Selamat membaca...
“FLORA!!!”
Teriakan Fiorenzo menggema di tepi danau, suara yang cukup membuat burung-burung di pepohonan terbang ketakutan.
Flora tersentak. Balok di tangannya hampir terjatuh.
Marsha yang masih memeluk Ferrel menoleh, napasnya tersengal.
“Bang Fio… t-tolong…”
Tapi Fiorenzo tidak menjawab Marsha.
**Tatapannya terkunci pada Flora.**
Tatapan yang tidak pernah Marsha lihat sebelumnya — marah, gelap, dan mematikan.
Fiorenzo melangkah cepat.
Setiap langkahnya berat dan penuh amarah yang ditahan.
“Lu…” suaranya rendah, tapi bergetar.
“Apa yang LU LAKUIN ke Ferrel?”
Flora mundur selangkah.
“A-a… itu bukan salah gue! Harusnya—harusnya itu buat Marsha! Ferrel yang tiba-tiba—”
“JADI ITU BENERAN LU!?” Fiorenzo membentak keras.
Wajahnya merah, rahangnya mengeras, dan tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih.
Marsha memekik, “Bang! Jangan! Ferrel pingsan, kita harus—”
Tapi Fio sudah tidak mendengar apa pun.
Ia benar-benar kehilangan kontrol.
---
Flora yang Terpojok merasa Panik & Terpojok seketika Flora mengangkat besi yang ditanganya lagi, berusaha terlihat berani meski tangannya gemetar hebat.
“J-jangan deket-deket gue, Fio! Lu pikir gue takut sama lu!? Gue lakuin ini semua karena—karena gue SAYANG sama Ferrel!!”
Fiorenzo tertawa kecil, tapi tawa itu dingin dan penuh jijik.
“Sayang?”
“Sayang model apaan yang hampir bunuh dia, hah!?”
Flora terdiam.
Mulutnya terbuka, tapi tak ada kata yang keluar.
Fiorenzo mendekat cepat.
Flora panik.
“Jangan! Gue bilang jangan negdekat fio—!”
Besi itu diayunkannya ke arah Fiorenzo.
Tapi Fio menangkapnya dengan satu tangan.
Kuat.
Tegas.
Tak tergoyahkan.
“Gue udah sabar dari dulu…” suaranya dalam, penuh ancaman.
“Tapi lu… nyentuh Marsha…”
Dan ia menarik besi itu.
“Sekarang lu hampir bunuh adek gw Ferrel.”
Besi itu terlepas dari tangan Flora dan terpelanting jauh ke rumput.
“GUE GAK AKAN BIARIN LU LARI LAGI.”
“gw… gw cuma mau dia balik ke gw lagi…”
Air matanya mengalir, tapi kacau, tidak stabil.
“Kenapa semuanya harus salah…? Ferrel harusnya milik gw! Dia harusnya sama gw! BUKAN SAMA DIA!!!”
Ia menunjuk Marsha dengan tangan gemetar.
Marsha hanya memeluk Ferrel lebih erat, tubuhnya menggigil ketakutan.
Fiorenzo melihat itu…
Dan sesuatu di dalam dirinya meledak.
Ia meraih kerah hoodie Flora dan mengangkatnya kasar.
“LU LIAT MARSHA SAMPai NANGIS KETAKUTAN.”
“LU LIAT FERREL SAMPAI TERLUKA!”
“Dan lu masih ngomongin cinta!?”
Flora menatap Fio dengan mata kosong, seakan akalnya sudah terputus.
“Kalau gue gak bisa dapetin dia… gak ada yang boleh…”
Suaranya berubah dingin.
“…terutama Marsha.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
No Ficción*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)