Selamat membaca para pembaca
.
.
.
Begitu Ferrel dan Marsha menghilang di balik pintu gedung sekolah, suasana di parkiran masih saja riuh. Mereka semua saling pandang, mencoba mencerna informasi barusan.
“Astagaaaa… jadi beneran serius? Maksudnya apa coba? Serius kaya gimana?!” khatrina hampir melompat saking kepo-nya.
Jessi menyipitkan matanya yang sipit itu😁. “Gue rasa ada sesuatu yang mereka tutupin. Ribut segede itu masa bisa langsung baikan terus tiba-tiba ngomong *serius*?”
Ashel masih di boncengan Aldo, ikut mengernyit. “Jangan-jangan… jangan-jangan mereka tuh udah tunangan?” ucapnya setengah bercanda, tapi cukup bikin yang lain langsung heboh.
“Woi, jangan asal nyeplos aja lo Shel! Tapi…” Muthe menggantung kalimatnya, lalu mendesah panjang. “Kalau bener sih… fix dunia persilatan bakal heboh nih.”
Lukas mendadak bersiul, wajahnya penuh ekspresi *gosip mode on*. “Kalau sampe bener, gue traktir kalian semua di kantin!”
Seketika semuanya bersorak kecil, walau lebih banyak antara kaget dan nggak percaya.
"Yang benar yah luk, kalau benaran itu lu harus traktir kita semua sampai puas " Ucap ollan dengan sangat girang.
"Kalau makanan aja lu cepat, dasar dugong " Ucap Jessi yang tiba-tiba.
"Bodoamat nenek lampir yang penting perut gw kenyang dan gratis tentunya" Ucap ollan sedikit tersenyum tetap menatap Jessi dengan sinis.
"Dasar cowok gak modal" Stelah mengucapakan itu Jessi langsung meninggalkan mereka semua dan di susul teman Jessi yang lain.
"WOII...! NENEK LAMPIR JAGA OMONGAN LU,GW BUKAN COWOK GAK MODAL YAH"teriak ollan ke Jessi tapi Jessi ngak peduli dengan ucapan ollan dan terus berjalan ke arah kantin.
---
**Sementara itu, di lorong sekolah ferrel dan marsha berada…**
Marsha dan ferrel jalan menuju kelas marsha, dengan tangan masih yang saling mengengam.
“sayang…” Marsha berbisik pelan. “Kamu yakin tadi ngomong gitu? Sama mereka semua pasti langsung kepo parah tuh.”
Ferrel menoleh, menatap Marsha dengan tatapan serius tapi lembut. “Emang kenapa? Justru aku pengen semua orang tahu kalau kita udah beda.”
Marsha terdiam, dadanya hangat. Kata-kata Ferrel barusan terdengar begitu tegas, dan entah kenapa bikin jantungnya berdebar.
Bel masuk berbunyi. Guru pun segera masuk ke kelas, membuat suasana perlahan kembali tenang—setidaknya sampai jam istirahat nanti.
---
**Jam istirahat pun tiba.**
Kantin sekolah mendadak jadi pusat perhatian, terutama meja besar di pojok kanan yang sudah dikuasai geng mereka. Begitu Ferrel dan Marsha datang, semua mata langsung tertuju ke sana.
“NAH! Akhirnya dateng juga raja sama ratu drama kita,” celetuk Ollan sambil menepuk meja.
“Ceritain sekarang, jangan pake acara ngulur-ngulur lagi!” desak Jessi, matanya berbinar penuh penasaran.
Ferrel dan Marsha saling pandang, lalu keduanya duduk bersebelahan. Suasana kantin yang biasanya riuh terasa mendadak hening bagi geng mereka, semua fokus ke pasangan itu.
Ferrel menghela napas panjang, lalu berkata pelan tapi jelas, “Oke, jadi gini… gw sama Marsha nggak cuma baikan. Tapi… mulai sekarang kita beneran jalanin hubungan ini dengan serius. Nggak main-main lagi. Dan ada satu hal yang harus kalian tahu…”
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
No Ficción*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)