5. Ex-lover

773 41 0
                                        

Alina.

Sudah seminggu hubunganku dengan Justin membaik seperti sedia kala, but just friend. Aku mulai menikmati semua kebahagiaan ini, i hope all this will not end up again.

"Sayang kamu dimana? Justin sudah nunggu diatas lo"
Ucap ibu sedikit berteriak dari lantai atas.

Bisa dibilang rumahku itu punya dua lantai namun ruang utama plus pintu utama ada di lantai atas seperti dapur, ruang tamu, kamar dan ruang makan, kalau yang dibawah ada kamar dan beberapa ruang lainya.

"Iya bu sebentar lagi"
Jawabku sedikit berteriak.

Kali ini pulang sekolah Justin yang mengantarku. Dia memintaku untuk menemaninya jalan-jalan, jadi aku menerima tawarannya itung-itung aku malas dirumah karena sebentar lagi bakal ada arisan ibu-ibu PKK, kan bosenin tuh. Entahlah akhir-akhir ini rumahku sering di buat sarang kumpul ibu-ibu.

"Justin! Maaf lama"
Jawabku sekaligus sebagai salam pembuka.

"It's okay"
Jawabnya menghela nafas.

"Kamu mau ngajak aku kemana?"

Ia malah memandangku bingung. Leh ugha gima nih bocah. Seperti ada lampu pijar yang tiba-tiba muncul di otaknya.

Aha!

"Gimana kalau ke starbucks ?"
Usul Justin menaik turunkan alis.

"Yaudah, aku juga haus soalnya"
Aku terkekeh lalu mengikuti langkah Justin menuju mobilnya.

●•♬●•

Alina.

"Kak iced espresso caramel macchiato yang ukuran grande , pake whip cream satu"
Ucapku kepada waitress.

"I want to try, iced espresso vanilla latte ukuran grande, gak pake whip cream satu. Al kamu cepet cari tempat duduk gih nanti kita nggak kebagian, biar aku nanti yang ambil minumannya"

Aku hanya mengiyakan ucapan Justin dan segera mencari kursi yang kosong. Saat aku ingin menarik kursi kosong tepat di depanku, tiba-tiba saja ada tangan kekar yang menepuk pundakku, spontan aku langsung menoleh kepada pemilik tangan tersebut dengan mimik tidak percaya.

"Azka kamu ada di sini?!"
Ucapku spontan.

Azka. Dia mantan pacarku yang sangat menyebalkan sekaligus paling kubenci. Kenapa aku harus bertemu dia pada saat fase pemulihan seperti ini.

"Iya, memangnya kenapa? Ini tempat umum kan? Lama tidak berjumpa denganmu Alina Orlin, how are you?"
Tanya Azka mengulurkan tangan.

Aku pun menjabat tangan Azka canggung. Seperti menjabat tangan seseorang yang belum pernah aku temuai atau aku kenal sama sekali.

"Good, how about you?"
Tanyaku balik dengan senyum seramah mungkin, menutupi segala kekesalan yang aku rasakan.

"Iya aku sangat baik"
Terang Azka lalu menarik tanganya.

"Hay Alina! Kita ketemu lagi"
Sapa pria yang berdiri tidak jauh dari Azka.

"Reynan kamu ada di sini? Juga... "
Tanyaku yang kali ini tidak bisa menyembunyikan mimik keterkejutanku.

Now I'm starting to get confused.
Sebenarnya ini ada acara apa, kebetulan sekali aku bertemu para mantanku tersayang, ralat, maybe cuma Reynan, kalau Azka heh...ignore him. Hari macam apa ini!

"Kamu kesini sama siapa Rey?"
Tanyaku basa-basi sambil mengulurkan tangan pada Reynan dan segera saja dibalasnya.

"Oh aku kesini sama Azka, dan beberapa temanku, dan kenalkan ini pacarku. Aila ini Alina dia mantan pacarku, dan Alina dia Aila pacarku"
Ucapnya memperkenalkan kami berdua.

Same MistakesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang