Waa ktu berjalan dengan cepat. hMeninggalkan banyak kenangan,entah itu menyenangkan ataupun memilukan. Kim Jong In, laki laki tampan itu sudah banyak memakan kenangan memilukan belakangan ini. Saat ini ia sedang duduk dikursi kelasnya. Hari sudah sore,mahasiswa lainnya sudah pulang,meninggalkan Jong In sendiri,ditemani semilir angin yang menggelitik tengkuk leher. Yoo Na adalah gadis sederhana yang mampu mengjungkir balikan dunianya. Terkadang saat kita tidak mampu melepas orang yang kita cintai,maka kitalah yang harus pergi. Jong In percaya,Yoona memang bukanlah jodohnya, ia percaya jika memang bukan jodoh Tuhan tidak akan membiarkan selamanya berada didalam rasa yang sama terhadap seseorang. Jadi ia sudah merelakan gadis itu, ia akan melangkah meninggalkan Yoona. Membiarkan gadis itu bahagia dengan yang benar benar bisa membuat dia bahagia.
Jongin tersenyum. Ia merasa lega sekarang. Yoona adalah gadis yang pernah singgah kehatinya dan sekarang sudah saatnya Yoona harus beranjak dari sana.
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●
"Kau harus kuliah Yoona"
Terlihat seorang gadis duduk diatas kasurnya,memeluk erat kakinya sendiri,mendengarkan segala omongon pria dihadapannya.
"Dengarkan aku. Jangan buat dirimu terpuruk seperti sekarang. Jangan buat Chanyeol tertawa. Merasa bahwa dengan tidak ada dirinya kau hancur,berantakan,kacau. Jangan Yoona Jangan! Malah kau harus bangkit. Membuktikan bahwa kau bisa,kau tidak apa apa tanpa brengsek itu." Pria itu,Baekhyun, mengatur nafasnya sejenak. Kemudian ia menatap Yoona,gadis lemah yang dilumpuhkan cinta. Baekhyun memeluk Yoona erat,mentransfer kekuatannya untuk Yoona,kekuatan untuk lebih tenang,lebih ikhlas menerima semuanya. Baekhyun mengelus punggung Yoona pelan,membuat gadis itu terisak.
"Menangislah. Tapi berjanjilah padaku. Ini adalah tangisan terakhirmu untuk Chanyeol. Tidak boleh ada tangisan lagi. Mengerti?"
Baekhyun melepaskan pelukannya,menatap Yoona seperti ia menatap adiknya sendiri,menghapus air mata gadis itu,mencium keningnya.
"Yoona adikku tidaklah seperti ini"
■
■
■
■
■
■
"Aku ingin ikut ayahhh. Tolonglah. Aku ingin ikut. Aku ingin bertemu kak Yoona" suara gadis kecil berusia 10 tahun memekakan telinga Sehun. Paslanya sudah dari jam 6 pagi tadi ia merengek ingin ikut kekampus Sehun,dengan alasan ingin menemui orang yang sebenarnya juga ingin ditemui Sehun.
"Dengarkan appa. Saat ini Yoona sedang tidak ada dikampus. Dia cuti"
"Jeongmal?"
Sehun mengangguk. Salah memang jika dia berbohong,tapi ini demi menghindari pertanyaan pertanyaan Hani nanti jika dia tau yang sebenarnya.
"Appa akan pulang secepatnya. Nanti jika punya waktu luang kita akan bermain lagi dengan Yoona," Sehun mencoba menenangakn Hani.
"Janji?"
Sehun mengangguk.
"Baiklah. Appa telah berjanji. Hani akan tunggu sore nanti. Pergilah appa. Hati hati"
Sehun tersenyum. Ia mendekati Hati dan mencium kening gadis kecil itu, sebelum akhirnya ia pergi.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
"1 bulan sudah. Kau kemana saja?"
"Apa kau baik baik saja"
"Kau kurus sekali"
"Ku dengar Chanyeol sekarang punya pacar baru"
"Laki laki tidak tau diri"
Begitulah kira kira omongan yang dari tadi didengar Yoona semenjak ia menginjakkan kaki diruang kelasnya. Yoona telah kembali. Menggoreskan kuas dilembaran yang baru. Teman teman Yoona mengerubunginya, meminta penjelasan mengenai hilangnya dirinya dari peredaran. Tapi itu tidak berlangsung lama, karna kemudian laki laki yang selalu berkharisma itu masuk kedalam kelas. Membubarkan kerumunan manusia yang tadinya bertumpuk dibangku Yoona.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thankyou
Fanfiction'Beberapa tahun yang lalu,aku kehilangan selera untuk mengenal apa itu cinta, tepat 6 tahun yang lalu seorang wanita yang begitu kucintai telah berhasil meruntuhkan hatiku, bagaikan puzzle yang sudah tersusun rapi namun hancur begitu saja dan aku ta...
