Selamat membaca semuanya gimana kalian nunggu cerita author apa nggak nih😁.
.
.
.
.
.
Kini ferrel, Marsha dan juga yang lain kini pergi ke suatu tempat untuk melakukan kegiatan sosial.
Ferrel, Marsha, dan timnya tiba di sebuah tempat yang terletak di pinggiran kota, dengan bangunan-bangunan sederhana dan jalan-jalan yang tidak terlalu ramai. Mereka keluar dari mobil dan mulai mempersiapkan diri untuk melakukan kegiatan sosial.
"Kita disini aja sekali-kali udah lama juga kita nggak bagi-bagiin makanan disini "ucap ferrel menyuruh anak buah nya untuk berhenti.
"Oke, bos" all jmt
Saat mereka sampai juga disana sedang ramai para pemulung, pengemis dan orang-orang lain yang kurang mampu sedang istirahat.
"Selamat siang, Ibu, Bapak, dan adik-adik," ucap Ferrel dengan senyuman yang manis dan mata yang berkilau. "Kami datang kesini hari ini untuk membagikan sedikit rejeki, sebuah makanan yang sederhana, namun penuh dengan cinta dan kepedulian kami kepada Bapak, Ibu, dan adik-adik." Ferrel berbicara dengan suara yang lembut dan penuh kasih, membuat Marsha merasa terharu.
Marsha memandang Ferrel dengan mata yang berbinar, merasa kagum dengan kepedulian dan kasih sayang yang Ferrel tunjukkan kepada orang lain. "Mohon diterima dengan senang hati, ya," lanjut Ferrel, sambil menyerahkan makanan kepada Ibu dan Bapak.
Senyuman Ferrel membuat Marsha merasa seperti berada di dalam sebuah mimpi yang indah. Ia merasa bahwa Ferrel adalah orang yang sangat istimewa, yang tidak hanya peduli dengan dirinya sendiri, namun juga dengan orang lain. Marsha merasa bahwa ia ingin selalu berada di samping Ferrel, merasakan cinta dan kepedulian yang Ferrel tunjukkan kepada orang lain.
Saat marsha sedang bengong memikirkan senyuman yang manis ferrel itu. Tiba-tiba ferrel memanggil Marsha tapi Marsha tidak merespon nya.
Ferrel memanggil Marsha dengan suara yang lembut, "Cha...Cha...Marsha," sambil melambaikan tangan di depan Marsha. Namun, Marsha tetap saja masih bengong, tidak merespon panggilan Ferrel.
Ferrel tersenyum dan memanggil Marsha lagi, "Sayang," sambil memegang bahu Marsha dengan lembut. Marsha terkejut dan sadar bahwa Ferrel telah memanggilnya.
Marsha menoleh ke arah Ferrel, mata mereka bertemu, dan Marsha merasa seperti tersengat oleh kilatan listrik. Ferrel tersenyum manis dan memandang Marsha dengan mata yang penuh kasih.
"Aku memanggilmu, sayang," ucap Ferrel dengan suara yang lembut. "Apa kamu baik-baik saja?"
Marsha merasa seperti tidak bisa berbicara, hanya bisa memandang Ferrel dengan mata yang berbinar. Ferrel memegang bahu Marsha dengan lembut dan menariknya ke arahnya.
"Aku khawatir tentang kamu, sayang," ucap Ferrel dengan suara yang penuh kasih. "Kamu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat."
Marsha merasa seperti tersentuh oleh kata-kata Ferrel, dan ia merasa bahwa Ferrel benar-benar peduli dengan dirinya. Ia tersenyum lembut dan memandang Ferrel dengan mata yang berbinar.
"Aku baik-baik aja kok, sayang," ucap Marsha dengan suara yang lembut sambil tersenyum ke ferrel.
"Kalau kamu sakit bilang ya sama aku, aku nggak mau kamu kenapa" ucap ferrel sambil merangkul pinggang Marsha .
"Iya sayang ku, yaudah kalau gitu ayo kita bagikan juga makannya " Marsha
"Eh, kalau kamu sakit kamu duduk aja, biar aku sama anak-anak aja yang bagikan makanya "ucap ferrel yang khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
Literatura Faktu*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)