31- Regret

16 4 5
                                        

Mohon memberikan dukungannya berupa vote




Adnan tampak lunglai dan duduk di sofa dengan wajah lelah. Dia akhirnya bebas dari penjara tapi hatinya terasa hampa. Bahkan penampilannya sudah tak menentu dengan rambut acak-acakan serta kumis tipis yang mulai tumbuh. Padahal dirinya sudah memilih Madison tapi mengapa dia tak bahagia? Adnan sangat membenci Alexa yang mengkhianati dirinya tapi kenapa dia tak suka melihat Alexa menangis? Entah apa yang salah dalam dirinya karena Adnan pun tak mengerti. Tangisan Alexa terasa pilu dan membuatnya merasa bersalah dan hati kecilnya membuat dia merasa gelisah.

Adnan sudah mengantarkan Madison ke kediamannya dan dia merasa sungguh tak nyaman berada di dekat wanita itu. Madison terlalu berisik dan kekanak-kanakan tak seperti Alexa. Entah ada angin apa di masa lalu dirinya dan Madison terlibat sebuah hubungan. Tunggu.. kenapa dia membanding-bandingkan Alexa dan Madison? Sepertinya Adnan merasa mulai gila... tentu saja Alexa sangat dewasa karena wanita itu adalah seorang pebisnis sedangkan Madison hanyalah gadis muda yang manja.

Adnan mengusap wajahnya dan menghela nafas panjang seolah-olah itu adalah nafas terakhirnya. Dia merasa lelah dengan semuanya dan hanya ingin ketenangan. Semua yang terjadi akhir-akhir ini sangat menguras energinya. Hidup memang tidak bisa diprediksi dan masa depan tidak ada yang tahu. Hari ini seseorang bisa merasa begitu bahagia namun esoknya seperti terjatuh ke dalam jurang yang dalam. Mungkinkah ini semua adalah karma karena dirinya di masa lalu adalah pria brengsek? Adnan menyakiti hati banyak wanita dan memperlakukan mereka dengan buruk. Bahkan dirinya dengan tak merasa bersalah menganggap uang mampu membeli wanita mana saja. Tapi itu hanya masa lalu karena sekarang dirinya sudah tobat dan menyesal.

Adnan menatap foto pernikahannya dengan Alexa. Beberapa bulan ini dia menempatkan Alexa dalam hatinya namun kini dia harus sekuat tenaga melepaskan wanita itu. Jelas hatinya merasa kosong karena kehilangan namun rasa benci dalam hatinya tak kalah besar sehingga amarah kembali keluar. Dia tak menyangka Alexa mengkhianati dirinya dan tega memadu kasih dengan Sebastian. Adnan berdecih dan mengambil figura tersebut dengan kasar sambil melemparnya. Pria itu bertekad tidak ada lagi foto Alexa di rumahnya. Dia tidak mau mengingat Alexa dan terus bergelut dalam pikirannya yang sibuk semalaman.

Bahkan kaca figura yang pecah dia biarkan begitu saja dan dirinya tidak ada niatan untuk membersihkan rumah yang berantakan. Adnan tak memiliki energi untuk melakukan apapun dan dirinya hanya sibuk merenungi nasib sial yang tengah menimpa dirinya untuk saat ini. Dia memang pria bodoh yang mudah untuk ditipu....



************



"Kenapa kau berani sekali datang ke kantorku pagi-pagi begini?"

Sebastian bersikap sangat tak ramah karena Madison datang ke kantornya yang megah sambil meminta uang. Padahal Sebastian sudah memberikan uang yang sangat banyak untuk wanita itu, tapi tampaknya Madison memang merupakan wanita yang serakah. Kalau bukan karena Alexa tentu saja Sebastian tidak mau bekerjasama dengan Madison. Tentu saja siapapun menyukai uang tapi bukan dengan cara yang licik seperti cara yang ditempuh oleh Madison. Gadis itu sebenarnya hanyalah wanita mata duitan.

"Aku membutuhkan uang ayolah sudah seharusnya kau membantuku kan? Jangan lupa rencana kita belum sepenuhnya berhasil, kita masih harus memastikan kalau Adnan dan aku akan menikah" ucap Madison panjang lebar.

"Kenapa kau tak meminta uang pada Adnan? Bukannya kau sudah kembali padanya saat ini?" Tanya Sebastian emosi.

"Adnan belum bercerai dengan Alexa dan dia terus memperlakukanku dengan dingin, tentu saja aku merasa akan memperburuk segalanya jika aku harus meminta uangnya. Oh ya kau juga harus tahu aku sudah muak terus berpura-pura jadi wanita hamil! Ayolah penampilanku jadi tak elegan lagi karena kemana-mana harus tampil dengan perut yang membuncit"

Teriakan Madison menghentikan langkah seseorang dari luar. Dengan perlahan dirinya memutuskan untuk mencuri dengar apa yang sedang terjadi saat ini. Meskipun tubuhnya bergetar menahan marah dan tidak menyangka dia harus ditipu oleh Madison. Ya.. dia adalah Adnan yang tadinya ingin bertemu dengan Sebastian tapi ternyata dia malah mendapatkan informasi yang luar biasa. Ternyata wanita itu hanya berpura-pura hamil dan hampir menghancurkan hidupnya. Kepalan tangan Adnan menguat dan wajahnya memerah menahan marah.

"Berhentilah bersikap kekanakan Madison! Kau kan yang duluan menipu Adnan dengan kehamilan palsumu dan aku hanya bekerjasama denganmu untuk membuat mereka bercerai! Aku tidak peduli pada kisah cintamu karena aku hanya peduli pada Alexa dan ingin segera memilikinya"

"Lalu siapa yang duluan memiliki rencana menghasut Adnan kalau Alexa telah berselingkuh denganmu sialan?? Kau lupa kalau sudah bertindak kotor? Obsesimu untuk memiliki Alexa pun sangat menjijikan" Ucap Madison berapi-api.

Nafas Adnan di luar tengah memburu, dia berdecih dan mengusap wajahnya sesaat. Madison dan kakaknya benar-benar jahat dan gila. Mereka hampir menghancurkan rumah tangga Adnan dan pria itu hampir kehilangan kesabarannya. Dia ingin meninju Sebastian sekuat tenaga saat ini tapi dirinya harus bersabar. Dia tak boleh bertindak gegabah dan harus menjalani semuanya dengan otak yang jernih.

"Kalau kau mau uang bekerjalah jangan seperti lintah yang terus meminta tanpa berusaha! Keluar sekarang juga ak sedang bekerja dan jangan ganggu aku!!" Ucap Sebastian tegas.

Sebastian mengusir Madison dari ruangannya dan refleks Adnan mulai menjauh dari area kantor Sebastian. Dia tak mau Madison dan sang kakak tahu kalau sekarang dirinya tahu segalanya dan berhasil mencuri dengar. Dengan langkah kaki yang mantap dia mulai membuat perhitungan. Tentu saja Adnan harus memastikan perceraiannya dengan Alexa batal dulu. Dia tidak akan pernah lagi melepaskan Alexa dan menyesal karena telah mempercayai Madison. Untung saja semuanya belum terlambat dan dia merasa bersyukur mendengar informasi ini lebih awal.

Sementara itu Madison yang telah diusir hanya marah-marah dan mulai menghubungi Adnan. Namun pria itu tak kunjung mengangkat teleponnya dan membuat kemarahan Madison semakin besar. Sepertinya kakak beradik Devana memang selalu mrmbuatnya kesal.

"Lihat saja aku sebentar lagi akan menjadi nyonya kaya raya!"





Bersambung.....



Halo akhirnya bab ini selesai maaf kalau pendek karena butuh usaha yang besar supaya author kembali menulis lagi 😁

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 2 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mr and Mrs DevanaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang