ke kantin tanpa menunggu If karena If akan menyusul nanti. Sementara di kelas 12, If baru saja selesai membereskan buku-bukunya.
"Ayo Nin". Ajak If pada Syanin.
Saat mereka akan keluar dari kelas, Cindy menghadang If. If segera melepaskan tangannya yang dipegang oleh Cindy.
"Sorry If. Kamu mau ke kantin ya? Aku boleh ikut gak? Gabung makan sama kamu". Ucap Cindy.
"Sorry Cin gue makan gak sendirian. Gue makan bareng sama adek gue dan yang lainnya". Tolak If.
"Ayo Nin"
If selalu menolak ajakan Cindy karena If tahu jika Cindy menyukainya, tetapi If tidak suka karena ia sudah tahu bagaimana sifat Cindy. If pernah memergoki Cindy melabrak adik kelas karena memberi minuman pada If setelah pertandingan futsal. If sangat membenci orang seperti itu apalagi dengan pembully. If juga tidak pernah memberi respon berlebih agar tidak dianggap memberi harapan pada Cindy.
Sesampainya di kantin If dan Syanin segera memesan makan dan minum. Setelah itu mereka duduk di tempat Cia, Griffin, dan Jeslyn. If memilih duduk di samping Cia sedangkan Syanin duduk di samping Griffin yang berhadapan dengan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Happiness
Fiction généraleSequel Choice of My Heart dan My Enemy is My Love.
