BAB 35

679 45 2
                                        

Selamat membaca semuanya jangan lupa vote, komen dan follow.
.
.
.
.

Kini Marsha sudah berada di depan rumah mereka, menemui Ferrel supaya berangkat ke sekolah bersama-sama. Marsha berjalan dengan langkah yang sedikit emosi, masih memikirkan percakapan dengan Papi Gracia tadi pagi.

Saat Marsha tiba di depan rumah Ferrel, ia melihat Ferrel sudah menunggu di depan pintu. Ferrel tersenyum dan memandang Marsha dengan mata yang berbinar.

"Selamat pagi, cha," ucap Ferrel dengan suara yang ceria. "Kamu udah siap berangkat ke sekolah bareng aku nggak."

Marsha tersenyum dan memandang Ferrel dengan mata yang berbinar. "Selamat pagi, rel," ucap Marsha. "Aku juga sudah siap untuk berangkat ke sekolah bareng kamu." Dengan senyum khas Marsha.

"Mami sama papi kamu mana, aku mau izin dulu baru kita berangkat ke sekolah," tanya Ferrel.

Marsha tersenyum dan menjawab, "Udah nggak usah sekarang kita berangkat aja, mami sama papi lagi sibuk di dalam." Ferrel tidak curiga dan percaya pada Marsha.

"Oh, yaudah kalau gitu sini biar aku pakekin helm kamu dulu, biar kamu aman," ucap Ferrel yang memasang helm Marsha.

Marsha tersenyum dan membiarkan Ferrel memasang helmnya. "Udah nih, ayo sekarang kamu naik, sini biar aku bantu naiknya," ucap Ferrel sambil mengulurkan tangannya ke Marsha.

Marsha tersenyum dan memegang tangan Ferrel, kemudian naik ke motor Ferrel. Ferrel juga naik ke motor dan memeluk Marsha dari belakang.

"Ayo, kita berangkat ke sekolah sekarang," ucap Ferrel sambil menyalakan motor.

Marsha tersenyum dan memeluk Ferrel dari belakang. "Aku siap, rel," ucap Marsha.

Ferrel dan Marsha kemudian berangkat ke sekolah, menikmati perjalanan pagi yang indah. Marsha masih memikirkan percakapan dengan Papi Gracia tadi pagi, tapi ia tidak ingin memikirkan itu sekarang. Ia hanya ingin menikmati kebersamaan dengan Ferrel.

Sepanjang perjalanan Marsha hanya diam saja sambil memikirkan apa yang di ucapkan papi gracio di meja makan tadi.

"Cha... Cha...Sayang " Panggil ferrel tapi tidak di respon oleh Marsha

Ferrel memanggil Marsha lagi, "Cha... Cha... Sayang, kamu kenapa sih? Kamu tidak menjawab aku," ucap Ferrel dengan suara yang sedikit khawatir.

Marsha masih diam saja, tidak menjawab Ferrel. Ia masih memikirkan percakapan dengan Papi Gracia tadi pagi, dan tidak ingin memikirkan itu sekarang.

Ferrel memperhatikan Marsha yang diam saja, dan merasa sedikit khawatir. "Cha, kamu tidak apa-apa? Kamu tidak sakit atau apa?" tanya Ferrel dengan suara yang lembut.

Marsha masih diam saja, tidak menjawab Ferrel. Ferrel kemudian memperlambat laju motornya, dan memandang Marsha dengan mata yang khawatir.

"Cha, aku tidak ingin kamu memikirkan sesuatu yang tidak enak. Kamu harus cerita apa yang terjadi," ucap Ferrel dengan suara yang lembut.

Marsha masih diam saja, tidak menjawab Ferrel. Ferrel kemudian memarkir motornya di pinggir jalan, dan memandang Marsha dengan mata yang khawatir.

"Cha, aku tidak ingin kamu memikirkan sesuatu yang tidak enak. Kamu harus cerita apa yang terjadi," ucap Ferrel dengan suara yang lembut.

Marsha kemudian memandang Ferrel, dan tersenyum lembut. "Aku nggak apa-apa, kok sayang. Kita lanjut aja kesekolahan nanti kita telat" ucap Marsha dengan suara yang lembut.

"Yang benar, kalau kamu ada masalah, kamu cerita aja sama aku. Aku nggak mau kalau sampai kamu memikirkan masalah kamu sendiri. Kalau kamu nggak cerita sama aku, apa gunanya aku jadi pasangan kamu, cha?" ucap Ferrel dengan suara yang lembut dan penuh perhatian.

Marsha memandang Ferrel dengan mata yang berbinar, merasa terharu dengan kata-kata Ferrel. "Aku tahu, rel. Tapi aku tidak ingin membebankan kamu dengan masalahku," ucap Marsha dengan suara yang lembut.

Ferrel memperhatikan Marsha yang tersenyum, dan merasa sedikit lega. "Cha, kamu tidak membebankan aku. Aku ingin membantu kamu, aku ingin menjadi tempat kamu berbagi," ucap Ferrel dengan suara yang lembut.

Marsha memandang Ferrel dengan mata yang berbinar, merasa terharu dengan kata-kata Ferrel. "Aku tahu, rel. Aku hanya tidak ingin kamu memikirkan masalahku sendiri," ucap Marsha dengan suara yang lembut.

Ferrel memperhatikan Marsha yang tersenyum, dan merasa sedikit lega. "Cha, aku nggak akan membiarkan kamu memikirkan masalahmu sendiri. Aku akan membantu kamu, aku akan menjadi tempat kamu berbagi," ucap Ferrel dengan suara yang lembut.

"Makasih ya sayang tapi aku bentaran kok, aku lagi nggak mikirin apa-apa" bohong Marsha .

"Yaudah kalau kamu  emang lagi gak ada masalah apa pun atau kamu belum siap cerita sama aku , tapi kalau kamu ada masalah cerita ya sama aku jangan buat aku sebagai pasangan tidak ada gunanya karena aku mau kamu berbagi segala keluh kesah kamu sama aku"ucap ferrel dengan suara lembut sambil memegang kedua tangan Marsha.

"Iya rel, yaudah kalau gitu ayo kita lanjut ke sekolah kalau nggak nanti kita  telat masuk nya " ucap Marsha .











Kini ferrel dan Marsha sudah sampai di sekolah dengan tepat waktu.saat sampainya  di parkiran sekolah sudah ada seseorang yang sedang menunggu ferrel di parkiran.

"Selamat pagi ferrel" ucap flora sambil tersenyum kepada ferrel tapi tidak di tanggapi oleh ferrel .

"Cha, udah nih ayo kita masuk ke dalam " ucap ferrel sambil menggandeng tangan Marsha dan tidak menanggapi ucapan flora .

"Iya rel,ayo" ucap Marsha mengikuti ferrel .

Saat ferrel dan Marsha akan berjalan menuju koridor sekolah, flora memanggil ferrel kembali.

"Ferrel, tunggu!" ucap Flora dengan suara yang keras, membuat Ferrel dan Marsha berhenti berjalan.

Ferrel memperhatikan Flora yang sedang memanggilnya, dan merasa sedikit tidak nyaman. "Apa?" tanya Ferrel dengan suara yang datar.

Flora memperhatikan Ferrel yang tersenyum, dan merasa sedikit gembira. "Aku mau ngomong sesuatu sama kamu tapi berdua aja boleh kan ," ucap Flora dengan suara yang ceria.

Ferrel memperhatikan Flora yang tersenyum, dan merasa sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan Flora dan dengan situasi yang sekarang."kalau mau ngomong, ngomong aja sekarang disini" ucap Ferrel dengan suara yang datar.

"Nggk bisa ferrel, aku maunya kita ngomong berdua di belakang sekolah, soalnya ini penting banget " ucap flora serius .

"Yaudah kalau lu ngk mu ngomong disini, kalau gitu gw pergi " ucap ferrel yang kini menarik tangan marsha kemudian berjalan menuju koridor sekolah, meninggalkan Flora yang masih berdiri di parkiran sekolah. Flora memperhatikan Ferrel dan Marsha yang pergi, dan merasa kesal  dengan kepergian mereka.

"Ferrel, pokoknya nanti bel istirahat temuin aku di belakang sekolah nanti" ucap Flora dengan suara yang keras, tapi tidak di  tanggapi oleh ferrel.



"Rel, kamu nggak mau dengerin dulu apa yang mau diucapkan Flora?" tanya Marsha dengan suara yang lembut.

"Nggak usah, Cha. Nggakpenting juga," jawab Ferrel dengan suara yang datar.

"Tapi, rel..." Marsha mencoba membujuk Ferrel untuk mendengarkan Flora.

"udah, nggak ada tapi-tapian. Sekarang ayo, aku antar kamu ke kelas kamu dulu, baru aku pergi ke kelas ku. Nanti kalau lama kita telat masuk kelasnya," ucap Ferrel sambil menarik tangan Marsha dan berjalan menuju kelas.











.
.
.

.

.

Sekian dari cerita saya terima kasih sudah membaca sekali lagi Jagan lupa vote, komen dan follow

Perjodohan  [ fresha] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang