Hola Darlin..
Apa kabar kalian hari ini? Moga sehat selalu, yah...
Jangan lupa vote, comment, & share cerita ini... Ohh & Follow ig nsjade23
Ryker
Adriana tersenyum menghantui, ketika aku menjemput ke tempat syutingnya. Dia sempat mengajakku ke trailer-nya yang rapih dan bernuansa biru--sekalian mengenalkanku pada para kru dan juga Blythe, penyanyi pop muda cantik yang sedang naik daun. Aku juga sempat meladeni beberapa kru yang minta tanda tangan dan foto bareng, sebelum akhirnya kami berada di depan kendaraanku
"Woww." Adriana meloncat-loncat. "Ferrari biru... biru..." dia memegang pipiku, "benar-benar keren, Ry Lee."
"Thanks," kekehku sembari membukakan pintu Ferrari dan mempersilakan dia masuk, lalu menaruh barang-barangnya di bagasi.
"Gracias, kau mau menjemputku malam-malam begini. Padahal aku bisa naik tak--"
"Justru karena malam-malam aku ngeri, Riangel... dan berhenti mengucapkan terima kasih. Hari ini kau sudah mengucapkan kata itu sampai sepuluh kali," godaku.
"Hanya tujuh kali, kok..."
"Kau menghitungnya?"
Adriana berdeham. "Beemer-nya di bengkel sampai kapan?"
"Tiga hari lagi. Jadi aku yang akan mengantar dan menjemputmu. Sebelum kau bilang apa-apa dulu, kalau aku nggak bisa mengantar, pakai saja Ferrari-ku... aku ada mobil lain dan sepeda motor."
Di mulut seksinya mulai terbentuk senyuman. "Sepeda motor?"
"Yep--"
"Jangan... biar aku tebak," potong Adriana semangat, "Harley?"
"Yeah, model lama."
Adriana berdecak. "Keren. Sudah lama aku tidak diboncengi naik sepeda motor."
Aku berdeham, mataku melirik Adriana yang sedang memandang jalanan. "Siapa yang memboncengimu, memang?"
"Kau nggak minta dicium montok? Kan, tebakanmu benar..."
"Aku nggak lupa... tapi siapa yang memboncengimu naik sepeda motor?" tanyaku sangat penasaran.
Adriana menyeringai. "Ada, deh..."
Aku menghitung sampai delapan, kemudian mengucapkan mantraku dalam hati. Terkadang rasa cemburu ini, membunuhku.
Ya Tuhan, Adriana cuma sahabatku, tapi aku bersikap seperti pacarnya yang cemburuan. Tiba-tiba aku merasakan tangan yang memeluk leherku, dan bibir yang menciumi leherku. "Riangel... aku..."
"Kenapa, Ry Lee?" Adriana kembali menciumi leherku.
"Aku malahan tidak konsentrasi menyetir... ahh..." Aku menghentikan Ferrari-ku di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti, sih? Aku nggak akan lama-lama menciummu." Adriana masih mengecupi daguku yang membuatku menggeram.
"Kau membuatku gila, tahu. Kalau aku nggak berhenti, kita akan ditilang polisi atau masuk rumah sakit lagi." Aku menciumi pelipis dan keningnya. Terangsang dengan cepat. "Sini, cium aku Riangel, kasih aku bibirmu..."
Adriana berhenti mengecupi pipiku. Wajahnya terkena sinar lampu jalan, dan menatapku dengan napas terengah-engah. "Dari tadi kau mengomel... sekarang kau mau bibirku?"
"Kalau kau nggak mau memberi, aku nggak akan memaksa," bisikku serak. Tiba-tiba bibirku dikecup dan aku balas mengecup dan menyambut bibirnya. "Kau sangat nikmat, Rian..."
KAMU SEDANG MEMBACA
In Bed with a Rocker
ChickLit21+ [Hollywood Love #1] Berpura-pura pacaran dan terjebak dalam zona pertemanan dengan aktris seksi, Adriana Britton, merupakan surga dan neraka bagi gitaris band rock THEme, Ryker Maxim, yang sangat mengidolakan Adriana. Ini semua berawal dari fo...
