25. Dua?

800 49 4
                                        

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat hidup sedang padat-padatnya tidak lupa harus healing pemirsa. Itu yang dilakukan keluarga kecil Ardi sekarang. Walau tidak keluar kota tetap terasa healingnya. Mereka sedang glamping di kawasan hutan pinus.

"Ini beneran jadi, Mas?" tanya Jena sambil menatap twins yang sedang berlarian di depan glamping mereka.

"Jadi lah, kita kan udah diskusi dua mingguan masalah renovasi rumah dan sudah sepakat." ucap Ardi, lalu menyesap kopi hitamnya.

"Tapi ini enggak mendesak banget loh Mas." ucap Jena, Perasaan ragu itu mulai muncul kembali.

"Menurut Mas ini mendesak sekali sayang, Mas ingin kamu enjoy saat hamil. Solusi yang kamu bilang kalau kita pindah ke kamar tamu juga percuma. Khususnya kamu akan juga sering naik turun tangga, keperluan kamu kan semua di kamar kita sayang. Adanya lift itu membantu, kamu tidak akan merasa kecapekan naik turun tangga." jelas Ardi

After Jena dinyatakan hamil, Ardi memang langsung bergerak mencari kontraktor untuk merenovasi rumah. Sudah terpikir menambahkan lift untuk sarana memudahkan gerak Jena di rumah. Pengalaman hamil twins yang harus mengungsi ke kamar tamu, tidak efektif karena ujung-ujungnya juga kembali ke kamar utama. Hari ini lah Ardi menemukan kontraktor yang cocok sesuai dengan kebutuhannya.

"Aku masih kuat ya Mas Ardi, lagian ini hamil satu anak. Uangnya sayang tau mending disisihkan buat keperluan baby." ucap Jena, kembali mencoba bernegosiasi dengan Ardi.

"Jangan memikirkan masalah uang sayangku. Masalah untuk keperluan baby, twins, kamu dan aku sudah ada sendiri. Mas sudah memperhitungkan ini, kalau dimasa tua nanti kita tidak jadi tinggal di tawangmangu maka setidaknya kita tidak terlalu mempersulit anak-anak kita nantinya." jelas Ardi, menenangkan istrinya yang ragu masalah uang.

Kesalahannya Ardi dulu juga, pilih rumah tiga lantai cuma akses dengan tangga. Semakin tua juga merasakan capeknya harus naik turun tangga. Renovasi ini juga untuk mempermudah dirinya juga nanti di masa tua.

"Kita akan pindah ke rumah Mama dan Papa untuk sementara waktu. Pengerjaan paling 1 bulan, tapi mungkin akan lebih karena ada pembersihan rumah dari debu-debu." ucap Ardi

"Apa kita tidak merepotkan Mas? di sana ada Dilan dan Nita loh. Kalau di rumah Bunda juga juga ada Mas Algan dan Keyna. Bukannya bagaimana tapi......" ucap Jena sambil menggaruk kepalanya, mencoba mengingatkan Ardi.

Sebenarnya orangtua atau mertuanya pun tidak akan keberatan kalau mereka menumpang lama. Kesempatan malah untuk quality time bersama cucu-cucunya. Ardi dan Jena juga tidak tutup mata soal pengeluaran, cuma memang tidak ingin merepotkan lebih.

"Kita kontrak rumah aja kalau begitu, Mas nanti tanya deh ke pihak perumahan terdekat ada yang di sewain enggak." ucap Ardi, paham apa yang istrinya maksud.

"Aku bakal berhemat deh nanti, enggak saingan jajan sama twins." ucap Jena, sembari merebahkan diri dan menjadikan paha Ardi bantal.

Jujur saja Jena memang selalu jajan tiap menjemput twins di sekolah. Belum lagi kalau diperjalanan pulang ada jajanan yang membuat kalap mata. Real saingan jajan, jadi Ardi memberi uang saku ke tiga orang tiap harinya.

Life With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang