Hari ini kelas XII Ipa 1 sedang tidak ada guru. Murid-muridnya berpencar, ada yang tidur, makan di kantin ada pun yang sedang bermain truth or dare tak terkecuali Viny, Ve, Shania dan Yona mereka pun sedang ikut bermain truth or dare bersama teman-teman kelasnya.
"Kena lo Shan!"teriak Sisca tertawa saat pulpen berhenti menunjuk Shania. Shania memutar kedua bola matanya malas.
"truth or dare?"
"Dare!"seru Shania langsung. Semua temannya langsung berpikir tantangan apa yang harus diberikan kepada Shania. Indah yang tanpa sengaja melihat ke arah lapangan basket di luar langsung mempunyai ide.
"Ah gue tau! Shan lo liatkan Boby yang lagi main basket?" Indah menunjuk Boby yang sedang asik bermain basket dilapangan. Shania dan yang lainnya mengarahkan pandangan keluar jendela.
"Iya, terus?"tanya Shania, perasaannya mulai tak enak.
"Lo samperin dia, lo marahin gara-gara seragamnya keluar dan gak pake dasi! Lo marahin sampe dia mau masukin seragamnya dan pake dasinya, gimana?" muka Shania langsung memucat mendengar tantngan dari Indah. Ia masih teringat jelas terakhir ia berinteraksi dengan Boby, ia membentaknya sangat keras.
"Lo gila Ndah? Gimana kalau Boby ngamuk?"tanya Sisca tak percaya.
"Ya itu kan resiko. Ayo cepet katanya milih dare"
"Iya deh iya" dengan berat hati Shania beranjak dari sana dan mendatangi Boby di luar. Viny yang sedaritadi diam hanya bisa berdoa semoga Boby tidak melakukan hal kasar pada Shania.
"Liat yuk" Mereka pun ikut keluar dan melihatnya dari depan kelas.
Di lapangan
Shania mencoba menetralkan rasa takutnya. Dia berjalan ke arah Boby sambil berkacak pinggang, tiba-tiba bola Boby terpental ke arahnya, untung ia bisa menangkapnya.
"Siniin bola gue!"pinta Boby otoriter. Shania menggeleng
"Enggak!"
"Siniin! Ganggu aja lo!"
"Boby! Lo tau aturan gak sih? Pake seragm aja gak bisa! Baju lo keluar terus dasi lo kemana? Lo itu kaka kelas di sini harus jadi contoh adik kelasnya. Cepet masukin terus pake dasinya!"omel Shania dengan satu tarikan nafas.
Deg.
Boby tertegun melihat cara marah Shania dan mimik wajahnya. Ingatannya seperti kembali ke masa lalunya.
"Oby gimana sih pake seragamnya, ini bajunya dimasukin!" celoteh gadis kecil dalam sekali tarikan nafas sambil menarik seragam Boby yang keluar.
"Tuan putri bawel ah! Orang seragamnya keluar sendiri kok!"
"Ya dimasukin dong! Ntar kalau dimarahin bu Guru gimana?"
"Tinggal di dengerin. Gitu aja kok repot"
"Kalau Oby di hukum gimana?"
"Dilakuin!"
"Ih! Aku sebel sama Oby!"
"Boby! Masukin! Kok malah bengong"ucap Shania ketus yang membuyarkan ingatan Boby.
"Eh suka-suka gue dong! Seragam-seragam gue, dasi-dasi gue, badan juga badan gue, apa urusan lo?!"
"Tapi lo udah melanggar tata tertib!" ucapan Shania terhenti mengingat sesuatu.
'Eh pelanggaran yang gede aja dia langgar, gue malah marahin dia gara-gara tata tertib sekecil ini'
"Terus?"
"Ya Pokoknya lo pake dasi terus masukin seragamnya!"
"Gak mau! Kalau mau lo yang masukin! Nih dasi gue, lo pakein"perintah Boby mengulurkan dasinya yang baru saja ia ambil dari saku celananya. Shania menganga, speeechless sambil merutuki Boby dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendship
FanfictionMenceritakan sebuah persahabatan antara 4 pemuda berandal dan seorang gadis manis. Apakah akan ada cinta di antara mereka? ataukah akan ada gadis-gadis lain yang mencuri perhatian mereka?
