Sakit-3

369 46 1
                                        

"Gomawo"

"Cheonmanaeyo"

Yoona keluar dari mobil Sehun ketika mereka telah sampai didepan rumah Sehun.

"Yoona" gadis itu menoleh

"Jangan meninggalkan ini" ujar Sehun menyodorkan bingkisan biskuit yang sempat mereka beli tadi.
Yoona terkekeh pelan,ia menyambar bingkisan yang diserahkan Sehun.

"Aku lupa. Hehehehe. Gomawo" Yoona kembali membalikan tubuhnya dan melangkah masuk kerumah Jongin.
Sehun masih terdiam 
"Dia tersenyum kepadaku? Astaga"

Sehun melemparkan senyuman kearah gadis yang punggungnya sudah ditelan daun pintu.
Sehun tak perduli walau Yoona tak melihat senyumannya. Dengan sekali tarikkan,mobil Sehun sudah berada diantara kendaraan yang lain dijalan raya.

                  °°°°°°

"Bibi Kim"

"Bibi Kim"

"Bibi"

"Astaga, apa dirumah ini tidak ada orang?"

"Bibiiiiii"

"Lihatlah dirimu Yoona,kau masuk mengendap endap,seolah olah kau adalah pencuri handal"

Yoona mengerang frustasi. Ia telah sampai dirumah Jongin. Tapi ia tak menemukan salah satupun anggota keluarga Jongin. Termasuk Nyonya Kim. Ibu Jongin.

Yoona tidak peduli jika nanti Nyonya Kim berpikiran buruk tentang dirinya-- masuk rumah orang lain tanpa izin.
Yang ia pedulikan adalah kesehatan Jongin,keadaan Jongin.

Yoona segera membawa kakinya untuk menaiki setiap gundukan anak tangga yang akan membawanya kekamar Jongin. Yoona sudah sering main kerumah Jongin,itulah kenapa ia sudah hafal setiap sekat rumah pria itu.

"Jongin"

Terdengar suara decitan pintu yang memekan telinga,tetapi hal itu tidak membuat Yoona terganggu. Ia malah masuk kedalam ruangan yang baru saja ia buka. Satu ketidaksopanan lagi. Masuk kedalam salah satu ruangan rumah orang tanpa izin.
Ruangan itu adalah kamar Jongin.

"Jongin!!!!"

Yoona berlari begitu melihat orang yang dari tadi ingin ia temui.

Jongin. Pria itu menoleh kebelakang, bahkan Jongin belum selesai untuk memandang siapa yang memanggilnya tapi ia sudah terhempas keatas kasur. Dengan posisi seorang gadis yang berada diatasnya,gadis itu memeluknya.
Jongin tersenyum,ia tau siapa gadis yang begitu senang berjumpa dengan dirinya. Ia senang dengan posisi seperti ini,sungguh.
Namun,itu hanya berlangsung 4 menit saja, Yoona yang menyadari tingkahnya langsung bangkit dari atas tubuh Jongin.

"Kenapa kau bangun? Seperti tadi lebih baik" goda Jongin

"Dasar mesum" Yoona melempar bantal kearah Jongin, tepat mengenai perut Jongin. Pria itu tertawa sambil bangun dari posisi sebelumnya.

"Ada apa?" tanya Jongin sambil menatap Yoona.

"Kau sakit?" Yoona balik bertanya

"Ketika melihatmu aku jadi sembuh" jawab pria itu sambil terkekeh.

Yoona menjitak kepalanya,pria itu meringis.

"Aku membawakan ini untukmu" Yoona menyerahkan bingkisan yang ia beli tadi---ralat,Sehun yang membeli.

"Ah gomawo" ucap Jongin sembari mengambil alih sang bingkisan.

"Jongin"

"Ha?"

"Kau sakit karna aku?"

Jongin menoleh. Ia mengacak rambut Yoona.

"Aku tidak sudi sakit karnamu"

Yoona menatapnya,
"Sombong sekali"
Jongin tertawa.

"Kemana bibi Kim? Kenapa rumahmu tidak dikunci tadi? Bagaimana kalau ada pencuri" tanya Yoona yang membuat Jongin kewalahan untuk menjawabnya.

"Ibuku selalu seperti itu. Oh ya, kau bawakan apa aku?" Jongin bertanya sambil membuka bingkisan yang dibawa Yoona.

"Beberapa bungkus biskuit kesukaanmu"

"Uangmu banyak sekali? Tumben" Jongin tersenyum mengejek.

"Aku memang selalu banyak uang! Hanya aku tidak mau boros aja untuk memakainya, aku hemat"

"Dasar pelit"

"Heh!"

Jongin terkekeh. Ia mengambil satu dari 5 bungkus biskuit yang dibawa oleh Yoona. Itu jenis biskuit favoritnya.
Ia mulai menguyah cemilan tersebut sambil menawarkan kepada Yoona. Yoona mengambil dan ikut makan bersama Jongin.

~

"Sebenarnya yang membeli biskuit itu semua Pak Sehun"

Jongin menoleh kearah Yoona yang sedang menonton tv.

"Kau bilang apa tadi?" tanya Jongin

Yoona ikut menoleh,ia menghadap Jongin.

"Biskuit yang kita makan tadi,dibelikan pak Sehun" gumamnya sambil menunjuk 4 bungkus biskuit yang berserakan. Isinya sudah terkuras habis.

Jongin menganga. Menatap Yoona dengan pandangan yang tak bisa diartikan sama sekali.

"Kenapa?"

"Kau pergi bersamanya?"

"Nee"

"Kau dekat sekali dengannya sekarang"

"Ternyata Dia baik"

"Kalian punya hubungan?"

Yoona mendengus kesal.

"Dekat bukan berarti kami punya hubungan lebih dari teman. Lagi pula aku baru tadi dekat dengannya" jelas Yoona

"Syukurlah"

"Apa ?"

"Tidak"

----

Haiiiiiiiii wkwkwk lama tak muncul

ThankyouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang