BAB 58

295 23 0
                                        

Selamat membaca....

---

### Dua hari setelah video tersebar...

Lorong sekolah sudah mulai tenang, tapi gosip tentang Marsha belum juga padam.
Setiap kali ia lewat, masih ada bisikan pelan terdengar.
Namun kali ini, bukan kesedihan yang tampak di wajahnya — melainkan **tekad**.

Marsha membuka laptop di perpustakaan, menatap layar dengan tajam.
Ia memutar video yang viral itu berulang-ulang, kali ini dengan kecepatan lambat.
Tangannya gemetar, tapi matanya fokus ke satu detail kecil.

“Di detik 12…” gumamnya. “Ada pantulan di kaca… tapi bukan gue atau Ferrel.”

Ia memperbesar layar, dan di sana — samar-samar — terlihat **bayangan seseorang dengan hoodie hitam memegang ponsel.**

Marsha menegakkan badan, jantungnya berdegup kencang.
“Jadi bener, ada orang ketiga.”

---

### Malam itu, di kamar...

Marsha menatap papan kecil berisi foto-foto yang ia tempel pakai pin warna merah:
📍 Foto Ferrel dan Flora di taman
📍 Screenshot video yang dimanipulasi
📍 Hasil cetak pantulan misterius di kaca
📍 Catatan: *“Ada seseorang yang tahu cara hacking dan edit profesional.”*

Ia menatap catatannya dalam diam.
“Kalau bukan Flora, berarti ada orang lain yang bantu dia. Tapi siapa?”

Pikirannya berputar cepat — mengingat kejadian-kejadian aneh beberapa minggu terakhir:

* Pesan anonim yang pernah ia terima: *“Berhenti cari tahu masa lalu, Sha.”*
* File di ponselnya yang tiba-tiba hilang.
* Dan yang paling aneh: akun sosial media palsu yang sering menyebarkan rumor tapi selalu posting tepat setelah Flora dan Ferrel terlihat bersama.

“gw tahu lu di luar sana…” bisik Marsha lirih. “Dan gw bakal nemuin lu cepat atau lambat.”

---

### Keesokan harinya…

Jam istirahat, Marsha diam-diam duduk di ruang komputer sekolah.
Ia minta izin pura-pura untuk tugas edit video, tapi sebenarnya ia sedang **melacak metadata** dari video yang menyebar.

“Kalau aku benar, file ini pasti punya jejak IP asal…” gumamnya sambil mengetik cepat.

Tiba-tiba, layar berkedip.
Pesan muncul di tengah monitor:

> ⚠️ *‘lu seharusnya berhenti dari sekarang, Marsha. Karena lu gak bakalan bisa nemuin gw.’*

Marsha menatap layar, wajahnya tegang.
“Jadi kamu bisa lihat aku sekarang, ya?”

Pesan baru muncul:

> *‘Aku selalu lihat kamu. Dari dulu.’*

Marsha menelan ludah. Ia menulis balasan cepat:

> *‘Kalau lu pikir gw takut, lu salah. Gw bakal cari tahu siapa lu.’*

Layar berkedip lagi — lalu seluruh sistem komputer sekolah tiba-tiba **mati total**.

Gelap.
Hening.
Dan di monitor terakhir yang sempat menyala, hanya muncul satu kalimat:

> *“Coba saja, Marsha. Tapi setiap kebenaran yang kamu buka… bakal nyakitin orang yang kamu sayang.”*

---

### Malamnya...

Marsha kembali ke rumah, tapi rasa takutnya berubah jadi kemarahan.
Ia menatap cermin.
“Kalau lo pikir gue bakal mundur cuma karena ancaman murahan, lo salah besar.”

Perjodohan  [ fresha] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang