Selamat membaca..... Btw kalian nungguin gak author up...
..
Bunda Chika tampak terkejut, tapi wajahnya langsung berseri. "Astaga, Flora! Bunda sehat, sayang. Kamu gimana? Kapan baliknya ke sini?"
Flora tersenyum kecil. "Aku sehat juga kok, Bun. Udah beberapa bulan ini aku di sini, cuma belum sempat main ke rumah Bunda."
"Lho, kenapa gak mampir, Sayang? Bunda kangen tau sama kamu," ucap Bunda Chika sambil tertawa lembut.
"Hehe, maaf, Bun. Aku sibuk banget akhir-akhir ini, jadi belum sempat. Tapi nanti kalau ada waktu, aku janji mampir ke rumah Bunda, ya."
Bunda Chika mengangguk dengan senyum hangat. "Iya, gak apa-apa. Yuk, masuk dulu, jangan ngobrol di depan pintu aja."
"Iya, Bun." Flora melangkah masuk perlahan ke dalam ruangan rawat Ferrel.
Begitu pandangannya jatuh pada sosok yang terbaring di ranjang, langkahnya langsung terhenti. Wajahnya berubah sendu. Ferrel terlihat begitu lemah - dengan infus di tangan dan alat bantu pernapasan di sisi tubuhnya.
Dengan langkah pelan, **Flora** mendekat ke ranjang. Matanya mulai berkaca-kaca saat melihat kondisi **Ferrel** yang masih terbaring lemah. Tanpa ragu, ia menggenggam tangan Ferrel yang tidak sedang dipegang **Marsha**, jemarinya bergetar lembut.
"Rel..." suaranya nyaris berbisik, sarat emosi. "Kamu kok bisa sampai begini, sih? Aku khawatir banget waktu dengar kamu kecelakaan." Ucapnya lirih sambil menahan isak.
Marsha yang duduk di sisi lain ranjang, hanya bisa memandangi pemandangan itu dengan dada bergetar menahan emosi. Bibirnya mengatup rapat.
*"Ngapain sih dia pegang-pegang tangan Ferrel? Sok dekat banget... Dan kok Bunda juga keliatannya akrab banget sama Flora?"* batinnya penuh rasa kesal dan curiga.
Di sisi lain ruangan, **Ashel** yang memperhatikan dari jauh mencondongkan tubuh ke arah **Aldo**, lalu berbisik pelan,
"Dih, si Flora kok megang tangan Ferrel gitu sih? Sayang Kaya yang pernah punya hubungan aja."
Aldo menatap sekilas ke arah mereka, lalu membalas dengan suara rendah,
"Emang iya, sayang. Flora sama Ferrel dulu pernah pacaran. Tapi ya... gara-gara satu hal, mereka akhirnya putus."
Ashel membelalakkan mata, menatap Aldo dengan wajah kaget.
"Serius? Kok aku baru tahu sih, sayang?"
Aldo hanya mengangkat bahu pelan. "Ya, emang nggak banyak yang tahu, palingan yang tau kita-kita aja sama ayah, bunda dan enzo. Dulu mereka nutupin rapat-rapat."
"Tapi kan mereka dah putus do, shel. flora juga kan udah tau kalau Marsha ferrel pacaran kok di berani banget megang tangan ferrel di depan Marsha" Ucap khartin ikut nimbrung.
"Betul tuh khat gw juga heran ngeliatnya, tapi sumpah yah rasanya gw pengen ngelabrak dia saat ini juga soalnya gw gak Terima ngeliat sahabat gw sakit hati" Jessi.
"Gw juga gak Terima liat marsha sakit hati jes, rasanya mau gw jambak aja." Muthe
Indah yang melihat Sahabat-sahabatnya yang mulai emosi nya tidak terkendalikan hanya menghela napas, matanya menatap ke arah marsha seolah mencari kata yang tepat. "Tenang, semuanya. Kita harus pikirin yang terbaik buat Marsha dulu. Nggak usah langsung meledak di sana - nanti makin runyam. Kita urutinnya: bawa Marsha keluar dulu, biar dia bisa tenang, terus kita datengin si Flora. Dengan kepala dingin."
Jessi masih menggenggam gelas dengan tangan gemetar. "Gue nggak bisa jamin gue bakal tenang, kak. Tapi iya sih... kalo kita kalem dan rapi, mungkin Flora juga mau dengerin penjelasan. Tapi kalo dia tetep berani-beraninya di depan Marsha, gue janji deh-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
Não Ficção*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)