Bab 22: High Society Whispers

107 19 0
                                        

Aroma wangi bunga peoni segar bercampur dengan keharuman lembut lilin beraroma rosewood menyeruak di setiap sudut galeri perhiasan privat kawasan Kebayoran Baru. Tempat itu tidak memiliki papan nama mencolok di bagian depan. Hanya pintu kayu mahoni tebal dengan sistem pengaman biometrik yang membatasi aksesnya. Di sinilah para kolektor barang langka, keluarga old money, dan sosialita kelas atas Jakarta memesan batu permata berharga fantastis tanpa perlu khawatir tercium oleh sorotan kamera media atau radar pajak publik.

Di dalam ruangan beralaskan karpet tebal berwarna krem pucat itu, cahaya temaram dari lampu gantung kristal buatan Prancis terpantul sempurna pada etalase-etalase kaca anti-peluru.

Issa Ghazafar duduk di salah satu kursi berbalut beludru abu-abu di ruang konsultasi VIP. Pria itu masih mengenakan setelan jas dua potong berwarna charcoal gelap dari bahan wool-silk Italia, dengan kemeja putih yang kancing atasnya sedikit terlepas tanpa dasi. Sikunya menopang di atas meja kayu gelap, sementara sepasang mata elangnya menatap lekat-lekat pada sebuah kotak beludru hitam yang terbuka di hadapannya.

Di dalam kotak tersebut, melingkar sebuah cincin berlian berpotongan emerald-cut lima karat dengan tingkat kejernihan sempurna. Berlian itu diapit oleh dua batu baguette kecil di sisinya, terpasang rapi pada tatanan platina yang dipoles halus tanpa cela.

Seorang kurator perhiasan senior paruh baya berpenampilan klimis—pria Prancis bernama Jean-Luc yang telah melayani keluarga Djojohadikusumo selama dua dekade—berdiri di samping meja dengan kedua tangan bersarung kain putih.

"Ini adalah berlian Type IIa yang kami ambil langsung dari konsinyasi privat di Antwerp, Monsieur Issa," ujar Jean-Luc dengan nada suara sangat halus, menggunakan bahasa Inggris beraksen Prancis yang kental. "Proporsinya sangat presisi, kejelasannya mutlak tanpa inklusi kasat mata. Sangat klasik, sangat tenang, namun memancarkan wibawa yang luar biasa. Persis seperti spesifikasi yang Anda minta tiga minggu lalu."

Issa meraih cincin itu dengan dua jarinya, mengangkatnya sedikit ke arah pendar cahaya lampu. Lingkaran platina itu berkilau dingin, memantulkan bayangan yang amat jernih. Pria itu membayangkan pergelangan tangan jemari Shaqueilla yang lentik dan halus. Berlian berpotongan emerald-cut ini tidak mencolok secara vulgar, namun menyimpan keindahan sempurna yang hanya bisa diapresiasi oleh mereka yang mengerti kualitas sejati—persis seperti karakter wanita yang dicintainya.

"Ukurannya?" tanya Issa pendek, suaranya bariton rendah yang tenang.

"Ukuran jari manis standar empat setengah, persis seperti lingkar jam tangan dan cincin sampel yang Anda berikan dari koleksi lama," jawab Jean-Luc penuh kepastian. "Kami juga telah mengukir nomor seri sertifikat GIA dan inisial rahasia di bagian dalam lingkar platina sesuai permintaan Anda."

Issa memutar cincin itu pelan, menatap ukiran huruf latin mikro di bagian dalam lingkaran platina: I & S.

Sudut lipatan bibir tegas Issa terangkat tipis. Rasa puas yang tenang mengalir di dadanya. Di tengah badai gertakan bursa saham dan perselisihan politik keluarga yang sedang memuncak, benda kecil di genggamannya ini adalah simbol dari tujuan akhirnya yang tak goyah.

"Saya ambil yang ini, Jean-Luc," kata Issa tegas, meletakkan kembali cincin tersebut ke dalam kotak beludru hitamnya. "Kirimkan dokumen sertifikasi resminya langsung ke brankas pribadi saya di penthouse The Langham sore ini."

"Pilihan yang amat sempurna, Monsieur Issa," Jean-Luc membungkuk hormat, mengapit kotak beludru itu dengan kehati-hatian tingkat tinggi. "Suatu kehormatan bagi galeri kami bisa melayani momen penting keluarga Djojohadikusumo."

Issa berdiri, merapikan jasnya, lalu melangkah keluar dari ruang konsultasi VIP melalui pintu belakang khusus menuju pelataran parkir bawah tanah.

Namun, di dunia high society Jakarta, pintu belakang galeri privat sekali pun tidak pernah benar-benar kedap suara.

Rumor Has ItCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang