08 : Debar - Debar yang Diimpikan

712 25 1
                                        

Check out my other story in my profile called
'Rainy'
You will love it

Alice masih sibuk bertanya-tanya. Apakah benar itu Jason, kakak kelasnya yang menyebalkan itu?

Tapi caranya gimana?

Alice berbaring di tempat tidurnya sambil memeluk gitar warna putihnya itu.

'Ting'

Alice mendengar notifikasi dari handphonenya yang tergeletak di tempat tidurnya.

Dan dan dan

Kau tahu siapa yang membuat handphone Alice berbunyi?

Kenley!

Dia menulis pesan kepada Alice lewat LINE. Dan Alice (sangat) senang melihat notifikasi itu. Ia segera membukanya.

Ken : hey

Jantung Alice kini berdetak dengan ritme yang tak beraturan. Pipinya kini memerah sampai ke telinganya. Alice bingung ingin menjawab apa.

Ken : Al?

Ken yang bingung kini menuliskan pesan lagi pada Alice karena Alice sudah membaca pesan tersebut tetapi belum menjawabnya

Alice : Eh iya?

Ken : Jalan yuk

Alice kini yang melihat tulisan itu langsung berguling-guling di atas kasurnya. Sampai cover kasurnya kini berantakan.

Alice : Yuk. Kapan?

Ken : Sekarang

Ken : Gue daritadi di depan rumah lo kali, Al

Kamar Alice yang memiliki kaca tembus pandang sebesar yang ada seperti kamar 'Sandra' di film 3600 Detik kini memperlihatkan Ken dengan mobilnya yang sedang melambaikan tangannya le arah Alice yang sedang mengintip dari jendela.

Alice : Tunggu bentar ya

Alice lalu mengganti pakaiannya dengan crop tee putih dengan tulisan 'SWAG' ditengahnya yang tulisannya berwarna hitam. Ia juga mengenakan jeans warna biru muda dan menggunakan sepatu koleksinya, converse, yang berwarna grey.

Ia menuruni tangga dan menemui ibundanya yang tengah membaca majalah di ruang keluarga.

"Mamaa," teriak Alice sambil menuruni anak - anak tangga.

"Ada apa, Sayang?" kata Rena sambil menolehkan wajahnya ke arah Alice.

Alice lalu langsung duduk disebelah ibunya yang sedang duduk di sofa.

"Maa, El-el boleh nggak pergi sama temen?" kata Alice menggunakan namanya sebagai 'El-el'. Kebiasaannya saat memohon sesuatu pada orang tuanya.

"Sama siapa, Al?" tanya Rena lembut sambil mengelus puncak kepala Alice.

"Sama temen SMP aku dulu, yang namanya Ken ituu, dia sekarang udah di depan rumah loh. Kasian 'kan udah jauh-jauh ke sini tapi aku nggak dibolehin mama pergi," kata Alice sambil memohon dan mengedip-ngedipkan matanya seperti puppy eye.

"Iya deh mama izinin, tapi jangan kelamaan ya," kata Rena mengizinkan.

"YEAY! MAKASIH MAMA. MUAH," kata Alice sambil mencium pipi Rena kegirangan.

"Daah maa!" kata Alice sambil melambaikan tangan ke arah Rena dan menuju ke tempat dimana Ken berada.

"Hei," sapa Ken pada Alice.

GoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang