31. PHP?

555 30 0
                                        

.

.

.

.

.

.

Cletukan itu akhirnya terealisasi, cletukan diawal kehamilan Nita tentang ingin photoshoot maternity berdua dengan perut membuncit. Hanya masuk dalam beberapa frame untuk menyenangkan bestinya itu. Sampai mengungsi ke resort untuk sekedar photoshoot, di sebuah resort yang view langsung ke pantai.

Kalau Jena sih jujur tidak membuat maternity seproper itu dulu, semua dilakukan di rumah. Kehamilan twins memang berbeda, gampang capek untuk beraktifitas di luar rumah. Jadi ya hanya memanggil tukang foto saja dengan set up background sederhana.

Sekarang mereka menyelesaikan foto di area kolam renang. Cuaca sangat mendukung siang ini cerah terik tanpa awan. Dress floral pantai menjadi busana mereka berdua, tidak ketinggalan kelapa muda menjadi property mereka. Para suami juga masuk frame walau tidak terlalu banyak.

Ardi menghampiri Jena ketika sang photographer menyelesaikan bidikan terakhirnya. Memberikan kipas mini portablenya, tidak ingin melihat istrinya kegerahan.

"Lanjut check in ya sayang. Mumpung twins menginap juga di rumah Dina." ucap Ardi, tidak lupa memberikan kedipan mata genitnya.

Mata Jena berputar malas. "Check an check in, kesempatan banget." ucap Jena

"Bukan kesempatan sayang, perjalanan juga lumayan enggak mau ambil resiko di kamunya. Sekalian babymoon juga tipis-tipis berdua." ucap Ardi

"Kita liburan, Dina sama Genta yang kerepotan. Kesian amat twins tidak diajak." ucap Jena

"Ya, timbal balik bukannya dulu mereka sering gitu ya nitipin Nala dan Arsel ke kita biar bisa pergi berdua. Nanti juga ada babymoon bareng twins, hitung-hitung biar puas sebelum ada adeknya." ucap Ardi

Kening Jena berkerut, benar juga apa yang dikatakan Suaminya.

"Aku enggak bawa baju ganti lebih loh Mas." ucap Jena

"Jujur, Mas udah prepare semua di bagasi. Aman semua keperluan ada." ucap Ardi

Terbengong sebentar mencoba mengingat apa tadi subuh dirinya melihat Ardi prepare.

"Bohong ya?" tanya Jena, memancing perdebatan kecil seolah tidak percaya.

Muka kesal Ardi sungguh tidak terkontrol, dikira sedang berbohong. "Lo lo beneran ini, Mas prepare semalem saat kamu tidur. Kepikirannya juga mendadak itu waktu mau mencoba tidur. Nanti lihat sendiri deh biar percaya." ucap Ardi

"Mas Ardi sama Mbak Jena mau lanjut liburan? Di sini atau pindah resort? Tak kira mau pulang kaya kita." tanya Dilan

"Iya, mau stay di sini aja. Weekend gini paling banyak yang udah penuh. Titip salam ke Papa dan Mama ya. Kamu nyetirnya hati-hati." ucap Ardi

"Yah! Pengen juga." ucap Nita

"Balik ke rumah Nit, udah masuk hpl juga kan gatau brojolnya kapan. Aaah! Tidak sabar lihat baby girl ini, sehat-sehat kalian." ucap Jena, seraya mengusap perut besar Nita.

Life With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang