.
.
.
.
.
.
.
Menjadi sebuah rutinitas setahun sekali di keluarga Jena, mengadakan pengajian untuk kirim doa ke almarhum Ayahnya. Walau ini sudah tahun ke delapan tapi belum pernah putus sama sekali, sudah menjadi komitmen Bundanya. Tanggal dan bulannya tidak pasti, tapi selalu di minggu kedua pada hari sabtu.
Acaranya pengajian sederhana saja, hanya mengundang tetangga sekitar paling satu RT dan tetangga depan rumah. Pengajiannya diselenggarakan habis maghrib, seperti kenduren biasanya. Cuma ini terbuka untuk para ibu-ibu yang ingin datang.
"Masuk duluan ya Nak, langsung ke kamar Kak Key aja. Papa Mama mau menurunkan belanjaan." ucap Ardi pada twins.
Sekalian menjemput twins, Jena dan Ardi juga berbelanja untuk acara. Tidak banyak hanya membeli roti untuk suguhan dan beberapa bahan yang terlupa. Untungnya suaminya libur jadi ya bisa ada yang diajak angkat-angkat.
"Biar aku bantu." ucap seseorang secara tiba-tiba menggambil alih roti yang Jena pegang.
"Ya? Maaf kamu siapa ya? Tetangga baru kah?" tanya Jena, matanya tidak luput untuk menscan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Hehe bukan, temennya Mas Algan. salam kenal aku Rania. Pasti kamu Jena ya, adiknya Mas Algan." ucap Rania sembari mengulurkan tangan.
"Oh temennya Mas Algan to! Iya aku Jena, ini suami aku Mas Ardi." ucap Jena menjabat tangan Rania, seakan paham Jena juga mengenalkan Ardi juga.
"Salam kenal juga, Ardi suaminya Jena. Iparnya Algan, dan 2 anak tadi anak kami. Gamma dan Alpha namanya." ucap Ardi
"Iya tadi sudah berkenalan sebentar tadi. Mereka anak yang lucu dan pintar." ucap Rania
"Ah terimakasih, ayo masuk biar segera dimulai tata menatanya." ucap Jena
"Ayo, mari." ucap Rania jalan terlebih dahulu.
"Mata kamu dikondisikan sayang." ucap Ardi tanpa suara, memperingatkan Jena agar tidak mengintimidasi Rania.
"Pacarnya Mas Algan to?" ucap Jena juga tanpa suara.
"Mana kutahu. Nanti tanya Algan deh sayang." ucap Ardi sambil mengedikkan bahu.
"Kamu aja yang tanya, sekalian sembari beres-bereskan Mas. Biar nanti aku tanya-tanya Mbak Rania aja." ucap Jena
"Anaknya sambil diawasi loh Mas, aku bakal sibuk di dapur soalnya." ucap Jena
"Enggih siap sayang, laksanakan pokoknya." ucap Ardi
Jujur Jena tidak tahu menahu soal Algan punya pacar baru. Ini baru asumsi saja, mana ada kalau hanya seorang teman beda gender bantu membantu di acara temennya. Acara pengajian almarhum ayahnya pula, kalau hanya temen tidak mungkin sampai berani diajak untuk bantu-bantu.
"Mbak Rania udah lama sampai?" tanya Jena
"Belum lama kok, paling 30 menit lalu." ucap Rania
"Bun, ini langsung dimasukin ke kotak snack?" tanya Jena
"Iya, tuh di sebelah meja makan kotak snacknya Jen. Dipungkus plastik hitam ya, sekalian itu yang di meja makan dimasuk-masukin snacknya." perintah Arum
"Ayo kita masukin, kata Tante tadi snack ditatanya nunggu kamu ambil roti Jen." ucap Rania
"Oalah begitu ya, ya udah di meja makan aja Mbak natanya." ucap Jena
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With You
Fiksi UmumSequel dari Dosen Duda Itu Suamiku. ini kisah Jena dan Ardi bersama anak kembarnya.
