23. Ngidam

844 44 1
                                        

.

.

.

.

.

.

.

.

Planing Jena hari ini gagal total, rencananya mau menyortir barang rumah pun sepertinya tidak akan jadi dilakukan. Tiada angin tiada hujan Jena disuruh untuk menuruti ngidam Nita. Sabahatnya sekaligus iparnya itu tiba-tiba datang ke rumah dengan sekantung belanjaan. Begitu tiba-tiba tanpa ada kabar, langsung sampai di depan rumah Jena dan Ardi.

"Trus aku mbok kon masak opo ki Nit?" ucap Jena (terus aku kamu suruh masah apa ini Nit?).

"Mangut ikan manyung Jen. Please ya, ngidam banget mangut masakan kamu tau. Sebenarnya dari semalem loh aku ngidamnya. Tapi kata Mas Dilan hari ini aja, enggak enak ganggu malam-malam." pinta Nita

Dulu memang Nita sudah pernah mencoba mangut masakan Jena. Tapi itu sudah lama sekali sebelum sama Dilan juga. Ternyata rasa masakannya masih teringat ingat sampai sekarang.

"Sebanyak ini? Mau ada hajatan RT apa gimana Nit?." ucap Jena sembari membongkari belanjaan Nita. Ada 5 bungkus ikan manyung asap, satu bungkus berisi 5 potong. Berarti ada 25 potong ikan manyung asap.

"Ya enggak papa sih, nanti aku makan di sini. Sisanya nanti buat kamu dan aku bawa pulang ke rumah Mama. Biar Mama tidak repot masak makan malam lagi." ucap Nita 

"Baiklah, ini sedang aja ya Nit. Jangan terlalu pedas kasian kandungan kamu." ucap Jena

Hitung-hitung memang membalas budi juga, saat hamil kan Jena sering merepoti Dilan dan Nita. Walau yang paling banyak Dilan yang direpoti. Masih teringat jelas ngidam kehamilan pertamanya yang membuat Dilan memutari alun-alun. Ronde dengan agar-agar berwarna hijau, sangat bersejarah sekali karena itu ngidam pertama dan terakhir kehamilan pertamanya.

"Baik Budhe, adek ikut Budhe aja." ucap Nita menirukan suara anak kecil sembari mengelus perut buncitnya.

"Budhe masakin tapi jangan rewel ya sayang. Kasian Mama kamu ya, kalau pengen sesuatu yang gampang-gampang aja." ucap Jena sembari mengusap perut Nita.

Kandungan Nita sudah memasuki bulan kelimanya, sudah terlihat buncitnya. Sudah mulai terasa juga tendangan calon keponakannya itu saat diajak komunikasi seperti tadi. Jenis kelamin masih dirahasiakan oleh para iparnya itu.

"Twins mana Jen? Udah pulang sekolah kan ya?" tanya Nita

"Udah, baru aja masuk rumah kita tuh. Lagi ganti baju, paling bentar lagi turun. Kaget loh aku, tiba-tiba ada tamu penting nan sangat genting." ucap Jena sembari memprepare perbumbuan.

"Ya gimana ya, pengennya kamu kok yang masakin. Udah ditawarin mau dimasakin Utinya tapi adek enggak mau. Jadi semua itu yang beli bahan Mamaku Jen, makanya banyak kaya orang hajatan." ucap Nita

Pantas saja semua bahan lengkap sudah tersedia, sampai garam pun juga dibelikan. Kalau Nita yang beli tidak mungkin selengkap ini. Nita itu persis sama kaya Jena saat menjadi istri yang newbie.

Life With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang