BAB 29

887 70 2
                                        

Setelah pulang sekolah ferrel mengantar Marsha terlebih dahulu ke rumahnya. karena tiba-tiba ferrel ada urusan mendadak.

Saat memasuki rumah Marsha di panggil oleh papinya dan di situ ada kedua orang tua yang Marsha tidak kenal.

"Syalom! Pi, mi" Marsha

"Syalom sayang,meng sini dulu ada yang mau papi sama mami bicarakan sama kamu"papi gracio

"Iya ada apa Pi" ucap Marsha sambil berjalan menuju gracio dan yang lain.

"Perkenalkan diri kamu sama  om  dan tante  dulu sayang" papi gracio

"Iya Pi, perkenalkan om, tante nama aku Marsha nasihfa Harlan " ucap marsha

"Iya sayang salam kenal, cantik banget sih kamu" ucap wanita itu sambil tersenyum kepada marsha.

"Makasih tan" marsha

"Papi, om sama tante ini siapa ?" tanya Marsha dengan penasaran, sambil memandang Om  dan Tante .

Papi Gracio tersenyum dan duduk di sebelah Marsha. "Om  dan Tante  adalah teman lama kami waktu SMP sampai sekarang, sayang. Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kami, dan kami ingin kamu berkenalan dengan mereka."papi gracio

Mami Marsha juga menambahkan, "Iya, sayang kamu harus kenalan sama Om  dan tante "mami Shani

"Sha papi sama mami dan om sama tante  mau ngomong serius sama kamu" ucap gracio dengan nada yang tegas.

"Ih, papi jangan gitu ngomong nya nya meng takut" Marsha

"Maaf ya sayang "

"Iya Pi, jadi papi, mami, om , sama tante mau ngomong apa sama Marsha"

"Meng kan tahu kalau papi sama mami selalu inginkan yang terbaik buat kamu kan?. Apa lagi ini untuk masa depan kamu syang " Ucap papi gracio dengan nada yang serius

Marsha yang mendengar kan ucap gracio sedikit khawatir.

"Terus apa hubungannya sama om  dan tante ini  Pi?" Tanya Marsha

"Jadi kedatangan om  dan tante ini  disini, ingin menjodohkan kamu dengan putra nya sayang " mami shani

"Haa"

Marsha terkejut dan tidak percaya apa yang didengarnya. "Di jodohkan mi, Tapi kan aku udah ada pacar mi, Papi sama mami kan udah setuju kalau aku sama pacar aku ! Kok sekarang kalian menjodohkan meng, meng gak mau yah Pi dijodohkan sama orang yang gak meng cintai" protes Marsha dengan nada yang khawatir dan bingung.

Papi Gracio menatap Marsha dengan mata yang serius. "Marsha, kamu harus memahami bahwa ini adalah keputusan yang telah kami ambil untuk masa depan kamu. Kamu tidak memiliki pilihan lain."papi gracio

Marsha merasa seperti dunianya telah runtuh. Ia tidak bisa membayangkan dirinya menikah dengan seseorang yang tidak ia kenal. "Tapi, Papi... aku tidak bisa! Aku tidak mau menikah nanti nya sama orang yang tidak aku cintai, pokonya Marsha mau nya nanti Marsha nikah nya  sama orang yang Marsha cintai bukan di jodohkan kaya gini pi" kata Marsha dengan nada yang putus asa.

"Kami mohon ya syang ini adalah salah satu impian om sama papi kamu supaya suatu saat nanti jika kami memiliki anak, kami akan menjodohkan nya" ucap seorang lelaki

Marsha merasa seperti ia sedang terjebak dalam sebuah mimpi buruk. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menghindari nasib yang telah ditentukan untuknya.

Karena Marsha yang sudah sangat sedih dan kecewa dia langsung meninggalkan tempat itu dan berlari menuju kamarnya dan menguncinya.

"Arghh... Ahh" teriak Marsha

"Kenapa-napa harus gini sih, dulu aja papi sama mami setuju aja hubungan aku sama ferrel kok sekarang mereka malah kaya gini" gumang Marsha sambil menangis

"Aku ngak mau di jodohkan  aku mau nya sama ferrel , hiks...hiks" tangis Marsha yang semangkin pecah

Marsha terus menangis dan merenungkan tentang keputusan orang tuanya. Ia merasa seperti dunianya telah runtuh dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menghindari nasib yang telah ditentukan untuknya.

Saat itu, terdengar suara ketukan di pintu kamar Marsha. "Marsha, sayang... buka pintu, ya?" ucap Mami Shani dengan nada yang lembut.

Tapi Marsha tidak menjawab dan terus menangis. Ia merasa seperti tidak bisa lagi percaya pada orang tuanya.

Mami Shani mencoba lagi untuk mengajak Marsha berbicara, tapi Marsha tetap tidak menjawab. Ia merasa seperti sedang terjebak dalam sebuah mimpi buruk yang tidak bisa ia tinggalkan.

Karena Marsha yang tidak menjawab panggilan Shani. Shani memutuskan untuk turun kebawah saja dan memberikan waktu ruang untuk Marsha lebih tenang.

"Gimana mbak Marsha " tanya wanita itu kepada mami Shani

"Ya gitu dia masih kecewa dengan keputusan yang kita buat tiba-tiba ini" mami shani

"pi, aku khawatir sama Marsha. Dia terlihat sangat sedih dan kecewa," kata Mami Shani kepada Papi Gracio di ruang tamu bersama yang lain.

Papi Gracio mengangguk dan memandang ke atas, ke arah kamar Marsha. "Aku tahu, aku tahu. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Kami hanya ingin yang terbaik untuknya," kata Papi Gracio dengan nada yang khawatir.

"Tapi mas-" mami Shani.

"Udah gak usah terlalu dipikirkan biarkan aja dulu Marsha nya tenang baru nanti kita ngomong lagi sama dia " papi gracio

"Iya Pi" mami Shani

"Yaudah kalau gitu kita pulang dulu ya cio, shan semoga Marsha bisa menerima ini semua nya ya " ucap lelaki itu

"Iya bro,yaudah kalau gitu ayo biar ku anter sampai depan " papi gracio

"Kami pulang dulu ya mbak "

"Iya hati-hati "mami Shani






.
.
.
.
.
Bersambung....

Kira' siapa orang yang akan dijodohkan oleh Marsha .

Sampai jumpa .

Perjodohan  [ fresha] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang