"Selamat membaca, semuanya! Jika kalian ingin memberikan sedikit dukungan kepada author, silakan cek link di bio. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya!"
.
.
.
.
Marsha merasa tidak nyaman dengan kata-kata pria itu dan mencoba untuk menghindarinya. Tapi, pria itu terus mengikuti dia dan tidak mau meninggalkannya. Marsha merasa semakin tidak nyaman dan mencoba untuk mencari ferrel. Dia ingin ferrel segera keluar dari toilet dan membantunya menghadapi pria itu.
Marsha sudah menyuruh supaya dia tidak mengganggunya lagi tapi pria itu terus saja mengoda Marsha . Saat Marsha akan pergi pria itu menahan tangan Marsha dengan kuat supaya tidak pergi .
Pria itu tidak mau melepaskan tangan Marsha, bahkan dia semakin menggenggamnya dengan kuat. Marsha merasa kesakitan dan mulai merasa takut. Dia mencoba untuk melepaskan tangan nya, tapi pria itu terlalu kuat.
"Aduh, plis lepasin tangan gw! Aku tidak ingin berbicara dengan kamu lagi!" ucap Marsha dengan suara yang keras dan takut.
Pria itu tidak mau mendengarkan Marsha dan terus saja menggenggam tangannya. Marsha merasa semakin takut dan mencoba untuk mencari bantuan. Dia melihat sekitarnya dan mencari Ferrel, tapi Ferrel masih belum keluar dari toilet.
Tiba-tiba, Marsha mendengar suara Ferrel yang keras dan tegas. "Woi, apa yang lu lakukan?! Lepaskan tangan dua sekarang juga!" ucap Ferrel dengan suara yang keras dan takut.
Pria itu terkejut dan langsung melepaskan tangan Marsha. Marsha merasa lega dan segera berlari ke arah Ferrel. "Ferrel, aku takut! Aku mau pergi dari sini" ucap Marsha dengan suara yang takut dan lega sambil menangis .
Ferrel memeluk Marsha dengan erat, menahan tubuhnya yang gemetar dengan lembut. "Sekarang aku udah ada di sini, Cha," ucap Ferrel dengan suara yang lembut dan menenangkan. "Jadi kamu sekarang tenang ya, aku ada di sini untuk melindungi mu."
Marsha merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran Ferrel. Dia memeluk Ferrel dengan erat, menikmati kehangatan dan keamanan yang diberikan oleh Ferrel. "Aku takut, Ferrel," ucap Marsha dengan suara yang pelan dan gemetar.
Ferrel memeluk Marsha dengan lebih erat, mencoba untuk menghilangkan rasa takutnya. "Aku ada di sini, Cha," ucap Ferrel dengan suara yang lembut dan menenangkan. "Aku tidak akan membiarkan kamu terluka lagi. Kamu aman sekarang."
Marsha merasa sedikit lebih tenang dengan kata-kata Ferrel. Dia memandang Ferrel dengan mata yang penuh kasih sayang, merasa bahwa Ferrel adalah satu-satunya orang yang bisa melindunginya. "Aku percaya padamu, Ferrel," ucap Marsha dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang.
Setelah Marsha sudah tenang, ferrel langsung menghampiri pria itu dengan tatapannya yang sangat tajam. Pria itu melihat ferrel sangat ketakutan karena dia sudah salah orang untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan.
"Maksud lu apa ganggu dia" ucap ferrel dengan suara yang tegas dan tatapan nya yang tajam.
"Ma, ma-maaf bos gw nggak tau kalau itu pacar lu" ucap pria itu ketakutan.
Ferrel mengambil napas dalam-dalam, matanya berkilat dengan kemarahan yang tidak terkendali. "Maaf lu bilang, lu dah buat pacar gw ketakutan bangsat!" ucap Ferrel dengan suara yang keras dan menakutkan.
Dengan gerakan yang cepat dan tepat, Ferrel memukul bagian perut pria itu dengan kekuatan yang luar biasa.
Buk...!
Pria itu berusaha untuk menahan rasa sakit yang ada di pertunya, tapi tidak bisa. Dia memohon ampun dengan suara yang tergagap-gagap.
"Ahk... Ampun bos... gw gak bakalan
ganggu pacar lu lagi...!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [ fresha]
Non-Fiction*seorang yang di jodohkan orang tuanya akan tetapi dia menolak perjodohan itu karena dia takut tidak dapat melanjutkan cintanya kepada seseorang. * * * * * " gue ada pantun nih temen - temen baca ya" * pergi ke pasar membeli merica ...
![Perjodohan [ fresha]](https://img.wattpad.com/cover/380104769-64-k129857.jpg)