Rapuh sudah
Tinggal menunggu terurai
Bawa tubuhku yang t'lah tercerai berai
Angin...
Tanyamu; mengapa pasrah?
Karena inilah realita
Bisa apa aku ketika semua bersorak-sorai
Lihat aku terkapar tak ada nyawa
Tanyamu; mengapa tak berjuang?
Karena inilah aku sebenarnya
Bisa apa aku ketika tak ada satu pun yang mendukung
Tidak ada yang mau aku bangkit kan?
Tanyamu--Ah! Berhenti bertanya
Jelas sudah jawabannya
Bahkan kamu juga mengharapkan hal yang sama kan?
Melihatku menderita
Lemah ini sudah menghukumku
Lemah ini sudah menghancurkanku
Lemah ini sudah mengambil jiwaku
Lemah ini... sudah membunuhku.
20 Juni 2016
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelepas Rasa 2
PoesíaAkhirnya pun, hanya, selalu, dan kutumpahkan pada kata dan kata tentang rasaku. Copyright 2016 by Aksara- //Manikdewi. #214 Poetry on 10/6/17 #164 Poetry on 15/6/17
