BAB 37

854 44 6
                                        


☄️Selamat membaca om dan tante jangan lupa vote, komen, dan follow ☄️
.
.
.
.
.

Setelah Ferrel sudah pergi dan tidak lagi terlihat di pandangan Flora, Flora langsung berdiri dari bawah dan menghapus air matanya. Ia mengambil napas dalam-dalam, dan wajahnya berubah menjadi tekat yang kuat.

"Oke fine, kalau lu nggak mau balikan sama gw dengan cara yang baik, tapi gw akan pastikan pasti kita bakalan balikan, tapi dengan cara yang berbeda syang," ucap Flora dengan suara yang tegas dan penuh keyakinan.

Flora memandang ke depan, dengan mata yang penuh tekad. Ia tidak lagi terlihat sedih dan kecewa, tapi malah terlihat kuat dan percaya diri.

"Gw ngk akan nyerah gitu aja," kata Flora dalam hati. "Gw  akan melakukan apa saja untuk membuat Ferrel kembali ke aku."

Flora mengambil langkah yang pasti, dan berjalan dengan tujuan yang jelas. Flora ngak lagi terlihat seperti orang yang lemah dan ngak berdaya, tapi malah terlihat seperti orang yang kuat dan percaya diri.

Sementara itu, Ferrel yang sudah berada di kelas Marsha, tidak menyadari bahwa Flora telah merencanakan sesuatu untuk melakukan apa saja yang membuat ferrel kembali kepdanya . Ferrel merasa bahwa ia sudah bebas dari Flora, dan ngak menyadari bahwa Flora telah membuat rencana untuk membuatnya kembali kepada flora.

"Sayang, kamu dari mana aja sih? Kok lama banget, aku udah nungguin kamu dari tadi, sampai Ashel, Muthe, Jessi, sana yang lain udah balik," ucap Marsha dengan nada cemberut dan sedikit kesal.

Marsha melipat tangannya di depan dada, menatap ferrel dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. "Aku sudah capek menungguin kamu, kamu juga udah aku chat tapi kamu nggak balas pesan aku, dan aku nggak  tahu apa yang kamu lakukan."

Ferrel tersenyum ke Marsha  dan memeluk Marsha. "Maaf, ya sayang. Aku nggak bermaksud membuat kamu menunggu lama. Tadi aku sedang sibuk ada urusan bentar  jadi nggak sempat balas pesan kamu sama angkat telepon dari kamu." Bujuk ferrel dengan suara yang lembut.

Marsha memandang ferrel dengan wajah yang masih cemberut. "Kamu harus bilang ke aku dulu kalau kamu sibuk, biar aku tau ."

"Iya, maaf ya sayang aku lupa  "ucap ferrel dengan nada suara yang menyesal

"Terus kenapa kamu nggak ngangkat panggilan aku sama nggak balas pesan aku juga"ucap Marsha yang masih cemberut

"Baterai HP aku lowbat, jadi aku nggak bisa ngangkat panggilan dari kamu. Kalau kamu nggak percaya, lihat aja nih HP aku," ucap Ferrel sambil mengambil ponselnya dari saku celananya.

"Udah nggak usah aku percaya kok sama kamu, tapi kalau kamu bohong sama aku, lihat aja," ucap Marsha yang masih sedikit cemberut, dengan nada yang masih kesal.

Ferrel tersenyum dan menunjukkan layar ponselnya yang mati karena baterai kosong. "Lihat, aku memang tidak bisa menerima panggilan dan pesan dari kamu karena HP aku mati total."

Marsha memandang layar ponsel Ferrel, lalu mengangkat alisnya. "Hmm, kayaknya kamu memang nggak bohong ." Marsha masih terlihat sedikit kesal, tapi nada suaranya sudah mulai melunak.

Ferrel memanfaatkan kesempatan ini untuk memeluk Marsha. "Aku janji, aku tidak akan membuat kamu menunggu lama lagi. Dan aku akan selalu memberitahu kamu jika aku sedang sibuk atau tidak bisa menerima panggilan."

Marsha tidak menolak pelukan Ferrel, bahkan dia membalas pelukan itu dengan sedikit kekuatan. "Hmm, aku harap kamu memang nggak akan membuat aku menunggu lama lagi."

Setelah drama yang lumayan panjang itu, Ferrel langsung mengantar Marsha ke rumahnya. Kini Ferrel dan Marsha sudah tiba di rumah Marsha.

"Cha, sayang aku pulang dulu yah, kalau ada apa-apa telepon aku aja," kata Ferrel sambil memandang Marsha dengan mata yang penuh kasih.

Perjodohan  [ fresha] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang