18. Terlalu Dini Menyimpulkan Rasa Ini

981 53 4
                                        

.

.

.

.

.
Hi i'm back again

.

.

.

.
Enjoy for reading
.

.

Jangan lupa klik tanda bintangnya

.

Walau belum sepenuhnya sembuh Jena harus kembali ke kenyataan, kesibukannya sudah menunggu tidak boleh lama ditinggalkan. Jena harus mengenalkan, mengatur dan laporan karena beberapa mahasiswa suaminya yang kebetulan ikut dalam kegiatan mengajar sukarela. Mengajar di panti tempat dimana Jena mengajar.

Lumayan banyak ada sepuluh mahasiswa yang tertarik ikut mengajar sukarela. Awalnya iseng sih ini, Jena bilang ke Ardi untuk promosikan mengajar sukarelanya. Eh malah pada tertarik, sebenarnya lebih dari itu cuma Jena dan Ardi memutuskan untuk membatasi yang ikut.

Kalau ada bala bantuan seperti ini tidak hanya kelas matematika saja yang Jena buka. Hampir semua mata pelajaran, setiap hari pun berbeda pengajar. Tiap orangnya mendapat 2x jatah mengajar setiap minggunya, fleksibel juga sistemnya.

"Teman-teman perkenalkan ini Bu Ami, beliau pengurus panti ini. Selain ada beberapa pengurus lain, mungkin nanti akan diperkenalkan Bu Irma sekalian room tour. Selamat berlatih ya, tetap jaga nama baik Universitas dan Program Studi kalian. Hitung-hitung mengajar di panti ini sebagai latihan sebelum kalian magang nantinya." ucap Jena

"Baik kalau begitu kami tinggal dulu, silahkan berkeliling bersama Bu Irma." ucap Ami. Setelah perkenalan dan basa basi sedikit, Jena dan Ami pergi untuk berbincang sendiri.

"Mbak Jen, kok dapet bala bantuan banyak banget to?" tanya Ami

"Kebetulan minta promosiin ke suami saya Bu. Waktu itu suami saya cerita kalau ada beberapa mahasiswa yang request untuk tambahan latihan mengajar. Cuma karena waktu dan tempat terbatas jadi ya muncul ide ini. Kalau semakin banyak yang mengajar kan, semakin bagus Bu." jelas Jena

Sebenarnya Program Studi sendiri ada latihan mengajar, cuma per mahasiswa mungkin hanya dapat 1 atau 2 kali saja. Kurang efektif kalau kata Ardi, kalau mau tambahan lagi di area Universitas itu agak susah. Karena kebanyakan ruang sudah terbooking.

"Loh apa ndak pada liburan to Mbak Jen?."

"Ya liburan Bu jatahnya, cuma anak-anak tadi menggunakan jatah libur semester untuk latihan. Mereka mahasiswa tingkat menengah ke akhir Bu,  kemungkinan akan magang semester depan. Hitung-hitung persiapan pribadi, kalau di sini kan ada murid benerannya." ucap Jena

"Begitu rupanya, terimakasih ya Mbak Jen. Oh iya, ayo ikut saya. Mau tunjukkin sesuatu sama Mbak Jena." ucap Ami

Ami menarik tangan Jena ke arah salah satu ruangan. Benar-benar pasrah mengikuti saja Jena, paling mau mengobrol di ruangan sambil menjaga beberapa anak. Tapi ternyata tidak, Jena di ajak ke ruang yang jarang dia masuki.

Life With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang