Chapter 53

950 15 1
                                        

Happy Reading All🤍

Hari sudah berganti, kini Varez dan Vellyn sudah berada di rumah mereka. Tidak enak jika terus menerus menginap di rumah orang tuanya.

Pagi hari ini, Vellyn sudah bersiap dengan pakaian joggingnya. Ia berniat untuk berlari pagi bersama sahabatnya, namun mereka belum kunjung membalas pesannya. "mereka ini kemana sih? ngajak jogging tapi jam segini pada gak aktif" gerutunya dengan kesal.

Varez yang baru aja selesai mandi langsung bertanya, "mau kemana sayang? kok udah rapi banget?" tanyanya seraya melihat penampilan Vellyn dari bawah sampai atas. Perempuan itu memakai pakaian joggingnya yang sedikit ketat, sehingga terlihat jelas perutnya yang sedikit buncit.

"gue mau jogging, tapi nih yang lain pada gak on" jawabnya dengan kesal, ia mendudukan tubuhnya di sofa.

"gak usah sama mereka, ayo berangkat sama gua" kata Varez yang sudah siap dengan pakaian santainya. Mendengar itu Vellyn menggelengkan kepalanya. "gue mau jogging Rez, bukan naik motorr" ucapnya sedikit menyentak.

Namun Varez tersenyum, ia mengangguk. "iya gua tau, ayo jogging nya sama gua, jangan sama mereka."

"takutnya nanti ada apa-apa, ada gua kan?" kata Varez meyakinkan Vellyn. Benar juga, ia tidak memikirkan hal itu. Karna sudah terlanjur kesal pada sahabatnya, Vellyn mengirimi pesan kembali di group chat. Lalu setelah itu ia beranjak dari duduknya dan mengangguk.

Mereka berdua pun pergi berjogging bersama, tidak jauh juga dari rumahnya. Di tengah-tengah lariannya, Vellyn merasa sesak dan lelah, hal itu membuat Varez membawanya beristirahat di tukang bubur.

"kita makan dulu aja ya, habis makan kita pulang." kata Varez yang hanya dibalas anggukan oleh Vellyn. Mereka berdua sarapan bersama di temani suasana pagi yang sangat sejuk hari ini.

Tanpa mereka sadari, ada Leon yang melihat interaksi keduanya. Dengan tidak tahu malu, pria itu menghampiri mereka berdua dan ikut duduk di samping Vellyn.

"haii, kalian lagi jogging juga?" tanya Leon menyapa keduanya, tetapi tatapannya pokus pada Vellyn seorang.

Varez yang menyadari akan hal itu memberi kode agar Vellyn berpindah duduk menjadi di sampingnya, perempuan itu pun menurut. Sementara Leon terkekeh pelan melihat tingkah Vellyn yang seperti takut akan dirinya.

Untungnya, Varez sudah sempat menjelaskan tentang Leon padanya, maka dari itu ia sedikit takut jika bertemu dengan Leon sekarang.

"heii Velly, jangan takut kali. Kita juga udah pernah ketemu sebelumnya kan?" ucap Leon dengan terus menatap Vellyn. Karena tidak ingin berlama-lama disana, Varez segera menyimpan uang di atas meja untuk membayar pesanannya yang belum datang, lalu ia menarik pergelangan Vellyn dengan pelan agar pergi dengannya dari tempat tersebut.

"WOYY GUYSS!!! SEE YOU NANTI YA, NTAR LU BERDUA DAPET HADIAH GEDE DARI GUA!!" teriak Leon dengan tertawa melihat mereka berdua yang sudah mulai jauh dari pandangannya.

Sedangkan di perjalanan pulang, Varez terus diam seraya mengontrol emosinya. Vellyn yang menyadari akan itu menggenggam pergelangan tangan suaminya. "Rez, gue gapapa."

Varez menatap Vellyn sekejap, lalu ia meluruskan kembali pandangannya. "(sekarang emang lo baik-baik aja, tapi gua takut nanti dia bakalan berulah lebih jauh, Vell.)" ucapnya dalam hati.

Vellyn menggoyangkan lengan Varez, bertujuan agar lelaki itu tidak terus diam. "Varezz jangan takut, serius deh gue gapapa. Selagi lo ada disamping gue, gue akan baik-baim aja." ucap Vellyn kembali.

Sadar akan itu, Varez menghela napasnya. "ada suatu hal yang belum lo tau Vell, dan itu bikin gua takut akan kehilangan lo."

Vellyn mencerna perkataan Varez itu, ia mengerutkan keningnya. "apa? lo kenapa?"

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang