30 - Green table

47 5 14
                                        

Mohon memberikannya dukungannya berupa vote supaya author cepat-cepat menyelesaikan cerita ini😁



Sidang perdana pun telah dimulai dan disana terlihat Adnan mengenakan pakaian tahanan dengan wajah tak semangat. Sidang ini dihadiri oleh banyak orang termasuk Alexa dan Madison. Alexa merasa tak nyaman dengan hadirnya wanita itu tapi mau bagaimana lagi. Dia tak punya wewenang mengusir Madison sampai berkali-kali Alexa menghela nafas panjang karena ini adalah hari yang berat. Sungguh suasana hati Alexa sangat buruk pada hari ini karena melihat Madison. Alexa hanya ingin semua ini cepat berlalu.

"Kau tak perlu khawatir semuanya akan baik-baik saja... lalu anggap saja wanita itu tak ada" ucap Mrs Devana menenangkan Alexa yang resah.

Alexa hanya tersenyum tipis dan mengangguk ketika sang mertua berusaha menenangkannya. Alexa harus menjaga sikap dan dia tidak boleh menunjukkan keresahannya pada orang lain. Dia tak mau dikasihani meskipun oleh mertuanya sendiri. Alexa terbiasa kuat dalam menghadapi masalah apapun karena dia adalah anak tunggal. Mr Devana sendiri tak hadir di sidang karena pria tua itu sibuk.

Alexa dan Adnan saling bertatapan sesaat tapi entah mengapa Alexa merasa tatapan mata Adnan begitu dingin. Wanita itu merasa ada yang berbeda dari suaminya padahal kemarin-kemarin dia merasa Adnan begitu hangat menatapnya. Wanita itu jelas heran dan tidak tahu kenapa. Dia ingin tahu alasannya namun jelas Alexa tak bisa menghampiri Adnan untuk saat ini. Hingga hakim membuka sidang dan suasana mulai terasa hening.

"Hari ini kami akan memulai sidang dan diharapkan para audience tetap kondusif dan tenang!" Ucap hakim dengan tegas.

Alexa nampak gugup dan dia sedikit pucat. Dia berharap semuanya baik-baik saja dan Adnan bisa mendapatkan keadilan yang pantas. Dia percaya jika Adnan tak mungkin menghamili Madison karena pria itu berkata kalau hubungannya dengan Madison sudah berakhir kala dirinya mantap memilih Alexa. Dia yakin jika Adnan berkata jujur dan Alexa bertekad memaafkan pria itu.

"Hari ini kami akan mulai mengadili Mr Adnan Devana yang menjadi tersangka pemerkosaan terhadap Miss Madison Everly, bagaimana apakah pihak terdakwa ingin melakukan pembelaan?" Ucap hakim dengan gamblang.

Sebelum pengacara Adnan mengatakan sesuatu, pria itu justru membuka suaranya duluan. Entah apa yang ingin disampaikan Adnan saat ini yang jelas pengacaranya sendiri pun heran.

"Yang mulia saya mengaku bersalah telah menghamili Madison tapi hubungan kami adalah hubungan sepasang kekasih dan saya memutuskan akan menikah dengan Madison!"

Alexa memucat kala Adnan mengatakan hal itu. Sedangkan Mrs Devana hampir bersikap nekat ingin menampar Adnan dengan berusaha beranjak dari tempat duduknya namun semuanya dicegah oleh ajudan Mr Devana. Semua ini gila dan wanita tua itu tidak menyangka bila puteranya berkata seperti itu. Madison yang mendengar ini tersenyum dan dia segera menghampiri Adnan sambil memeluk pria itu erat. Dia senang sekali akhirnya Adnan akan menjadi miliknya lagi dan kali ini Madison pastikan pria itu tak akan kemana-mana lagi.

"Yang mulia saya memutuskan untuk mencabut laporan ini..." ucap Madison penuh kemenangan setelah puas memeluk pria itu.

Tidak menyerah, Mrs Devana mendekati sang putera dan menampar Adnan dengan keras. Semua orang yang hadir kaget dan mulai saling berbisik dengan keras. Mereka bahkan memasang raut wajah penuh cemooh karena kelakuan Adnan.

"Kau sudah gila Ad!! Mommy sampai matipun tak sudi kau menikah dengan jalang sial ini!"

"Aku sudah memutuskan.. maafkan aku mom" balas Adnan dingin.

"Baiklah sidang kali ini dibatalkan dan semuanya bisa bubar!" Ucap hakim setelah mengetuk palu dan keluar dari tempat sidang.

Alexa segera mendekat dan air matanya tampak membasahi wajahnya. Dia sangat sakit hati dan tidak menyangka Adnan akan menyakitinya sedalam ini. Padahal beberapa hari yang lalu pria itu berkata sangat mencintainya kenapa hari ini semuanya jadi berbeda. Alexa menatap Adnan dengan sendu nan menyedihkan...

"Ad.. apa kau yakin dengan semua ini?" Tanya Alexa sambil menangis.

"Ya.. dan aku akan segera menceraikanmu"

Adnan segera beranjak pergi bersama Madison yang tersenyum puas. Alexa hanya berdiri sambil mematung disana. Air matanya makin lama makin mengaburkan pandangan. Hatinya sakit luar biasa dan tatapannya yang sendu semakin membuatnya tampak hancur. Padahal Adnan tahu jika pria itu adalah cinta pertamanya tapi kenapa dia tega.

"Alexa.. menantuku..."

Mrs Madison memeluk Alexa sambil menangis. Wanita tua itu sangat menyayangi Alexa seperti anaknya sendiri. Hingga tangisan keduanya menggema dan membuat semua orang kasihan....





*********



"Ini adalah kabar yang sangat bagus!"

Sebastian tertawa puas di kantornya kala anak buahnya berkata Adnan telah memilih Madison. Dia merasa senang karena Madison bisa bekerjasama dengan baik. Kini tidak ada lagi yang menghalangi jalannya untuk memiliki Alexa. Sebastian tinggal selangkah lagi memiliki Alexa, kalau bisa pria itu akan mengurus semua perceraian Alexa dengan baik karena dirinya tak suka menunggu terlalu lama.

Sebastian mengirim Madison sebuah pesan dan dia juga tak lupa mengirim uang yang banyak untuk wanita itu. Hati Sebastian begitu riang gembira karena dia menang. Tak mau membuang banyak waktu pria itu segera pergi dari kantornya untuk bertemu dengan Alexa. Dia tak sabar sungguh dan meski saat ini Alexa tengah patah hati Sebastian akan datang sebagai malaikat penyelamat bagi wanita itu.

Alexa berada di rumah orang tua Sebastian. Wanita itu tampak sembab sedangkan Mr Devana sedang marah besar mendengar semua yang terjadi. Dengan raut wajah prihatin Sebastian datang dan segera memeluk Alexa. Tangis wanita itu pecah lagi dan dengan lembut Sebastian menghibur Alexa. Dia benar-benar memerankan sang penyelamat dengan baik.

"Aku tak mengerti dengan anak itu kenapa dia bersikap gila" ucap Mr Devana geram.

"Aku pun sangat marah!! Bisa-bisanya dia malah memilih wanita jalang itu" balas Mrs Devana frustasi.

"Mom dad sebaiknya tenangkan diri kalian dulu.. saat ini Alexa sangat hancur jadi beri waktu untuknya agar menerima semua ini"

Sebastian menimpali omongan kedua orang tuanya yang marah-marah dan Alexa sendiri masih berada dalam pelukan pria itu. Dia terlihat bijak dan dewasa padahal kekacauan ini sendiri kan terjadi ulah dirinya. Sebastian sangat licik dan tentu saja kedua orang tuanya pasti tak menyangka dia berbuat sekeji ini.

"Baiklah.. daddy setuju kita bicarakan masalah ini lagi nanti dan Seb tolong antarkan Alexa pulang ke rumah orang tuanya okay?"

Mr Devana menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya. Saat ini yang paling hancur tentu saja Alexa dan memberi Alexa waktu agar tenang adalah pilihan bijak. Sebastian setuju dan segera pergi bersama Alexa dengan mobil mewahnya.

"Seb.. apa menurutmu aku pergi saja dari Amerika? Aku merasa ini terlalu menyakitkan..." ucap Alexa pelan sebelum Sebastian melajukan mobilnya.

"Kau mau pergi dari sini?"

"Ya.. aku ingin tinggal di Italia dan aku tak mau kembali lagi ke Amerika.. aku ingin melupakan segalanya.."

"Lalu bagaimana dengan perusahaan orang tuamu?"

"Aku mempercayakan semuanya padamu Seb..."

Sebastian terdiam sejenak dan menatap Alexa serius. Pria itu menganggukan kepalanya dan mengusap bahu Alexa untuk menenangkan wanita itu....


Bersambung.....




Haloo author baru update lagi... yuk yuk tetap pantengin cerita ini meski banyak lika likunya 😁🤭

Mr and Mrs DevanaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang