$Selamat membaca $
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi harinya seperti biasa ferrel datang kerumah Marsha untuk menjemput nya supaya berangkat ke sekolah bareng.
Tok....tok...
"Syalom Pi,mi, Cha" ucap ferrel sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Marsha
"Syalom eh nak ferrel mau jemput Marsha ya ?" Tanya mami Shani
"Iya mi, ferrel mau jemput Marsha, Marsha udah siap mi?" Tanya ferrel
"Kaya bentar lagi deh diam siap, kalau gitu ayo masuk dulu sambil nunggu Marsha siap-siap nya" mami Shani
"Eh, enggak usah mi ferrel di luar aja nunggu Marsha nya, papi mana mi?" Tanya ferrel
"Lagi siap-siap juga mau ke kantor nak ferrel" mami Shani
"Oh gitu ya mi" ferrel
"Yaudah kalau gitu mami masuk duluan ya soalnya mami mau nyiapin sarapan pagi" mami Shani
"Iya mi" ferrel
Saat mami Shani masuk ke dalam rumah Marsha keluar dari rumah .
"Udah siap sayang?" Tanya ferrel ke Marsha
"Udah dong sayang ku" ucap Marsha dengan senyum yang di paksa
"Loh , kamu kenapa nangis sampe sembab gitu mata kamu cha?" Tanya ferrel
"I-ini karena aku nonton anime tadi malam yang ceritanya sedih , makanya mata aku sampe sembab"ucap Marsha yang gugup akan pertanyaan dari ferrel
"Dengerin ya cha kalau kamu ada masalah cerita ya sama aku jangan di pendam sendiri, aku gak mau liat kamu Sampek sedih kaya gini apa lagi sampe mata kamu sembab
Ferrel memandang Marsha dengan mata yang penuh perhatian.
"Iya sayang macha pasti cerita kok sama kamu kalau macha punya masalah tapi kali ini mata macha sembab karena maraton nonton anime tadi malam yang alur ceritanya sedih "Marsha
"Iya, cha aku percaya kok sama kamu ... Dengar ya cantik aku akan selalu ada untuk kamu... jangan ragu untuk berbicara dengan aku jika kamu memiliki masalah," kata Ferrel dengan suara yang lembut.
Marsha merasa lega karena Ferrel tidak menekannya untuk mengakui kebenaran. Dia hanya mengangguk dan tersenyum, berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya.
"Yaudah, cha... kita harus berangkat sekarang... jangan sampai kita terlambat," kata Ferrel sambil mengambil tas Marsha.
Marsha mengangguk dan berjalan bersama Ferrel menuju sekolah. Dia masih merasa sedih dan berat hati, tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkannya kepada Ferrel.
Saat mereka berjalan, Ferrel memperhatikan bahwa Marsha masih terlihat sedih. Dia tidak ingin menanyakan apa yang terjadi, tapi dia ingin menunjukkan bahwa dia ada untuk Marsha.
"Hey, cha... aku ada di sini untuk kamu... jangan ragu untuk berbicara dengan aku jika kamu memiliki masalah," kata Ferrel sambil memandang Marsha dengan mata yang penuh perhatian.
Marsha merasa terharu dengan kata-kata Ferrel. Dia merasa bahwa Ferrel benar-benar peduli dengan dia, dan itu membuatnya merasa lebih baik.
"Aku ngak punya masalah kok sayang aku baik-baik aja " ucap Marsha yang kini memeluk tangan ferrel sambil berjalan menuju ke arah kelas marsha.
Kini mereka berdua sudah sampai di depan kelas Marsha .
"Cha kalua gitu aku ke kelas aku ya , kalau kamu punya masalah cerita ya sama aku, karena aku ngak mau kamu pendam sendiri karena ada aku di samping kamu" ucap ferrel sambil mengelus rambut marsha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
No Ficción*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)