### Keesokan paginya...
Suasana sekolah kembali ramai seperti biasa. Di antara hiruk-pikuk suara murid yang berlarian dan tawa teman-teman di koridor, **Marsha berjalan pelan** sambil memeluk buku di dadanya. Pandangannya lurus ke depan, tapi pikirannya masih berputar pada kejadian di taman semalam - tatapan Ferrel, genggaman Flora, dan rasa nyeri yang muncul di dadanya meski ia berusaha terlihat kuat.
"Sha!" suara lembut memanggilnya dari belakang.
Kathrin, ashel, jessi, dan muthe menghampiri marsha, napasnya sedikit tersengal. "Lo nggak apa-apa, kan? Tadi pagi di grup rame banget... katanya lo ketemuan lagi sama Ferrel."
Marsha tersenyum kecil. "Iya, gue ketemu. Dia udah mulai inget sedikit... tapi ya, masih samar."
Kathrin, ashel, muthe dan jessi menatapnya khawatir ke arah marsha. "Dan Flora?"
"Masih sama," jawab Marsha pelan. "tapi gue nggak akan mundur pernah untuk mundur."
"Bagus sha jangan pernah mau mundur untuk dapat cinta lu kembali lu harus semngat kita semua ngedukung lu" Ucap ashel dengan semangat
---
### Di kelas...
Ferrel duduk di bangkunya, menatap keluar jendela. Pandangannya kosong, tapi jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja - tanda pikirannya sedang kacau.
Flora duduk di sebelahnya, memperhatikan setiap gerakannya dengan cemas tersamar.
"Rel, fokus dong. Kita ada tugas kelompok hari ini," ucap Flora manja.
Ferrel menoleh sebentar, tersenyum tipis. "Iya, maaf. Aku cuma mikirin sesuatu."
Saat itu, **pintu kelas terbuka** - Marsha masuk dengan langkah tenang. Ia duduk di tempat biasa, tepat di belakang Ferrel dan Flora.
Begitu melihatnya, Ferrel refleks menoleh. Sekilas tatapan mereka bertemu. Ada sesuatu di mata Ferrel - seperti rasa hangat yang familiar, tapi tertutup kabut tebal.
"Rel?" Flora menyentuh lengannya.
Ferrel tersentak kecil. "Eh... iya. Maaf, aku cuma... ngerasa pernah denger tawa dia sebelumnya."
Flora menggertakkan gigi pelan, berusaha tersenyum. "Mungkin cuma mirip aja. Jangan maksain inget yang bikin kepala kamu sakit."
---
### Istirahat siang...
Di kantin, suasana berubah tegang. Semua orang tiba-tiba memperhatikan layar ponsel masing-masing. Suara bisik-bisik mulai terdengar:
> "Eh, itu bukan Marsha sama Ferrel, ya?"
> "Iya deh, tuh videonya. Mereka lagi ribut!"
> "Katanya Marsha yang nyakitin Ferrel duluan."
Marsha yang baru saja duduk dengan Kathrin, jessi, ashel dan muthe tertegun saat notifikasi ponselnya berbunyi. Ia membuka pesan dari nomor tak dikenal.
📩 *"Selamat datang di babak baru, Marsha. - X."*
Lalu videonya berputar:
rekaman lama mereka - Marsha menangis, Ferrel marah dan berkata, *"Udah cukup, Sha! Gue capek sama sifat lo!"*
Video itu dipotong, sehingga terlihat seperti Marsha-lah penyebab semuanya.
"Gila, siapa yang nyebar ini semua... gw gak terima marsha di giniin" gumam jessi marah tak terima sahabat nya di tuduh seperti itu.
"Gw juga gak terima banget jes, rasanya pengen benget gw cabik-cabik tuh orang yang nyebarin video gak jelas ini" Ucap muthe yang juga kini sedang emosi
"Udah semua nya tenang jangan emosi dulu, kita cari tau dulu siapa pelakunya oke.. " Ucap kak indah menenangkan semua sahabat nya.
Sedangkan marsha dia terdiam, menatap layar. Tangannya bergetar, tapi matanya berubah dingin. "Flora," bisiknya.
---
### Di taman belakang sekolah...
Flora sedang duduk di bangku, pura-pura membaca buku. Tapi senyum kecil di wajahnya tak bisa disembunyikan.
Tak lama, langkah kaki terdengar mendekat cepat - Marsha berdiri di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
Saggistica*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)