Selamat membaca jangan lupa vote and komen di atas langit..
Skip...
Setelah ferrel mengater marsha ke rumahnya , ferrel langsung kembali ke rumahnya.
"Syalommm... Ferrelll... Pulangg... " Teriak ferrel sambil masuk ke dalam rumah.
"Astaga yah Tuhan ferrel suaranya itu loh jangan teriak-teriak kaya lagi di alam bebas aja kamu ini" Ucap bunda chika sambil keluar dari dapur.
"Heheh 😅bunda maaf kebablasan" Ucap ferrel sambil tersenyum ke arah bubda chika.
"Terus aja gitu kalau ngak kebablasan, yah sengaja kan sayang " Ucap bunda chika sambil memasang wajah yang sedikit tidak bersahabat.
"Hehehe sekali lagi maaf yah bun, kalau gitu ferrel ke atas dulu yah bun"Ferrel buru-buru naik ke tangga sambil cengar-cengir. Tapi baru juga satu langkah kaki kanannya menginjak anak tangga ketiga, suara papi Gracio terdengar dari ruang tamu.
"Rel! Itu sepatu taro dulu yang bener, jangan ditinggal di depan pintu. Rumah ini bukan lapangan bola!" seru ayahnya.
Ferrel yang sudah hampir lari ke atas, berhenti sebentar, menoleh ke belakang sambil mengangkat alis.
"Aduh, ketahuan lagi…" gumamnya pelan.
Bunda Chika yang masih berdiri di dapur menahan tawa sambil nyaut, "Kalau dibilangin satu kali aja, bisa nggak sih langsung beres? Jangan nunggu ditegur dua kali dulu baru nurut."
Dengan wajah setengah kesal tapi kocak, Ferrel melangkah turun lagi, merapikan sepatunya di rak.
"Udahh… udahh… beres kan? Tenang, Rel anak yang patuh kok, hehe."
Ayah aran hanya geleng-geleng sambil membuka koran.
"Anak patuh apanya, tiap hari ada aja ulahmu."
Ferrel pura-pura menutup telinga lalu melompat naik tangga dua anak tangga sekaligus.
"Bun, Pi! Ferrel udah insaf, beneran. Besok-besok lebih rapi kok. Sekarang Rel mau istirahat dulu, capek abis nganter calon mantu kalian pulang." teriaknya dari tangga.
Bunda Chika langsung menoleh cepat, menyipitkan mata.
"Eh eh, ini anak! Belum jadi aja udah berani ngomong begitu!"
Ayah aran malah terkekeh pelan."Wajar, Bun. Namanya juga lagi kasmaran. Biarlah, siapa tahu makin rajin kalau dipacu begitu. Lagi pula dulu juga kita gitu kan"
Dari atas, terdengar suara Ferrel ngakak, "Hahaha, makasih yah, akhirnya ada yang bela aku juga!"
Tak lama, terdengar suara pintu kamar Ferrel ditutup *bruk!* — disusul suara jatuh kecil, "Aduh!" karena ternyata dia kepleset karpet pas mau masuk kamar.
Bunda Chika cuma geleng-geleng, lalu berseru, "Astaga, anak ini bisa nggak sih sehari aja nggak bikin heboh?"
Di kamar, Ferrel langsung ngelempar badannya ke kasur.
“Hhh… akhirnyaaa! Bebas dari ceramah pagi–siang–malam,” gumamnya sambil mainin HP.
Layar HP-nya nyala, ada notif chat dari **Marsha 💕**.
> *“Udah nyampe rumah?”*
Ferrel langsung senyum-senyum sendiri. Ia buru-buru bales:
> *“Udah dong, calon istri ku 😎✌️”*
Tak butuh waktu lama, balasan dari Marsha muncul.
> *“Ih Rel! Jangan ngomong gitu, malu tau. Apalagi kalo didenger orang rumah kamu 😳”*
Ferrel ngakak pelan sambil guling-guling di kasur. “Udah denger malah, Sha. Bundaku langsung ngegas barusan, hahaha.”
Marsha:
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
Non-Fiction*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)