Getaran halus ponsel pribadi di atas meja konter granit hitam itu bagaikan bom waktu yang detaknya kian cepat. Shaqueilla menatap layar gawai yang masih menyalakan notifikasi nama Issa, sementara sepasang mata tajam Baskara Prameswari menguncinya tanpa celah. Keheningan yang melingkupi penthouse di kawasan Senopati itu terasa begitu pekat, seolah-olah oksigen di dalam ruangan mendadak tersedot habis.
"Papa menunggu jawabanmu, Shaqui," ulang Baskara, suaranya mengalun rendah, tenang, namun membawa keandalan dingin seorang pria yang terbiasa memimpin ribuan karyawan di bawah bendera Prameswari Corp. "Soal jam tangan Patek Philippe edisi khusus itu... Papa hanya butuh ketegasan. Kamu tidak sedang menjalin hubungan rahasia apa pun lagi dengan Issa Ghazafar, kan?"
Shaqueilla menarik napas perlahan melalui hidung. Selama bertahun-tahun menjalani profesinya sebagai dokter spesialis anak, ia dilatih untuk tetap tenang di tengah situasi darurat medis paling kritis sekalipun. Ia tahu cara menyembunyikan kepanikan di balik ekspresi wajah yang simetris dan terkontrol.
Ia mematikan layar ponselnya dengan gerakan jemari yang amat halus, membalikkan letak gawai tersebut di atas konter, lalu menatap lurus ke dalam manik mata ayahnya.
"Jam tangan itu hadiah ulang tahun lima tahun lalu sewaktu Aku masih di Geneva, Pa," ujar Shaqueilla, suarasa mengalun lembut, santai, dan tanpa getaran sedikit pun. "Bahwa Issa memakai jam pasangannya saat wawancara media, itu sepenuhnya di luar kendaliku. Aku tidak punya kontrol atas apa yang dipilih oleh seorang COO Djojohadikusumo untuk dipakai di depan kamera."
Baskara memiringkan kepalanya sedikit, mengamati putri tunggalnya dengan ketelitian seorang analis keuangan yang sedang memeriksa laporan audit. "Jadi kalian tidak berhubungan lagi?"
"Kami hanya berinteraksi sewajarnya sebagai sesama alumni dan mitra profesional," sambung Shaqueilla, memberikan senyuman tipis yang sangat teratur. "Papa bisa tanya ke tim manajemen Kencana Medical Center kalau Papa ragu. Fokusku saat ini cuma pengembangan rumah sakit dan persiapan klinik satelit di BSD. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal konyol yang dibesar-besarkan oleh akun gosip media sosial."
Hening merayap selama beberapa detik. Baskara mengembuskan napas panjang, lalu mengangguk lambat. Ketegangan kaku di bahu pria paruh baya itu sedikit mengendur.
"Good," kata Baskara akhirnya. "Papa senang mendengarnya langsung dari kamu. Karena pertempuran saham yang sedang Papa eksekusi terhadap Djojohadikusumo Group ini tidak boleh terganggu oleh sentimentil masa lalu. Papa tidak mau ada persepsi bahwa keluarga Prameswari bisa dilunakkan hanya karena hubungan pribadi anak-anaknya."
Baskara meraih berkas laporan keuangan yang tadi meletakkannya di atas konter, merapikannya dengan satu tepukan pelan. "Sekarang, ganti pakaianmu. Mamamu sudah menunggu di rumah Menteng. Makan malam keluarga malam ini bukan cuma sekadar makan malam biasa. Ada beberapa kolega senior Papa dan kawan lama Mamamu yang sengaja diundang."
Shaqueilla menaikkan sebelah alisnya, merasakan firasat yang tak asing mulai merayap di tengkuknya. "Makan malam keluarga... dengan tamu luar, Pa?"
"Seseorang yang sangat setara secara status sosial, Shaqui," sahut Baskara dengan nada suara yang tak menerima bantahan, seraya melangkah menuju pintu keluar penthouse. "Jangan bikin Mamamu menunggu. Papa tunggu di bawah lima belas menit lagi."
Begitu pintu utama bergeser menutup dan jejak langkah ayahnya menghilang di koridor, Shaqueilla menyandarkan punggungnya pada meja konter. Ia mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan di dada. Tangan kanannya yang agak gemetar segera menyambar ponsel pribadinya.
Ia membuka pesan dari Issa yang baru saja masuk beberapa menit lalu:
"Gue udah di pelataran bawah. Sedan hitam tanpa logo. Kamu turun sekarang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumor Has It
Fiksi PenggemarBagi lingkar sosial kelas atas Jakarta, perpisahan Shaqueilla Latisha Prameswari dan Issa Ghazafar Djojohadikusumo di hari kelulusan SMA lima belas tahun lalu adalah tragedi romansa terbesar dekade itu. Mereka adalah golden couple-sempurna, dipuja...
