Wattpad error berat. Chapter 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 47, dan 48 ilang nggak jelas. Imbasnya view aku berkurang n' PR update chapter baru.
Sabar... sabar...
🎸
Ryker
"K-kau ingin berkencan dengan Tay?"
Adriana mengedikkan bahu. "Aku--"
"Terserah kau! Well, jangan panggil aku Ry Lee!" Sialan. Kenapa aku bilang begitu? Rasa cemburu malahan membuatku menyakiti hati Adriana.
Dan sekarang wajahnya mulai memucat, menunduk. "Sori, aku tidak--"
"Hey, aku bercanda. Lihat sini, Riangel?" Aku memegang dagunya, tapi dia masih kaku melihat ke bawah, "Riangel atau Anangel?" Akhirnya dia menatapku.
"Riangel atau Anangel?" Adriana mengulangi ucapanku, alisnya bertaut. Tiba-tiba matanya membelalak. "Kau nggak mau dipanggil Ry Lee, sekarang kau punya nama kecil untukku?"
"Aku bilang bercanda, soof--sumpah!" Aku mengangguk, tersenyum kecil.
"Aku mau duduk di sana lagi." Adriana mulai berdiri dan akan berjalan meninggalkanku, tapi aku menarik tangannya hingga dia jatuh di pangkuanku. Aku terkekeh. "Apa-apaan ini?"
"Aku minta maaf. Kalau kau ngambek, aku nggak bisa konsentrasi. Kau mau aku salah memetik nada di panggung, hmm?" Aku menghirup harum tubuhnya.
"Aku nggak ngambek. Aku mau kau bermain keren malam ini." Adriana tersenyum padaku. Namun tidak menyentuh matanya.
"Tahu nggak, kau cewek terharum yang pernah ada di muka bumi ini?" Akhirnya Adriana tersenyum geli juga.
"Masa? Aku cuma mengoleskan sedikit parfum di belakang telingaku, sedikit di sini," Adriana menunjuk bagian atas payudaranya; secara otomatis aku menatap payudaranya yang penuh, dan aku ingin tenggelam di dalamnya, "dan di perutku. Hey, lihat sini!"
Aku menatapnya yang sedang tertawa. Sialan, dia memergokiku menatap payudaranya dengan lapar.
"Kau manis kalau sedang malu, wajahmu memerah." Adriana menunjuk wajahku.
Aku kembali menunduk, melihat payudaranya lagi yang mengundang, dengan cepat aku menatapnya kembali; dia hanya terkikik melihat kelakuanku. Aku berdeham. "Jadi, Riangel atau Anangel?"
"Umm tebak, aku mau di panggil apa?"
"Riangel."
Adriana tersenyum menghantui. "Kau benar, jadi..." dia mencium pipiku... lumayan lama; aku hanya terpaku, "setiap kau menebak jawaban yang benar, atau kita menyukai sesuatu yang sama, kau akan mendapatkan ciuman montok dariku." Dia mengangguk.
Sambil memegang pipi bekas Adriana cium montok, aku tersenyum jail. "Apa kau tahu, kalau nggak semua orang ingin di cium olehmu?"
Wajah Adriana memucat, lalu berdiri. "Sori... aku tidak akan menci--"
Aku menarik tangannya; dia menarik balik. Kami saling tarik-tarikan. Aku berdiri tidak melepaskan tangannya, ngeri dia terjatuh, dan langsung memeluknya dengan erat. "Aku bercanda, Riangel. Kau ciumi aku terus, kapan pun, di mana pun, aku nggak keberatan... soof," bisikku.
KAMU SEDANG MEMBACA
In Bed with a Rocker
Literatura Feminina21+ [Hollywood Love #1] Berpura-pura pacaran dan terjebak dalam zona pertemanan dengan aktris seksi, Adriana Britton, merupakan surga dan neraka bagi gitaris band rock THEme, Ryker Maxim, yang sangat mengidolakan Adriana. Ini semua berawal dari fo...
