6

4.9K 389 32
                                    

Harry's Pov

aku dengan cepat mengendarai mobil ini, menatap mata Jes tadi membuat libido sex ku semakin meningkat

aaaarrrgggg siaaaalllll

ketika sampai di gerbang rumah ini, aku segera memarkirkan mobilku, dan cepat-cepat turun dari mobil

akan kugauli semua wanita dirumah ini malam ini batinku

ketika masuk kedalam rumah, pemandangan yang pertama aku temui adalah seorang pria dengan salah seorang pelayanku tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya sedang bergulat satu sama lain di sofa ruang tamu rumah ini

"oh aaahh Har.. uuhhh hei kau dat.... ahhh"  yah dia sahabatku, Zayn

aku hanya memutar bola mataku, setidaknya hentikan dulu pompaan penismu dalam wanita itu jika ingin berbicara denganku agar desahannya tak lolos kemana-mana

aku memang tak melarang sahabatku untuk datang kerumah ini jika ingin melakukan sex, karena aku memiliki banyak pelayan dirumah ini, mereka bisa memilih dan menggunakannya bebas, dimanapun mereka inginkan kecuali kamar milikku

melihat mereka berdua membuat mood sex ku berkurang, aku langsung saja menuju dapur dan mengambil sebotol Vodka, kejadian tadi ketika melihat Jessy hampir saja celaka terus saja terniang di kepalaku

"Harr, kau baru pulang"

"ya.. emmph" ini yang kusuka dari sosok Behati, ia tak usah kuperintah, ia tahu cara memanjakanku, ia terus saja menggesek-gesekkan telapak tangannya pada penisku

"kau mau melanjutkannya?"

aku menarik tangan Behati yang memang sejak tadi sepertinya sangat menggodaku, aku sudah sangat nafsu, kubuka pintu kamar ini dengan kencang dan menghempaskan Behati kedalam ruangan itu

tanpa aba-aba ia lucutkan dres yang ia gunakan, jelas sekali sekarang ia telnjang bulat, sudah kujelaskan bukan? semua pelayan dirumah ini tidak kuizinkan menggunakan Bra dan dalaman jika berada didalam rumah

ku hampiri Behati yang sudah sejak tadi beradegan panas dihadapanku, ia menggesekkan vaginanya dengan telapak tangannya dan sesekali memelintir payudaranya sendiri

aku berjalan mendekat kearahnya, dengan tatapan ku yang menyipit begitupun dengannya membuat libidoku semakin memuncak

langsung saja kutarik behati dalam pelukanku, membuat payudaranya menempel di dadaku yang masih dilapisi dengan baju

kuhirup aroma lehernya, kujilati dan kubuat beberapa kissmark disana, ia menggeliang lengannya terus melingkar dileherku, ia liar sekali

setelah puas dengan lehernya, aku turun ke payudara, kujilat payudaranya, menggulumnya seakan aku adalah bayi yang sangat kelaparan

"ssshhh aaa" desahan terus saja keluar dari mulutnya ketika bebera kali kumainkan ujung lidahku di ujung payudaranya, sesekali juga kugigit bagian disana sangat nikmat

"Har, ayolah, kau membuang-buang waktu"

senyuman seringai kuberikan padanya, aku bangkit dan membuka bajuku, sedangkan ia membantuku membuka jeans yang ku gunakan, dan saking tak tahannya ia langsung melucuti jeans beserta boxer yang kukenakan dalam satu kali pergerakan

aku duduk disisi ranjang ini, dan kutarik Behati lalu mendudukkannya tepat diatas penisku

"uuhhh Har..ryyy.. sss mmph" ia terus saja mendesah ketika vaginanya menerobos dan menindih penisku, mengingat posisiku dengannya adalah aku memangkunya dengan alat kelamin yang saling tertanam satu sama lain

aku kembali mencium lehernya, sesekali ia mencoba mencium bibirku namun segera ku miringkan kepalaku, bukan tidak ingin, hanya saja aku tidak akan kubiarkan seorang pun mencium bibirku selain seorang yang kucintai nantinya

Bad Boy (Hendall)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang