"MOMMY DIA JAHAT"
Jennie tersentak kaget begitu Lisa membentaknya. Matanya mengerjap saat baru tersadar kalau Putrinya memang sedang ketakutan.
"Jen-"
"Sayang tidak apa-apa~" Bisik Jennie dengan tennag memberikan kekuatan bahwa dia akan jadi pelindung untuknya.
Lisa terlihat meringkuk disana, mengeratkan pegangan tanganya pada lengan Jennie. Jangan lupa tubuhnya bergetar hebat merasa dirinya sedang dalam bahaya.
Kini Jennie beralih menatap Taehyung. Kali ini, tatapannya berubah menjadi berbeda.
"Aku sudah tau semuanya" Ucap Jennie menekan katanya.
Taehyung terkesiap, dia menjadi panik dan berusaha menjelaskan kepada Jennie. Tanganya mencoba menyentuh Jennie namun Jennie segera menghindar.
"Jennie aku bisa jelaskan ini-"
"Cukup, Aku kecewa padamu!" Ucap Jennie sangat menusuk memberitahu kalau dia benar-benar kecewa.
Taehyung menggeleng panik, sepertinya ia tidak mau Jennie marah kepadanya.
"Aku minta maaf Jen, aku tidak bermaksud melukai putri kamu"
"Aku khilaf, aku-"
"Khilaf katamu?!"
Taehyung mengangguk ragu. "Aku hanya ingin melindungi putriku"
"Apa kamu bilang?" Tatapan Jennie begitu marah pada Taehyung. Bahkan tanganya mengepal tak Terima.
"Kau menganggap putriku jahat? Iya? Salah apa putrku! "
Taehyung mengangguk. "Putrimu membuat kesalahan, Sinbku bilang putri kamu sering menganggunya. Aku kesal jadi aku harus menghukumnya"
Jennie tertawa remeh, Sinb benar-benar anak yang licik. Memutarbalikkan fakta bahwa dirinya yang tersakiti buka putrinya.
"Aku harap kamu memaafkanku, Jen. Kita damai ya? Jen asal kamu tahu aku..." Taehyung menggantung ucapannya dan menatap Jennie dalam.
"Aku punya rasa sama kamu"
Plakkk
"Gila Kamu Taehyung!" Marah Jennie tak menyangka.
Jennie menatap Taehyung tak percaya, napasnya memburu tak menyangka Taehyung mengatakan kata yang tidak seharusnya terucap diantara hubungan sahabat yang sudah lama terjaga.
Sementara Lisa ikut tersentak bertambah takut begitu mendengar Jennie berteriak keras. Bahkan airmatanya sudah meluruh sedari tadi.
"Kamu minta kita damai setelah apa yang kamu lakukan pada putriku? Hah?!"
"Dan Taehyung asal kamu tahu kita ini sudah berteman sejak lama, kita menjalin kerjasama bisnis bersama, aku sudah anggap kamu kakakku tapi tadi apa kamu bilang? Punya rasa? Gila kamu! aku sudah punya suami!!!" Jennie menatap kecewa Taehyung.
Dulu mereka berdua berjanji tidak akan ada rasa dalam pertemanan mereka, namun ternyata Taehyung yang mengingkarinya.
"Suamiku sedang mengurus laporannya, kamu akan segera masuk ke jeruji atas perbuatanmu sendiri Taehyung"
"Jennie tidak!" Taehyung menggeleng panik, dia tidak mau di laporkan.
"Ayo sayang kita pulang" Ajak Jennie meninggalkan Taehyung.
"Aku minta maaf Jen"
"Jennie"
"Arghhh!!" Prustasi Taehyung menatap kepergian Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Teen Fiction"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
