21. Páirtí Shepherd

484 20 0
                                        

Alina.

"Al kenapa kamu beli daging domba sebanyak ini?"
Nayyer menatapku heran sembari menatap dua kantong belanja besar yang ada di tanganku. Nayyer lalu menghampiriku dan membantu membawa beberapa kantung belanjaan yang aku bawa ke dapur.

"Berat sekali, kamu beli apa saja?"

"Ada daging domba, wortel, kentang, dan bumbu-bumbu. Aku berencana akan membuat pesta shepherd pie, karen beberapa teman-temanku dari Indonesia akan ke sini!"
Pekikku girang lalu memeluk Nayyer sekuat tenaga setelah meletakkan kantong belanjaku di meja dapur.

"Cailín dÚsachtach !"
Gadis gila ujarnya menggunakan Bahasa Gaelic dengan logat yang khas.

Selain menggunakan Bahasa Inggris sebagian besar masyarakat Irlandia juga menggunakan Bahasa Gaelic yaitu bahasa Irlandia yang juga dipergunakan sebagai bahasa utama.

"Ayo kita masak bersama"
Ajakku mulai mengeluarkan semua bahan yang diperlukan dari tas belanja.

"Sebaiknya aku sendiri yang memasaknya, aku tidak ingin berlama-lama di dapur denganmu, yah... yang pasti kamu akan banyak bertanya untuk cara memasaknya"
Nayyer memutar bola mata meremehkan kemampuanku. Ia memasukan kembali bahan-bahan yang sudah aku keluarkan dengan cepat. Aku sampai melongo dibuatnya.

"Nay biarkan aku membantu"
Mohonku sambil menarik lengannya.

"Sebaiknya kamu mulai merapikan ruang apartemenmu ini. Pokoknya setelah masakanku sudah jadi ruang apartemenmu ini sudah harus rapi."
Perintah Nayyer seraya menutup pintu ruanganku dengan kesusahan karena barang bawaanya.

●•♬●•

"Apa! Mereka akan ke Irlandia?"
Gadis itu terkejut setengah mati, hampir saja ia melemparkan secangkir teh yang digenggamnya, mungkin jika teman gadis itu tidak menahan tangannya bisa saja secangkir teh itu sukses menumpahi mukanya.

"Aku terkejut karena mereka semua tidak mengajakku, lagian dalam rangka apa mereka kesana?"
Tanya gadis itu penasaran, ia menggigit bibir bawahnya berpikir keras.

"Pacaran?! Baiklah kalau begitu selamat untuk mereka"
Gadis itu mengakhiti panggilan telepon dengan emosi yang meledak-ledak. Wajahnya memerah. Ia berjalan cepat meninggalkan segerombolan temannya yang dibuat penasaran oleh perilaku gadis itu. Ia melajukan mobilnya cepat kesalah satu agen tiket maskapai penerbangan pesawat.

"Selamat siang mbak, tujuan ke Irlandia ada untuk satu orang dewasa"
Tanya gadis itu. Ia melihat jam yang mengait ditangannya khawatir.

"Ada kak tapi tinggal kabin kelas ekonomi"
Jawab wanita itu akhirnya setelah berkutat lama dengan komputer di depannya.

Ia keluar lalu mengambil ponselnya dan mencari nama untuk ia hubungi, setelah beberapa detik menunggu dan ia hanya mendengar nada hubung yang berulang ia memutuskan untuk mengakhiri panggilan teleponnya dengan dengusan kesal.

●•♬●•

"Siapa yang memasaknya ini enak sekali"
Puji Nata melahap habis sepiring pie shepard buatan Nayyer.

"Siapa lagi kalau bukan aku"
Ujar Nayyer menatap Nata penuh kebanggaan.

"Nay apa kamu mau memasakkan ini setiap kali aku ke Irlandia?"
Tanya Nata sambil mengambil sesendok pie yang ada di depannya.

"Tentu jika kamu mau membayarku"
Celetuk Nayyer yang disambut gelak tawa Alina.

"Padahal mereka baru bertemu untuk pertama kalinya, tapi kenapa bisa seakrab ini?"
Batin Alina heran seraya tersenyum geli.

Same MistakesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang