Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Hujan diiringi dengan petir yang menggelegar membuat perut keroncongan, itulah yang dirasakan Violet saat ini.
Violet memutuskan untuk ikut membolos namun Violet tidak dapat menemukan teman-temannya, sehingga Violet pulang lebih awal. Tentu saja mamanya memarahinya, namun Violet tidak menghiraukannya.
Violet kearah dapur untuk melihat makanan yang tersedia. "Apes banget, makanannya udah abis semua, mana ujan lagi."
Dengan berat hati, Violet akhirnya memutuskan untuk membeli mie instan.
Violet mengambil payung dan berjalan menuju minimarket terdekat, setelah selesai belanja Violet bergegas menuju ke rumah.
Namun, sebelum Violet sampai di rumah, dari kejauhan Violet melihat seseorang yang sepertinya dia kenal.
"Loh, kok kayak Mamat." Violet menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas. Dan benar saja ternyata itu Matteo.
Violet bergegas mendekat dan memayungi Matteo yang sedang duduk di pinggir jalan.
Ketika Violet berusaha mengajak Matteo untuk meneduh, Matteo menolaknya dengan kasar.
Namun, Violet tetap bersikeras membujuk Matteo. Violet sudah tau jika teman-temannya membolos untuk mencari Matteo, makanya Violet berusaha kerasa untuk menahan Matteo.
Violet mengejar Matteo yang berlari kencang. Violet membulatkan matanya ketika melihat Matteo pingsan.
"Mamat!!"
Violet bergegas menghampiri Matteo. "Mat, lo kenapa? Bangun Mat!" Violet menepuk-nepuk pipi Matteo, namun Matteo masih tetap memejamkan matanya.
"Tolong! Siapapun tolong! Ada yang pingsan disini!" Sekuat apapun Violet berteriak, suaranya teredam oleh suara hujan dan gemuruh petir.
Violet akhirnya berusaha dengan keras menggendong Matteo, dengan tertatih-tatih Violet membawa Matteo ke depan rumahnya.
Tok tok tok!
Violet mengetuk pintu dengan keras. "MAMA BUKAIN PINTU! ADA ORANG PINGSAN!"
Ceklek.
"Astaga Vio! Kamu bawa siapa nak? Ayo cepet masuk!"
Akhirnya mamanya Violet membantunya untuk mengangkat Matteo.
Setelah Matteo berhasil ditidurkan di kamar tamu, Violet bergegas mengabari Jay, Celio, Davi dan Jingga.
Violet segera berganti baju dan mengeringkan rambutnya agar tidak masuk angin.
Jay yang mendengar kabar dari Violet langsung bergegas menuju ke rumah Violet.
Tok tok tok.
Ceklek.
"Malam tante, maaf mengganggu waktunya, Jay kesini mau lihat keadaan Matteo tan." Jay menatap Vela selaku mama Violet dengan senyum tipis.
"Ayo silakan masuk nak."
Setelah dipersilakan masuk, Jay bergegas menemui Matteo, Matteo masih menutup matanya. Saat Jay ingin memegang dahi Matteo, tangannya di tepis oleh Matteo.
"Gue gak kenapa-kenapa, pulang sana ntar dicariin papa." Matteo berbicara dengan mata yang masih tertutup, kemudian dia berbalik membelakangi Jay.
Saat Jay ingin membalas perkataan Matteo, suaranya tertahan ketika kedua orang yang dikenalinya menyerobot masuk.
"Mat lo kemana aja?! Gue cariin lo dari tadi siang, gue rela bolos demi lo!" Celio berkata dengan nafas yang memburu.
"Gue juga ikut bolos buat nyariin lo! Lo gapapa kan Mat? Lo sakit? Mau gue beliin sesuatu?" Davi menatap punggung Matteo yang membelakanginya dengan cemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Romantik⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)