.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
Waktu sangat cepat berjalan, kehidupan diperutnya sudah memasuki usia 28 minggu atau 7 bulan. Semakin dekat dengan hari pertemuan nanti dengan anaknya. Hari itu sangat dinantikan Ardi dan Jena sekeluarga. Pada usia kandungan ini Ardi mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk Jena dan calon anaknya, supaya diberikan kelancaran dan kesehatan sampai waktu persalinan tiba.
Bukan acara mitoni bertamu undangan dengan segala rangkaian adat. Hanya sekedar membagikan berkat ke tetangga, teman dan keluarga saja. Hal ini sudah diputuskan bersama dengan sang istri, Jena beralasan supaya tidak membedakan tread kepada anak-anak mereka sedari masih jadi janin. Dulu saat hamil twins juga seperti ini, sederhana dengan penuh makna.
Walau tidak sederhana-sederhana juga, akan ada acara yang direncanakan oleh para orangtua. Semacam baby shower cuma ini sekalian gender reveal, benar digabung biar efisien. Sangat tepat momennya juga karena, baru-baru ini jenis kelamin calon anaknya terbaca oleh dokter.
"Semua sudah mulai dikirim ya, Mas?." tanya Jena yang memasuki wardrobe mereka dengan bathrobe menutupi badan.
Badan tegap itu berhenti sejenak dari aktifitas memilih baju lalu berputar menghadap sang istri. "Sudah sayang, ini tadi dibantu Pak Budi dan Pak Nanang kalau tetangga. Lainnya pihak catering yang antar." ucap Ardi
"Alhamdullilah, semoga sebelum jam makan malam sudah pada sampai berkatnya." ucap Jena
"Semoga biar buat lauk." ucap Ardi
"Jadi kita mau pakai baju warna apa ini Mas sayang?." tanya Jena, terdiam di depan lemari bajunya yang terbuka.
Jujur tidak ada yang namanya menyiapkan baju khusus untuk acara ini. Sudah terlalu pusing untuk mencari catering terpercaya untuk acara 7 bulanan, sengaja karena tidak ingin merepotkan keluarga untuk masak-memasak. Sangat berterimakasih sudah mau mengadakan acara gender reveal ditengah kesibukan. Di sisi orangtua Ardi sibuk mengurusi new member dari Nita dan Dilan. Di sisi Jena, ibunya juga sedang repot menjaga Keyna yang beberapa waktu ini sedang manja.
"Bagaimana kalau warna netral?." ucap Ardi
Sambil menggaruk kepala, Ardi menunjuk ke kemeja putih yang tergantung. "All white, sayang? Mas tadi udah bilang ke twins pakai white."
"Boleh, aku ada kok." ucap Jena
Perlahan tangan Ardi mengusap perut Jena yang hanya ditutupi bathrobe. "Menurut Mas pakai warna putih biar netral. Tidak terlihat terlalu berharap anak ini itu si putri kecil atau si jagoan. Kehadirannya memang sangat diharapkan tapi Mas menerima apapun yang Allah berikan ke kita. Bersyukur masih bisa diberi kepercayaan sebesar ini." ucap Ardi
"Benar, Aku juga begitu. Sedikasihnya, karena baik putri kecil atau jagoan itu adalah anugerah." ucap Jena
Jena dan Ardi sendiri belum tau gender calon anak mereka. Sengaja saat pemeriksaan kemarin langsung ditulis diamplop bersegel untuk diserahkan ke tim dekor. Hanya bocoran masih sama tidak gendernya, untuk memastikan saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With You
Fiksi UmumSequel dari Dosen Duda Itu Suamiku. ini kisah Jena dan Ardi bersama anak kembarnya.
