.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ardi mencoba menghilangkan semua overthingking yang sedang berlalu lalang di kepalanya. Kejadian yang sama terjadi di hidup Ardi dan Jena lagi, sama sekali mereka tidak berekspektasi. Judulnya kasusnya sama tapi ada mereka alami itu beda. Nafasnya kadang tercekat menunggu penjelasan sang ahli.
"Dia sehat, 7 minggu 2 hari perkiraannya. Panjangnya sesuai umur 1.6 cm, berat 1 gram. Bisa kalian lihat wajahnya mulai terbentuk. Selamat Twins akan punya adik." ucap Agni
"Untungnya Bu Jeana segera menyadari dan menghentikan penggunaannya. Kita pantau bersama, jika ada keluhan segera hubungi saya. Saya resepkan beberapa vitamin." ucap Agni
Helaan nafas keluar dari mulut Ardi dan Jena secara bersamaan. Seolah semua beban yang mencekik terlepas begitu saja. Shock sedikit karena ini memang diluar radar sekali kejutannya.
"Dok, bagaimana ini bisa terjadi ditengah istri saya saja tidak pernah lupa mengkonsumsi Pil KB?" tanya Ardi, heran tentu apalagi keberhasilan pil KB itu diatas 90% mencegah kehamilan.
"Persentase kebobolan memang sedikit pada kasus ini. Ada beberapa penyebab yang bisa membuat kebobolan. Seperti tidak samanya jam konsumsi pil KB, setelah konsumsi langsung berhubungan atau yang paling jarang terjadi tidak terserap secara optimal di tubuh." ucap Agni menjelaskan beberapa faktor terjadi kebobolan.
"Dan ini tentu andil dari Allah, karena kehendak-Nya semua ini terjadi. Pak Ardi dan Bu Jeana dipilih khusus untuk diberi anugerah lagi. Artinya Allah percaya kalian bisa." sambung Agni
"Dok, apa ini bakal baik-baik saja? Setengah pil sudah saya konsumsi." ucap Jena, pil KBnya memang tinggal setengah bulan ini.
"Kalau dilihat dari keadaan janin, sepertinya tidak ada masalah. Kita pantau mungkin sampai nanti di minggu ke 16. Nanti kontrol lagi di minggu ke 10, kita cek adakah kelainan genetik." ucap Agni
"Jangan terlalu overthingking ya Bu Jeana, kita jalani bersama. Kita berusaha terbaik untuk janin kalian, tidak lupa kita serahkan semua ke Allah."
"Baik dok, terimakasih penjelasaanya." ucap Ardi
Ardi merangkul Jena yang terlihat masih lemas ketika keluar dari ruang pemeriksaan. Tidak mau menyalahkan atau menghakimi istrinya, dirinya sendiri juga kaget. Mereka berdua masih dalam mode yang sama.
"Are you okay, Sayang? Ada yang sakit perutnya?" tanya Ardi setelah mendudukan Jena di salah satu bangku tunggu.
"Aku baik-baik aja Mas, cuma ya begitu masih shock dan masih mencoba memproses semua kejadian hari ini." ucap Jena
"Benar kata Dokter Agni, kalau Allah berkehendak semua bisa terjadi. Mau pakai KB apapun tetep akan hamil juga. Tidak ada rasa kesal atau kekecewaan karena kebobolan. Aku bahagia Mas, cuma lebih ke khawatir sama keadaan anak kita Mas." muka Jena sedikit memerah menahan tangisannya. Ardi membawa Jena kedalam pelukannya, mengusap dan menengangkan ke khawatiran sang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With You
General FictionSequel dari Dosen Duda Itu Suamiku. ini kisah Jena dan Ardi bersama anak kembarnya.
