.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hawa dingin menerpa kulit, seakan mendekap agar tidak beranjak dari atas ranjang. Semakin membuat orang untuk bergelung seperti kepompong. Kegiatan itu juga yang dilakukan Ardi dan Jena, masih bergelung diatas ranjang walau matahari sudah di atas kepala mereka.
Perjalanan lumayan jauh membuat mereka masih bergelung di ranjang lagi. Ardi dan Jena sedang berada di Tawangmangu, merayakan ulangtahun Jena berkedok pacaran berdua. Twins tidak ikut, dua buntut itu diinapkan di rumah Eyangnya.
Rencana ini sebenarnya sudah Ardi rencanakan jauh-jauh hari untuk quality time hanya berdua dengan istrinya. Dirasa momennya pas ya eksekusi saja, tentu dengan ada negosiasi bersama Twins. Selain itu ada bala bantuan yang datang membantua, Dilan dan Nita.
Btw perayaan sederhana sudah dirayakan tadi bersama. Saat bangun dipagi hari tadi Jena diberi kejutan dari anak dan suaminya. Ardi dan twins dengan sangat niat membuat nasi kuning untuknya. Nasi kuning dengan lauk lengkap, sungguh membuat Jena terharu. Walau habis itu shock lihat kondisi dapurnya yang berantakan.
"Mau makan siang apa sayangku?" tanya Ardi, sambil masih mendekap erat Jena.
"Terserah." ucap Jena dengan senyuman tanpa dosanya. Tidak ada nama makanan yang terpikir diotak Jena, memang sedang mengumpulkan nyawa yang masih tercecer.
"Terserah terserah mulu kalau ditanya. Sop mau? Nanti sama goreng tempe dan tahu." ucap Ardi
Seperti biasa mereka selalu mampir dulu untuk belanja kebutuhan dan bahan makanan. Apalagi rencananya mereka akan menginap 3 hari 2 malam di villa. Agak lama memang tapi biarlah tidak sering juga pergi berdua begini.
"Biar kamu tau Mas hehehe, kalau jadi koki juga pusing mikirin masak apa hari ini. Apalagi kalau bahannya tidak sesuai dengan request masakan." ucap Jena santai, mengeluarkan unek-unek terpendamnya. Memikirkan masak apa hari ini saja bikin pusing.
"Mas enggak picky ya, itu dua anak kita yang kaya gitu." ucap Ardi
"Picky enggak cuma kadang seleranya beda, jadi harus masak 3 menu. Ya sudah masak itu aja Mas, enggak usah sepanci besar masaknya." ucap Jena mengingatkan. Kalau tidak nanti bakal porsi hajatan masaknya.
"Iya-iya sayang hehe." Ardi tertawa pelan, memang jadi kebiasaan kalau masak porsi besar di rumah.
"Bentar Mas, tunggu sebentar Jena beresin tempat tidur." Secepat kilat Jena membersihkan lalu langsung menyusul Ardi yang sudah jalan terlebih dulu.
Jena beberapa hari kedepan dibebas tugaskan masalah permasak-masakan. Jadi kegiatan masak akan Ardi yang handle, hitung-hitung menyenangkan hati istri katanya. Simpel tapi langsung tepat sasaran ke hati, makanya makin Jena jatuh cinta. Lebay, biarkan toh bucin sama suami sendiri tidak ada larangan.
"Mas, Twins kamu iming-imingi apa kok mau enggak ikut kita?" Tanya Jena, asli Jena sendiri saja enggak tau apa yang dijanjikan sampai Twins kekeh tidak mau ikut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With You
Narrativa generaleSequel dari Dosen Duda Itu Suamiku. ini kisah Jena dan Ardi bersama anak kembarnya.
