.
.
.
1 Tesalonika 5:17 (TB) Tetaplah berdoa.
Jadi kita harus tetap berdoa gimana pun keadaan kita semua ya sayang ku
.
.
.
Pagi harinya ferrel datang ke. rumah marsha untuk berangkat bareng ke sekolah. Marsha sedang bersiap-siap di dalam rumah, sementara Ferrel menunggu di luar dengan sepeda motornya.
Marsha keluar dari rumah dengan senyum manis dan lebar . Ferrel tidak bisa tidak memandangnya dengan penuh kasih sayang.
"Hai, cantik," kata Ferrel sambil tersenyum dan membuka helmnya.
Marsha tertawa dan membalas senyum Ferrel. "Hai, juga ganteng," katanya sambil berjalan menuju Ferrel.
Ferrel mengulurkan tangannya dan membantu Marsha naik mengunakan helm dan naik ke sepeda motor. Marsha duduk di belakang Ferrel dan memeluk pinggangnya.
"Aku udah siap," kata Marsha sambil memencet pinggang Ferrel dan dengan senyum yang tidak luntur sedari tadi.
Ferrel tersenyum melihat senyum Marsha dari kaca spion motor ferrel dan memulai menghidupkan mesin sepeda motornya.
"Eh, mami sama papi kemana Cha tumben gak keliatan? Aku mau izin dulu sebelum kita berangkat" Ferrel
"Mami sama papi lagi pergi ke luar kota jadi aku sama grecie yang tinggal berdua" Marsha
"Loh, kok kamu enggak ngabarin aku kalau mami sama papi pergi ke luar kota Cha?" Ferrel
"Aku gak enak ngasi tau sama kamu, lagi pula kan kamu semalam lagi ngumpul sama anak-anak jadi pasti kamu lagi sibuk kan" Marsha
"Iya, tapi kau lebih penting Cha ,kalau kamu ngabarin aku mami sama papi kamu pergi kan biar aku datang ke rumah mu,dan Aku senang kamu berpikir seperti itu, Cha. Tapi aku tidak ingin kamu merasa khawatir. Aku akan selalu menjagamu, tidak peduli apa pun yang terjadi." Ferrel
Marsha tersenyum dan memeluk pinggang Ferrel lebih erat. "Aku tahu, rel. Aku percaya kok sama kamu akan selalu menjagaku. Tapi yah penting aku ngak papa kan lagi pula kan ada mang Agus yang jaga di depan "marsha
Ferrel tersenyum dan memandang Marsha melalui kaca spion.
"Iya, Cha. Aku tahu ada Mang Agus yang jaga di depan. Tapi aku masih ingin menjagamu sendiri. Aku tidak ingin ada apa-apa yang terjadi pada kamu."ferrel
Marsha tertawa dan memeluk pinggang Ferrel lebih erat. "Aku tahu, rel. Aku merasa aman dengan kamu. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku akan selalu berhati-hati."marsha
Ferrel tersenyum dan memulai berjalan. "Baiklah, cantik nya aku, aku yakin kamu bisa menjaga diri kamu juga tapi setidak ngabarin aku mau sesibuk apa pun aku pasti, aku bakalan datang ke rumah kamu, Cha," kata Ferrel sambil memandang Marsha melalui kaca spion.
Marsha tersenyum dan memeluk pinggang Ferrel lebih erat. "Aku tahu, rel. Aku percaya kamu akan selalu ada untuk aku. Terima kasih, Ferrel sayang ku," katanya sambil memandang Ferrel dengan penuh kasih sayang.
Ferrel tersenyum dan memijat tangan Marsha yang memeluk pinggangnya. "Aku akan selalu ada untuk kamu, Cha. Aku janji," katanya sambil memandang Marsha dengan penuh cinta.
"Aku juga bakalan selalu ada buat kamu rel apa pun keadaannya" Marsha
"Yaudah kalau gitu kita berangkat sekarang ya cha soalnya kita udah mau telat" ferrel
Mereka kemudian berangkat ke sekolah, dengan angin pagi yang sejuk dan matahari yang bersinar cerah. Marsha merasa bahagia karena bisa berangkat sekolah bersama Ferrel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
No Ficción*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)